Melihat Perjuangan Bestari Pohan, Satu-satunya Srikandi Terpilih di Pilkades Tapsel

12 Nov ’09 – www.metrosiantar.com

Mantan Anak Kades Menang Mutlak Tanpa Kampanye

Yes...Srikandi Never Dead...!

Perempuan berkebaya hijau dan mengenakan jilbab putih itu, berjalan santai memasuki pelataran kantor Bupati Tapanuli Selatan, di Jalan Kenang. Kota Padangsidimpuan, Rabu (11/11). Selanjutnya, perempuan berkacamata tersebut, ikut berbaris bersama 80an pria yang terpilih sebagai kepala desa pada pesta rakyat beberapa waktu lalu. Bestari Pohan (44) begitu namanya disebut. Dia adalah satu-satunya srikandi yang terpilih duduk di kursi kepala desa. Seperti apa perjuangannya? Berikut penuturan ibu lima anak ini.

BORNEO DONGORAN-TAPSEL

Bestari memulai kisahnya dengan menceritakan kesehariannya sebagai petani untuk menghidupi buah hati yang dilahirkannya. Selanjutnya, ia bercerita awal perjuangannya sebagai calon kepala desa. “Sedikitpun dalam benak tidak ada terbersit untuk ikut di Pilkades meskipun ayahnya adalah mantan Kades,” ucapnya.

Apalagi, lanjutnya, ia tidak memiliki uang untuk suksesikan diri ke tengah-tengah masyarakat. Namun, karena dari kampung mereka tidak ada yang maju, masyarakatpun mendorongnya untuk ikut. “4 hari sebelum masa pendaftaran tutup saya didorong masyarakat untuk ikut, dan saya ikut mendaftar,” ucap Bestari.

Tidak hanya support, masyarakat juga secara bersama-sama membantu keuangan dirinya dalam suksesi. “Tapi tidak mungkin masyarakat saya beratkan lagi untuk membantu keuangan saya, apalagi untuk kampanye,” tutur boru Pohan.

Akhirnya, ia mengaku tidak melakukan kampanye seperti halnya sebuah pesta demokrasi. Namun, ketika masyarakat ada meminta pertolongan, dibantunya dengan ihklas. “Kadang ketika saya di pasar, saya lihat anak-anak merengek minta jajan sama ibunya. Kalau itu saya belikan jajannya, biar anak itu senang. Kadang saat pulang ke kampung dari belanja di pasar, saya bayari ongkos warga saya. Itu saja,” sebut Bestari.

Baca Juga :  Belum satupun alokasi anggaran SKPD selesai dibahas

Ditanya soal organisasi yang aktif diikuti, ia menjawab tidak ada. Pasalnya, ia hanya mengikuti pengajian ibu-ibu di kampung, aktif di acara adat desa dan semua kegiatan sosial masyarakat. Selama ini, dirinya selalu berbuat baik kepada masyarakat dan apa yang bisa dibantunya kepada masyarakat selalu diberikannya dengan ikhlas.

Memang, akunya, selama 5 tahun terakhir ini, dirinya sering membagikan bibit tanaman muda seperti terung, cabe dan lainnya kepada masyarakat dengan gratis dengan tujuan agar pendapatan masyarakat bisa meningkat.

“Saya selalu dikasih bibit tanaman dari adik saya yang di Kalimantan. Itu yang selalu saya bagikan secara gratis selama ini kepada masyarakat agar pendapatan masyarakat yang mayoritas petani bisa meningkat. Tidak ada hubungannya dengan Pilkades,” pungkasnya.

Menang atau kalah, menurutnya, sejak mendaftar dirinya sudah siap lahir batin. Uniknya, meskipun tak berharap terpilih ia justru menang mutlak. Disebutkan boru Pohan, dirinya memperoleh 145 suara, sedangkan saingannya Amron meraih 62 suara, 43 tidak memilih dan 6 suara dinyatakan batal.

“Saya hanya percaya diri saja,” tutur alumni UMTS Fakultas Hukum tahun 1997 ini. Tampaknya, Kamis (5/11) merupakan hari yang penting bagi Bestari Pohan. Pasalnya, ibu dari lima anak ini menjadi salahsatu kandidat calon kepala desa di Batang Tura Julu (gabungan desa Tanjung Sungai dan Aek Balakka), Kecamatan Sipirok

Tugas berat sudah menanti di depan, dan yang menjadi prioritas Bestari ke depan, yang paling utama adalah membantu masyarakat miskin dalam sektor pertanian. Khususnya, juga dalam peningkatan pengetahuan tentang hukum, sehingga masyarakat tahu hukum.

Baca Juga :  Dipertanyakan, 1.371 Warga Kebun Jadi Pemilih di Pilgubsu

Kemudian, perjuangan dana perbaikan irigasi sepanjang 3 kilometer yang sudah banyak bocor sehingga di musim kemarau, hanya sebagian masyarakat yang bisa bercocok tanam, itupun di bagian hulu irigasi. Mengingat, mayoritas masyarakat kehidupannya adalah petani padi, aren dan lainnya. Apalagi sekitar 200 hektar areal sawah masyarakat dialiri irigasi yang bersumber dari Aek Kambiri.

“Ada memang yang bertanam 2 kali setahun, tapi itu hanya yang memiliki sawah di bagian hulu irigasi. Insya Allah, saya ikhtiarkan, kalau ada dana bantuan pembangunan desa nantinya, utamanya akan kami gunakan untuk memperbaiki irigasi yang bocor,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, kepala badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Tapsel, Drs H Rustam Efendi Hasibuan MM, mengungkapkan, ada 6 calon kades perempuan yang ikut Pilkades serentak 5 November lalu, namun satu yang terpilih. (***)

Link: https://apakabarsidimpuan.com/2009/11/melihat-perjuangan-bestari-pohan-satu-satunya-srikandi-terpilih-di-pilkades-tapsel/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*