Membendung Pencaplokan Tanah dan Pencurian Kayu Oleh Toba Pulp Lestari: Masyarakat Angkola Timur Bangun Paret Blokade

siturbis 2 Membendung Pencaplokan Tanah dan Pencurian Kayu Oleh Toba Pulp Lestari: Masyarakat Angkola Timur Bangun Paret Blokade
Excavator Backhoe sedang mengorek paret besar di batas Jalan Lingkar Selatan pertapakan Kantor Bupati Tapsel di Siturbis.

Siturbis, Munculnya ancaman managemen Pt. Toba Pulp Lestari (TPL) Sektor Tapsel/Padangsidimpuan akan pakai cara kekerasan dikawal aparat bersenjata untuk mengambil ribuan M3 kayu curian dari Banggua, masyarakat Kecamatan Angkola Timur membuat paret besar untuk memutus akses jalan masuk TPL. Belum diketahui reaksi TPL sementara instansi kehutanan masih memantau perkembangan.

Awalnya Koordinator Humas TPL, Betmen Ritonga sesumbar kepada beberapa pemuda Sipirok, akan melakukan upaya kekerasan dikawal aparat bersenjata untuk merampas gunungan kayu curian TPL di lokasi Banggua berasal dari penjarahan tanah milik warga Dusun Hutabaru yg beberapa bulan ini tetap gagal dilarikan karena selalu dihalangi ratusan massa petani. Seperti penuturan warga Sipirok Z. Siregar mengutip ocehan Humnas TPL Betmen Ritonga, “Kami sudah koordinasi Dinas Kehutanan Tapsel dan Sumut dan sudah lapor ke Polres Tapsel maka gunungan ribuan M3 kayu yg berada di lokasi Banggua, akan diambil paksa dikawal pasukan brimob”, ujar Betmen Ritonga yg ditirukan Z. Siregar.

Ketika info tsb diklarifikasi ke sumber di Satreskrim Polres Tapsel, jawabnya setelah kalahnya managemen TPL sewaktu Gelar-perkara September dan Rapat Klarifikasi Oktober 2012, belum ada pihak TPL melapor ke Polres. Dan hal sama dikonfirmasikan ke Plt Kadsihut Tapsel, Aswad Daulay dan Kabid Pengelolaan, Agus Salim Siregar kedua malah menyahut tidak tahu menahu.

Baca Juga :  Melintasi Jalinsum Paluta, Pemudik Diimbau Hati-hati

Begitupun lanataran masyarakat yang sudah banyak pengalaman selalu dibohongi dan dibodohi pihak TPL, berusaha membuat pertahanan sendiri. Seperti masyarakat DusunTanjung Sunge Desa Batang Tura Julu Kec. Sipirok memasang portal di jalan masuk ke lokasi hutan Pinus di Tanah Goti. Masyarakat Dusun Hutabaru dan Dusun Siturbis yg lokasi tanahnya di Banggua berada agak jauh dari pemukiman dan sulit diawasi setiap hari, membuat paret besar menutup akses jalan masuk pencurian kayu TPL dari simpang Dusun Janjimauli.

Paret besar lebar 3 meter kedalaman 2 meter tsb dibangun pas di tepi jalan lingkar Selatan pertapakan kantor Bupati Tapsel di Siturbis. Sa`at ditinjau beberapa pengamat Senin 24 Desember 2012 lalu, terlihat 1 unit excavator sedang menggali paret besar dengan diawasi M. Amin Siregar pemilik tanah yg dijarah TPL dan kini perkaranya masih berposes di Satreskrim Polres Tapsel, bersama Kepala Dusun Siturbis, Aslin Pakpahan.

Menurut Amin Siregar, “Paret ini sengaja dibangun di perbatasan Pertapakan Kantor Bupati Tapsel, agar pihak TPL takkan bisa menimbun kembali tanpa izin Pemkab Tapsel dan masyarakat Angkola Timur para pemilik tanah yg tergabung dalam Kelompok Tani Simatoktong”, papar Amin Siregar dan diamini Aslin Pakpahan. ( Hutasuhut )

siturbis 1 Membendung Pencaplokan Tanah dan Pencurian Kayu Oleh Toba Pulp Lestari: Masyarakat Angkola Timur Bangun Paret Blokade
Warga Hutabaru dan Kadus Siturbis sedang mengawasi pembuatan paret blokade pencurian TPL
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Radang Otak, Bocah Aek Bilah Kurus Kerempeng

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*