MELETUSNYA GUNUNG SINABUNG DALAM PHOTO EKSKLUSIVE TRIBUN MEDAN

Inilah detik-detik saat Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, akhirnya meletus. Letusan pertama terjadi pada Minggu (29/8/2010) pukul 00.02 dini hari. Lahar panas yang berpijar terlihat mengalir dari lereng gunung berapi setinggi 2.400-an meter tersebut. Letusan ini juga mengeluarkan debu tebal yang bercampur belerang. Debu tebal sudah sampai ke wilayah Brastagi. Ribuan warga sudah mengungsi ke Kabanjahe, Ibu Kota Karo.(*)
TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Wajah seorang warga terlihat sudah ditutupi debu vulkanik saat Kota Berastagi diguyur hujan Debu Vulkanik pasca-meletusnya Gunung Sinabung, di Tanah Karo,Sumatera Utara, Minggu (29/8/2010) dini hari pukul 00.15 WIB. Akibat meletusnya Gunung Sinabung dan disusul dengan hujan debu vulkanik, warga di Kabupaten Karo panik dan berbondong bondong menyelamatkan diri. (*)
TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Ribuan warga dari berbagai desa di kaki Gunung Sinabung, Tanah Karo, Sumatera Utara, hingga Minggu (29/8/2010) dini hari, masih terus berdatangan ke kawasan Berastagi dan Tanah Karo. Nyaris di semua wajah warga terdapat debu vulkanik. Debu tersebut semakin tebal setelah Gunung Sinabung yang terakhir kali meletus pada tahun 1600, kembali meletus pada Minggu (29/8/2010) pukul 00.15 WIB. (*)
TRIBUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Pasca-meletusnya Gunung Sinabung, Minggu (29/8/2010) dini hari, Kondisi Kota Berastagi saat ini diguyur hujan debu vulkanik. Partikel-partikel terlihat beterbangan di udara. Kabut asap semakin tebal, bahkan menutupi beberapa ruas jalan di kota Berastagi. (*)
TRIBUN-MEDAN.COM, BERASTAGI - Suasana kota wisata, Berastagi, Tanah Karo, Sumatera Utara, Minggu (29/8/2010) dini hari pukul 03.00 WIB. Kota ini kini dipenuhi dengan debu vulkanik pasca-meletusnya Gunung Sinabung yang berjarak sekitar 30 kilometer dari kota Berastagi. Beberapa partikel terlihat berterbangan di atas kota Berastagi. Kabuat asap membuat beberapa jalan di kota ini jadi seperti 'bersalju'. Beberapa pengungsi dari kaki Gunung Sibayak masih terus berdatangan menyelematkan diri dan keluarganya ke kota berjarak sekitar 40 kilometer dari Medan itu. (*)
TRIBUN-MEDAN.COM, BERASTAGI - Ribuan warga mengungsi dari kaki Gunung Sinabung, Tanah Karo, Sumatera Utara, setelah gunung tersebut meletus pada Minggu (29/8/2010) dini hari pukul 00.15 WIB. Terlihat dalam gambar yang berhasil direkam fotografer Tribun Medan, ribuan warga menembus kegelapan malam sembari membekap tubuhnya dengan kain sarung seadanya demi menghindari larva pijar yang masih terus menyembur dari kawah Gunung Sinabung. (*)
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dedy Sinuhaji, fotografer Tribun Medan yang langsung terjun ke sekitar kawasan Gunung Sinabung, Tanah Karo, Sumatera Utara, sejak Jumat (27/8/2010) malam. Hingga malam ini, Dedy masih terus mengambil gambar di sekitaran kota Simpang Empat, Berastagi. Terlihat dalam gambar, sang fotografer juga tak luput dari hantaman debu vulkanik yang meletus dari kawah Gunung Sinabung, Minggu (29/8/2010) dini hari pukul 00.15 WIB. Hingga pukul 03.00 WIB ini, Dedy melaporkan bahwa debu vulkanik masih terus mengepul hingga kota Berastagi. Bahkan, beberapa ruas jalan di kota Berastagi yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Gunung Sinabung sudah tertutupi debu vulkanik. Sekadar diketahui, kota Berastagi berjarak sekitar 40 kilometer dari pusat kota Medan, Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara. (*)
TRIBUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Ribuan warga dari berbagai desa di kaki Gunung Sinabung, Tanah Karo, Sumatera Utara, mengungsi setelah gunung tersebut meletus pada Minggu (29/8/2010) Warga meninggalkan rumah dan kampung halamannya dengan perbekalan seadanya. Maklum, sehari sebelumnya, BMKG menyatakan pengungsi sudah bisa kembali ke kediamannya masing-masing karena aktivitas Gunung Sinabung tidak berbahaya. Namun tiba-tiba, diawali gempa vulkanik, Gunung Sinabung memuntahkan larva pijar yang terlihat jelas dari kota Berastagi. Sejauh ini larva tersebut masih jatuh di kepundan gunung, namun bukan tidak mungkin bakal menghajar pemukiman penduduk di kaki gunung. (*)
TRIBUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Hingga Minggu (29/8/2010) pukul 04.00 WIB, hujan debu masih terus terjadi di kota Berastagi, Sumatera Utara. Akibatnya, beberapa warga yang sedang menikmati makan sahur terpaksa berselimutkan debu vulkanik. Debu vulkanik ini mencapai daerah Berastagi setelah Gunung Sinabung meletus pada Minggu (29/8/2010) dini hari pukul 00.15 WIB. Padahal, daerah ini berjarak 30 kilometer dari Gunung Sinabung. (*)

