Memalukan, Pengurus PSSI Sumut Dukung Nurdin Halid

JAKARTA – Keputusan seorang pengurus Pengprov PSSI Sumut mengikuti tur Eropa yang digelar pengurus PSSI Pusat pimpinan Nurdin Halid, mendapat reaksi keras dari sesepuh olahraga Sumut Prof Johar Arifin Husen.

Menurutnya, apa yang dilakukan oknum pengurus tadi jelas tidak mencerminkan semangat perubahan yang tengah diapungkan. Sebab dengan demikian, yang bersangkutan sudah pasti akan kembali mendukung keberadaan Nurdin Halid di kursi orang nomor satu PSSI.

“Ini jelas memalukan. Di tengah upaya berbagai pihak untuk melakukan perubahan, masih ada saja pihak-pihak yang tetap ingin mempertahankan status quo. Padahal, saat ini ‘gong’ perubahan terus kencang ditabuh, demi mengembalikan prestasi sepakbola nasional,” sesal Johar kemarin malam.

Parahnya lagi, tambah mantan wasit nasional dan FIFA tersebut, mereka yang tetap mendukung keberadaan Nurdin justru mengorbankan kepetingan sepakbola nasional demi keuntungan pribadi. Karena itu, dia pun memastikan mereka yang tidak mendukung upaya perbaikan tak pantas lagi diberi kepercayaan mengurus sepakbola. Terutama bagi mereka yang berasal dari Sumatera Utara.

“Kita tidak bisa berharap banyak dengan orang-orang seperti itu. Padahal, sepakbola di Sumut sendiri butuh perhatian demi perbaikan yang lebih baik. Tapi apa yang bisa diharapkan dari mereka yang lebih mementingkan urusan pribadi? Publik harus bisa melihat realita yang terjadi,” tambah Johar.

Dia pun menyampaikan harapannya kepada empat perwakilan Sumut yang memiliki suara saat kongres PSSI digelar, yakni Pengprov Sumut, PSMS Medan, PGM, dan Putra Asahan. “Saya kenal dengan empat pemilik suara asal Sumut tersebut dan saya yakin mereka akan memberikan yang terbaik untuk sepakbola nasional,” tandas Johar.

Baca Juga :  Ternyata, Kejati Belum Ajukan Izin Periksa Walikota Medan

Sekum PSMS Medan Idris SE yang dikonfirmasi terpisah, masih enggan memberikan jawaban. Dia berdalih, masih menunggu arahan dari Ketua Umum Dzulmi Eldin selaku pengendali kebijakan organisasi. Tapi secara pribadi, dia meminta kepada Nurdin  tidak lagi mencalonkan diri, setelah yang bersangkutan tak lagi diberi izin dari FIFA.

“Sudah saatnya memberikan tongkat estafet kepada orang lain. Bagaimana pun, beliau sudah jelas dilarang oleh FIFA,” tegas Idrus.

“Satu hal lagi, jangan sampai memaksakan diri sehingga menimbulkan perpecahan. Kalo sudah begitu, yang menjadi korban adalah sepakbola nasional,” katanya menambahkan. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Kesenangan pribadi dan mengamankan posisi bisa merubah pola pikir pengurus untuk membuat persepakbolaan Nasional ini menuju lebih baik, bahkan tidak mau pusing dengan perbaikan… yang penting kepentingan dan kenikmatan pribadi….

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*