Memuluskan Rekayasa Manipulasi Perkara: Polres Tapsel Bohongi Pengadilan Negeri Padangsidimpuan

5288131486 50d86cb9e1 Memuluskan Rekayasa Manipulasi Perkara: Polres Tapsel Bohongi Pengadilan Negeri Padangsidimpuan
Kantor Pengadilan Negeri Padangsidimpuan, “ditipu polisi”. (Arm)

Padangsidimpuan, Citra dan pamor Polres Tapsel belakangan ini ambruk dalam pandangan kalangan pengamat hukum, buntut rekayasa penahanan seorang warga Kota Padangsidimpuan berkembang melibatkan instansi Pengadilan Negeri Padangsidimpian (PN-Psp) yang dibohongi Polres Tapsel demi memuluskan rekayasa manipulasi perkara.

Mulanya Polres Tapsel menangkap dan menahan Saut Halomoan Sitorus warga Gang Garuga Jl. Imam Bonjol Aek Tampang Kota Psp pada hari Kamis 08 Oktober 2010, atas dasar pengakuan seorang pengedar Ganja Marihot Siregar yang dipaksa Polres Tapsel untuk melibatkan Saut H. Sitorus. Ternyata setelah penangkapan, Marihot Siregar langsung dikonfrontir dengan Saut Sitorus, si Marihot mengaku tidak kenal dengan Saut Sutorus. Bahkan sa’at Polres Tapsel melakukan Test Urine kepada Saut Sitorus, ternyata hasilnya negatif.

Tetapi Polres Tapsel tetap degil ngotot menahan Saut Sitorus dengan SP.Han: No: 17/X/2010/Narkoba tgl. 09 Oktober 2010 selama 20 hari. Berlanjut Polres Tapsel meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Psp memperpanjang penahanan Saut Sitorus dengan Surat Penahanan No: B-246/SPP-/N.2.20/Epp.2/10/2010 tgl. 27 Oktober 2010 selama 40 hari s/d 08 Desember 2010.

Konyolnya, setelah masa penahanan dan penyidikan selama 60 hari, Polres Tapsel tidak becus membuktikan Saut Sitorus sebagai Tersangka pemakai Narkoba, apalagi untuk membuktikan Saut Sitorus pengedar Narkoba, tak ada unsur pembuktian yang memenuhi ketentuan KUHAP. Sebagaimana diketahui dari hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Saut Sitorus tgl. 22 Oktober 2010 yang dibuat Juru Periksa Bripka Hidayat Teja Sukmana serta BAP Konfrontir Saut Sitorus dengan Marihot Siregar di hadapan Juper Hidayat Teja S dan Penasehat Hukum Romi Pasaribu, SH tgl. 25 November 2010, terbukti tidak ada hubungan apapun antara Marihot Siregar dengan Saut Sitorus.

Sehingga Saut Sitorus hanya bisa diduga menjadi tersangka pemakai Narkoba Sabu-sabu diduga melanggar UU No: 35 Tahun 2009 pasal 127 dengan waktu penyidikan Polres Tapsel dibatasi cuma selama 60 hari sesuai KUHAP, dan tidak bisa dituduh sebagai pengedar Narkoba melanggar UU 35/2009 pasal 112 dan 114.

Baca Juga :  Buntut Dugaan Kutipan Masuk jadi Bidan PTT - Wali Kota Psp Diminta Copot Oknum Dinkes

Bobrok

Kebobrokan Polres Tapsel semakin terungkap ketika terbongkar kasus surat Polres Tapsel merekayasa lampiran resume perkara yng isinya banyak keterangan palsu membohongi PN-Psp. Dalam Surat Polres Tapsel No: B/17.b/XII/2010 tgl. 03 Desember 2010 perihal permintaan perpanjangan penahanan Saut Sitorus menjadi 90 hari. Dalam surat Polres ke PN-Psp tsb terlampir Laporan Polisi No: Lp/135/X/2010/SU/TPS.Narkoba tgl. 07 Oktober 2010 serta Resume Sat Narkoba Polres yang diteken Kasat Narkoba AKP S. Nainggolan bersama Juper Bripka Hidayat Teja S tgl. 25 Oktober 2010 yang masih menyebutkan Saut Sitorus bersama Marihot Siregar adalah pengedar Narkoba Sabu-sabu.

