Medan terancam asap Riau

MEDAN –  Kota Medan berpotensi diselimuti kabut asap pascakebakaran hutan di 68 titik wilayah Sumut dan Riau. Hal itu terjadi jika hembusan angin membawa asap dari kawasan hutan yang terbakar mengarah ke Medan.

“Kendati demikian, hingga kemarin, pergerakan penerbangan belum mengganggu di Bandara Polonia Medan,” kata Mega Sirait, staf pada bagian data dan informasi (Datin) BMKG Wilayah I stasiun Bandara Polonia Medan kepada Waspada Online, hari ini.

Menurut Mega, puluhan titik api yang terpantau melalui satelit tidak hanya disebabkan meningkatnya suhu panas di Sumatera Utara. “Saat ini banyak orang-orang membuka lahan perkebunan dengan cara membakar hutan,” katanya lagi.

Ke-68 titik api tersebut terpantau sejak dua hari lalu. Sementara di kawasan Sumatera Utara, titik api terdeteksi di daerah Asahan, Labuhanbatu, Madina, Tapanuli Selatan bahkan di kawasan Tapanuli Utara. Padahal tiga hari sebelumnya hanya terlihat sembilan titik api. “Saat ini, kawasan Sumatera Utara bahkan Medan masih dilanda udara panas di siang hari, terkadang diselingi hujan pada malam maupun sore hari,” ujarnya.

Sementara itu, suhu panas yang meningkat di kawasan Medan akan berlangsung hingga akhir minggu depan. “Panas tertinggi mencapai angka 35 derajat celcius,” ujar Mega. Selama Juli, kondisi udara masih dipengaruhi suasana panas. Sedangkan pada Agustus bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, diperkirakan curah hujan meningkat.

Baca Juga :  Plt Gubernur Sumut: Pilkada Kota Medan Aman tapi Sepi

Menyinggung tentang kondisi perairan, Mega menyatakan hingga saat ini perairan di pesisir Timur dan Barat Sumut dalam kondisi normal. Para nelayan dengan mudah turun ke laut. Demikian juga kapal-kapal berbadan kecil seperti ferry, tidak terganggu beroperasi. “Sejak dua pekan belakangan ini, kondisi perairan normal dari tinggi gelombang laut,” ujar Mega.

waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*