Melahirkan 2 Kali dalam Setahun, Berat 8 Kg Dijual Rp2,5 Juta – Beternak Kambing Etawa Menjanjikan

25 Melahirkan 2 Kali dalam Setahun, Berat 8 Kg Dijual Rp2,5 Juta   Beternak Kambing Etawa Menjanjikan
Melahirkan 2 Kali dalam Setahun, Berat 8 Kg Dijual Rp2,5 Juta - Beternak Kambing Etawa Menjanjikan

Senin, 01 Pebruari 2010 – www.metrosiantar.com
Ketua kelompok tani (Koptan) Melati, Desa Labuhan Rasoki, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Tenggara, Mulyadi, mengatakan, kambing jenis Etawa mulai menarik perhatian warga di kota yang khas dengan buah salak ini. Kambing Etawa, selain bertubuh besar sehingga memiliki daging lebih banyak dari kambing lokal, juga mempunyai daya jual yang tinggi.

PARLINDUNGAN POHAN-SIDIMPUAN

Mulyadi menceritakan, sekitar dua tahun silam Koptan Melati memiliki 6 anggota ini mendapatkan bantuan bibit kambing jenis peranakan Etawa dari Dinas Pertanian (Distan) Kota Psp sebanyak 30 ekor. Setiap anggota mendapatkan 1 ekor jantan dan 4 ekor betina atau total 5 ekor kambing.

Kambing Etawa, terang Mulyadi, memiliki ciri-ciri yang lebih unik dari kambing lokal. Sebab, kambing jenis ini mempunyai telinga lebar yang menjuntai ke bawah, bulu bagian belakangnya tebal-tebal dan yang paling membedakannya dengan kambing biasa adalah ukuran tubuh kambing ini dua kali lipat besarnya dengan kambing biasa.

Mulyadi menambahkan, nantinya setiap anak kambing yang lahir akan diberikan kepada masyarakat yang mendirikan kelompok lagi. Atau dengan kata lain bantuan ini bergulir dan masyarakat yang mendapatkan bantuan setelah menggulirkan bantuan ini kepada masyarakat lain maka kambing tersebut akan menjadi milik koptan bersangkutan dan dikembangbiakan dan hasilnya untuk masyarakat.

Dikatakannya, dari 30 ekor kambing yang diberikan kepada koptan tersebut, saat datang berumur sekitar 6 bulan. Namun selama setahun ini sebanyak 18 ekor mati disebabkan sakit mencret. Saat ini hanya tinggal 12 ekor lagi ditambah dengan 4 anaknya jadi jumlahnya menjadi 16 ekor.

Ditambahkannya, anggota koptan hanya menyediakan lahan untuk kandang saja
sedangkan sarana prasarananya diberikan oleh Distan mulai dari kayu untuk kandang, seng, dan lainnya. “Pokoknya kita tinggal mengembangkannya saja,” ujarnya.

Hanya saja dirinya berharap jika kambing ini sakit mencret, khususnya agar selalu disediakan obat untuk mengantisipasi agar kambing ini mati. “Mantri hewannya memang ada bahkan bisa meninjau kemari setiap hari untuk mencek kesehatan kambing sekaligus memberikan pengrahan kepada kami, tapi kadang obatnya tidak ada di Dinas, katanya kosong, makanya kia berharap ke depannya untuk pengobatan lebih diutamakan lagi,” harapnya.

Sementara itu Kadistan Psp, Ir Aswin Siregar MM, melalui Kepala Bidang (Kabid) Hewan dan Perikanan, H Saleh Nasution, didampingi petugas UPT Kesehatan Hewan, Yusuf, kepada METRO Sabtu (30/1) mengatakan, kambing tersebut berasal dari bantuan dana bawahan (BDB) dari tingkat I Provsu, yakni sebanyak 60 ekor kambing jenis peranakan Etawa, dan diberikan kepada dua koptan ternak yakni Kotpan Melati di Kecamatan Psp Tenggara dan satu koptan lainnya di Kecamatan Psp Batunadua tahun 2008 lalu.

Dipilihnya jenis kambing ini dikarenakan mempunyai daya jual yang tinggi, yakni untuk yang berumur sekitar 2 tahun saja sudah mempunyai nilai jual sekitar Rp2,5 juta dengan daging berkisar antara 8-9 kilogram dan tentunya jauh sekali jika dibandingkan dengan kambing biasa.

“Diharapkan masyarakat mempunyai pendapatan tambahan dari beternak kambing. Sebab, kambing ini juga bisa dikawinkan dengan kambing lokal, harganya sangat tinggi, dagingnya banyak karena ukuran tubuh kambing ini memang sangat besar, pokoknya sangat untung kita beternak kambing jenis
Etawa ini,” sebutnya.

Pada umur satu tahun kambing Etawa sudah bisa bereproduksi dan biasanya sekali enam bulan bisa melahirkan satu keturunan kambing, dengan maksimal hingga umur 7 tahun masih bisa melahirkan atau dalam setahun. Jika kondisinya baik kambing jenis ini bisa melahirkan 2 kali dalam setahun dan dalam pemeliharannya cukup hanya diberi makan rumput seperti kambing seperti biasanya.

“Dalam setahun bisa melahirkan sampai dua kali, umurnya sampai 7 tahun masih bisa melahirkan, peliharanya mudah, tapi nilai jualnya sangat tinggi. Sehingga kita harapkan ini akan menjadi percontohan yang baik dan bisa dikembangkan ke depannya, meskipun kita harus berjuang untuk mendapatkannya dari bantuan tingkat I maupun pusat, jadi semua kambing itu sudah kita salurkan kepada masing-masing koptan penerimanya,” pungkasnya. (***)

POST ARCHIVE: This content is 8 years old. Please, read this content keeping its age in Mind
google Melahirkan 2 Kali dalam Setahun, Berat 8 Kg Dijual Rp2,5 Juta   Beternak Kambing Etawa Menjanjikanfacebook Melahirkan 2 Kali dalam Setahun, Berat 8 Kg Dijual Rp2,5 Juta   Beternak Kambing Etawa Menjanjikantwitter Melahirkan 2 Kali dalam Setahun, Berat 8 Kg Dijual Rp2,5 Juta   Beternak Kambing Etawa Menjanjikanlinkedin Melahirkan 2 Kali dalam Setahun, Berat 8 Kg Dijual Rp2,5 Juta   Beternak Kambing Etawa Menjanjikanemail Melahirkan 2 Kali dalam Setahun, Berat 8 Kg Dijual Rp2,5 Juta   Beternak Kambing Etawa Menjanjikanprint Melahirkan 2 Kali dalam Setahun, Berat 8 Kg Dijual Rp2,5 Juta   Beternak Kambing Etawa Menjanjikan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*