Di sisi lain, pihak Kejari Psp terlihat berhati-hati untuk menerima Berkas Perkara Saut Sitorus. Terbukti sudah 2 (dua) kali Jaksa Kejari Psp menolak pelimpahan berkas perkara dari Polres Tapsel, dengan Surat P-19 No: B-2236/N.2.20/Epp.1/11/2010 tgl 03 November 2010 serta Surat P-19 yang kedua No: B-2417/N.2.20/Epp.1/12/2010 tgl. 16 Desember 2010. Menegaskan bahwa berkas perkara Saut Sitorus tidak lengkap karena petunjuk Jaksa terdahulu belum terpenuhi.

Namun Ketua PN-Psp, Musthofa, SH yang terima surat permintaan Polres Tapsel yang berisi keterangan palsu bertujuan menipu PN-Psp agar Saut Sitorus bisa terus ditahan, lalu terbitkan Surat Penetapan Perpanjangan Penahanan Saut Sitorus No: 33/Pen.Pid/2010/PN.Psp tgl. 06 Desmber 2010 mengatur bahwa Saut Sitorus tetap ditahan s/d tgl. 07 Januari 2011.

“Ini kan jelas Polres Tapsel sudah memanipulasi perkara. Suami saya dan Marihot Siregar sudah diperiksa dan dibuat BAP masing-masing, tegas menyebut bahwa suami saya Saut Sitorus tak ada hubungan dengan Marihot Siregar, tapi kenapa Polres Tapsel masih buat Resume tgl 22 Oktober 2010 bahwa suami saya bersama Marihot Siregar dituduh pengedar Narkoba? Jadi apa artinya BAP Lanjutan suami saya tgl. 22 Oktober 2010 dan BAP Konfrontir tgl  yang membuktikan suami saya bukan pengedar Narkoba? Ini fakta hukum Polres Tapsel sudah memanipulasi perkara bahkan telah membohongi dan menipu PN-Psp”, tuding Risma Boru Nainggolan blak-blakan.

Baca Juga :  Aksi Warga Hotagodang Muda se JABODETABEK - Menolak Operasi PT. SMM di Lanjutkan

Kapolres Tapsel, AKBP Drs. Subandriya dan Kasat Narkoba, AKP S. Nainggolan tak bisa dihubungi. Sebaliknya, Humas PN-Psp, Tommy Manik, SH menjelaskan bahwa PN-Psp tidak bisa mencampuri urusan materi perkara yang sedang disidik Polres Tapsel. “Sesuai KUHAP setiap permintaan polisi akan dikabulkan PN-Psp. Soal isi surat Polres apa benar atau bohong dan jujur atau tipu, itu nanti jadi resiko dan ada konsekwensi hukum bagi Polres Tapsel. Nanti jika berkas perkara diterima Jaksa kan bakal terbongkar semua di persidangan? Dan kalau berkas perkara terus menerus ditolak Jaksa, Polres kan wajib buat SP-3 penghentian penyidikan? KUHAP Republik Indonesia memang masih jauh dari sempurna, sehingga sebaiknya Saut Sitorus sabar dan nanti bisa gugat rehabilitasi nama baik serta tuntut ganti-rugi ke Polri” , papar Humas PN-Psp. (ArM-Alarm)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Kita Setuju Narkioba diberantas Karena Merusak Semua generasi.. mau jadi apa kita kedepan klo Narkoba sudah ada dimana-mana dalam sendi2 kehidaupan… TAHUKAH ANDA Sekali ANDA memakai NARKOBA maka semua ujung saraf di selruh jaringan tubuh anda akan putus.. dan butuh waktu yg cukup lama utk memperbaikinya itupun dgn pola hidup teratur, Makan, olah raga dan istirahat yg Cukup…Nah pak POLISI.. jg hrs Profesional dlm menjalankan tugasnya.. Jangan karena hanya mengejar TArget KINERJA,,, org lain yg tdk bersalah jadi KORBAN…. Kan dlm hukum adaistilah.. DARIPADA MENGHUKUM SATU ORG YG TDK BERSALAH Lebih baik membebaskan 100 orang yg besalah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*