Medan Paling Menderita Akibat Krisis Listrik

Krisis listrik yang terjadi di Sumatera Utara belum juga pulih. Beberapa daerah masih mengalami pemadaman. Kota Medan paling menderita akibat krisis listrik.

Namun, menurut GM PLN Wilayah Sumut, Dedi Pranoto defisit ini mulai bisa diatasi dengan beroperasinya PLTA Asahan I. “Tidak akan ada pemadaman secara bergilir lagi yang sebelumnya melanda daerah ini dalam kurun waktu empat tahun terakhir,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, Inalum masih terus memasok sebesar 60-70 MW untuk menjamin listrik di Sumut semakin aman.

Optimisme yang diungkapkan oleh PLN ini diragukan oleh Analis Kelistrikan Surya Tarmizi Kasim. Alasannya, saat ini tidak adanya ketersediaan cadangan listrik (reserved margin) di Sumut, untuk menjaga terjadinya peningkatan kebutuhan listrik.

“Selama tidak tersedianya cadangan listrik, berarti Sumut belum aman dari pemadaman listrik. Selain itu kondisi mesin pembangkit kita banyak yang sudah tua dan harus diganti. Setidaknya untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik, untuk beberapa tahun kedepan kita membutuhkan cadangan listrik sebesar 1000 Megawat,” paparnya kepada Waspada Online, hari ini.

Menurut Ketua Lektor Departemen Fakultas Teknik Elektro USU ini, persoalan lain yang memicu pemadaman karena penggunaan listrik illegal yang cukup tinggi.

Keraguan juga disampaikan Ketua Lembaga Konsumen Indonesia (LKI) Sumut Abu Bakar Siddiq. “Listrik padam masih akan terjadi selama pasokan listrik dari pembangkit Labuhan Angin belum terpenuhi, karena kita tidak punya pasokan lain,” ungkapnya.(waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Kronologi kerusuhan Lapas Labuhan Ruku versi Kemenkum HAM

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*