Membedah Perilaku Berinternet Orang Indonesia

TEMPO Interaktif, Jakarta– Kegiatan apa saja yang Anda lakukan ketika mengakses Internet? Berdasarkan studi Yahoo! Net Index 2011, kegiatan yang paling banyak dilakukan orang Indonesia ketika mengakses Internet adalah berselancar di jejaring sosial.

“Angkanya meningkat drastis dibandingkan dua tahun lalu,” kata Deputy Managing Director TNS Indonesia Suresh Subramanian di Jakarta, Selasa lalu. Temuan itu diperoleh dalam penelitian yang dilakukan terhadap 2.770 responden di sejumlah kota besar di Tanah Air, seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar dari Januari sampai Maret tahun ini.

Sebanyak 89 persen dari jumlah responden tersebut menyatakan aktivitas online yang paling sering dilakukan adalah mengakses layanan social networking, seperti Facebook, Twitter, dan LinkedIn. Tak mengherankan jika Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai pengguna Facebook terbanyak di dunia dan di posisi ketiga untuk layanan situs mikroblogging Twitter. Padahal dalam survei serupa yang dilakukan pada 2009 dan 2010 menunjukkan, minat pengguna Internet terhadap jejaring sosial baru 58-77 persen.

Tingginya pengguna media sosial di Indonesia, menurut Suresh, lantaran semakin mudah orang mengakses Internet, baik melalui komputer pribadi maupun ponsel. Namun di balik kemudahan akses Internet, kata Suresh, ada faktor budaya yang menyebabkan gelombang pengguna jejaring sosial di Indonesia langsung membeludak. “Budaya atau sikap pemalu membuat mereka tak perlu bertatap muka, sehingga lebih nyaman mengungkapkan pikirannya melalui media sosial,” katanya.

Baca Juga :  Akun Zuckerberg Jebol, Keamanan FB Diperkuat

Suresh memperkirakan tingginya animo masyarakat terhadap jejaring sosial belum akan mereda sampai beberapa tahun ke depan. “Social media sulit terbendung karena pada dasarnya setiap orang ingin dan senang berbagi,” katanya. Namun Suresh percaya suatu saat nanti jumlah pengguna layanan ini akan stabil.

Selain menyambangi media sosial, kegiatan berikutnya yang paling sering dilakukan adalah menggunakan mesin pencari, layanan pesan instan, e-mail, dan membaca berita. Suresh mengatakan seiring dengan banyaknya pengguna jejaring sosial, terjadi perubahan dalam memilih dan berbagi dengan teman online. “Mereka semakin selektif,” ujarnya. Tak seperti dulu, ketika pengguna memampangkan identitas dirinya, seperti nama lengkap, alamat rumah, e-mail, dan nomor yang dapat dihubungi, kini mereka hanya memunculkan sedikit informasi tentang dirinya.

Dari survei ini juga ditemukan bahwa masyarakat semakin terbuka terhadap layanan jual-beli online atau e-commerce. “Tapi mereka belum percaya dengan model pembayaran online,” kata Suresh. Kebanyakan penilik situs komersial hanya melakukan riset produk, perbandingan harga, dan mengkonfirmasi pembelian. Apabila ada produk yang cocok, mereka kemudian membayarnya melalui transfer bank atau tunai.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*