Membangun Indonesia yang Lebih Rasional

Oleh : TRIAS WIDHIE *)

6441545f84c2c73df7667626fb8bbdf163fe35c Membangun Indonesia yang Lebih RasionalIndonesia adalah sebuah yang selalu menjadi pangsa menarik untuk berbagai macama buku sejarahnya sendiri yang ditulis dengan berbagai persi.. Penulisan buku tentang sejarah Indonesia ditulis berdasarkan selera dan perspektif sang penulis.. Obyek kajiannya adalah individual yang bisa dianalisis baik atau buruknya.. Pembaca disodori apa saja tanpa membantah sepatah kata pun, seperti membeli gado-gado di terminal bus.. Sebaiknya bersama kita membangun budaya kritik yang mencerahkan semua pihak, terutama penguasa.. Didorong paksa supaya ada inisiatif untuk membangun suatu struktur kabinet, struktur pemerintahan dan sistem birokrasi yang didasarkan atas kebutuhan pembagian tugas secara rasional, sehingga negeri ini terbebas dari beban korupsi yang terus membengkak tanpa terkendali..

Alangkah baiknya jika dilakukan riset mendalam dan komprehensif tentang dunia korupsi di negeri kita dengan postulat ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan dari sudut manapun.. Selama ini korupsi hanya dipandang sebagai kerendahan sikap moral semata.. Tidakkah kita memandangnya dari sudut struktur kabinet, sistem birokrasi, standar penggajian (bonus), pengawasan politik dan sosial, latar belakang budaya dan psikologi kliptomania serta aspek lainnya..

Negara ini sangat kaya tetap tidak miskin, sekalipun dijarah dari delapan penjuru angin.. Hanya rasanya di Asia Tenggara ini tingkat kesejahteraan masih tertinggal, apalagi dikomparasikan dengan Eropa Barat, Asia Timur dan Amerika Utara.. Adakalanya dalam pikiran timbul pertanyaan.. “Mengapa struktur tidak dibahas secara tegas dalam UUD 1945, agar tidak terjadi perubahan drastis bilamana pergantian rezim terjadi..??

Baca Juga :  Belajar dari Pilkada Sumut dan Jabar

Kehebatan komunisme di Eropa hancur tanpa sebutir roketpun diluncurkan.. Mereka hancur sendiri, karena struktur pemerintahan/kabinet dan sistem birokrasi yang dikembangkan sangat lebar dan gemuk sulit diawasi secara formal.. Hancur karena k…orupsi.. PKI di negeri kita karena struktur hierarki organisasinya tidak sebanding dengan ambisinya.. Semua serba sentralistik..

Fakta itulah yang membuat negara di belahan Amerika, Eropa dan Asia Timur mengklaim sistem demokrasi lebih unggul dibanding komunisme.. Tentu saja, karena mereka memiliki hierarki struktur pemerintahan dan sistem birokrasi yang lebih sederhana.. Lebih mudah dikontrol dari manaun oleh siapapun.. Semua serba berpedoman pada logika keilmuan dan dicatat tegas dan jelas dalam undang-undang dasar mereka.. Legal formalnya jelas..

Dan, Indonesia sudah memilih demokrasi sebagai jalan terbaik untuk membangun kesejahteraan rakyat yang lebih baik.. Sayangnya dasar penyusunan struktur pemerintahan dan dan sistem birokrasi kita didasarkan atas subyektivitas penguasa dan mengabaikan landasan logika keilmuan serta mencari alasan dari aspek legal formal yang tidak jelas juntrungannya.. Setiap perubahan rezim kekuasaan dari atas sampai ke bawah pasti berubah total.. Demokrasi yang mengacu kepada sentralistik dan oligarkhi..

China sepertinya mencoba mengakomodir dan memadukan komunisme dan demokrasi dalam naungan struktur pemerintahan dan sistem birokrasi yang lebih terkendali.. Inspirasi Hongkong dan Macau telah memberikan angin segar dalam pembangunan infrastruktur dan suprastruktur politik yang jelas.. Korupsi dibabat habis sampai tandas.. Beberapa tahun belakangan ini China adalah negara kompetitor ekonomi kelas dunia yang setara dengan negara maju lain di dunia.. Vietnam sepertinya mengikuti langkah mereka dan hasilnya mulai nampak jelas..

Baca Juga :  Preman dan Petrus

Bagaimana membangun Indonesia masa depan..?? Masih belum terbayangkan dalam pikiran rakyat termasuk pikiran kita, di mana sekarang mulai ada stigma ekstra parlementer..?

Sumber :  http://www.facebook.com/pages/Jurnalisme-Fesbuk/119461051440326#!/notes/jurnalisme-fesbuk/membangun-indonesia-yang-lebih-rasional/150214915016641

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*