—————————
Gunung Sinabung, Riwayatmu Kini

TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJI Detik-detik saat Gunung Sinabung, di Tanah Karo, Sumatera Utara meletus Minggu (29/8/2010) pukul 00.15 WIB.

TRIBUN-MEDAN.com – Gunung Sinabung di Tanah Karo, Sumatera Utara, terakhir kali diperkirakan meletus tahun 1600 M. Namun, Minggu (29/8/2010), gunung ini kembali meletus dan memuntahkan larva pijar. Berikut data-data penting tentang Gunung Sinabung:

* Gunung Sinabung adalah nama sebuah gunung di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

* Sinabung bersama Sibayak di dekatnya adalah dua gunung berapi aktif di Sumatera Utara. Dengan ketinggian 2.460 meter diatas permukaan laut (mdpl), gunung ini menjadi puncak tertinggi di Sumatera Utara.

* Koordinat puncak gunung Sinabung adalah 3 derajat 10 menit LU, 98 derajat 23 menit BT. Kaki gunung Sinabung jadi objek wisata andalan Sumatera Utara.

* Sejak Jumat (27/8/2010) gunung ini mulai menunjukkan aktifitasnya. Sinabung terus mengeluarkan asap sampai akhirnya meletus pada Minggu (29/8/2010) dini ahri sekitar pukul 00.45 WIB.

Ketinggian              : 2.460 mdpl
Jenis                       : Stratovolcano
Umur batuan         : Pleistocene
Letusan terakhir   : Tidak Diketahui, tapi diperkirakan pernah meletus pada tahun 1600 M

Stratovolcano ialah pegunungan (gunung berapi) yang tinggi dan mengerucut yang terdiri atas lava dan abu vulkanik yang mengeras. Bentuk gunung berapi itu secara khas curam tampaknya karena aliran lava yang membentuk gunung berapi itu amat kental, dan begitu dingin serta mengeras sebelum menyebar jauh. (*)

Photo-Phot0; TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJI

Sumber: www.tribun-medan.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Sidimpuan Darurat Asap

4 Komentar

  1. bagi pihak yang berwenang…tolong lah saudara2 kita yg mengalami bencana sinabung..
    mereka banyak yang memerlukan bantuan formil maupun materiil…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*