Mendagri Berhentikan Bupati Palas

JAKARTA ( Berita ) : Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi akan memberhentikan Basyrah Lubis dari jabatannya sebagai Bupati Padang Lawas (Palas),Sumatera Utara, terkait keputusan Mahkamah Agung.  Mendagri akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) pemberhentiannya dalam pekan ini.

“SK-nya  sudah ada di meja saya dan akan segera saya teken. Saya juga sudah konsultasi ke Mahkamah Agung. SK dapat diterbitkan tanpa harus menunggu putusan PK,” kata Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi kepada wartawan seusai menghadiri penanda-tanganan kerjasama antara Perumnas dan bupati/walikota di Jakarta, Selasa (3/4).

Keputusan  MahkamahAgung telah berkekuatanhukum tetap memonis Basyrah Lubis bersalah dengan hukuman 6 bulan percobaan. Selain memberhentikan Basyrah Lubis, Mendagri juga akan memberhentikan tiga kepala daerah lainnya, yakni Walikota Bekasi Mochtar Muhammad, Bupati Subang dan Bupati Lampung Utara. Alasannya sama, telah diperoleh putusan hukum berkekuatan hukum tetap (inkrach).

Menurut Mendagri, keputusan pemberhentian ketiga kepala daerah telah sesuai dengan UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang mengamanatkan pemberhentian bagi kepala daerah yang telah dihukum dengan keputusan berkekuatan hukum tetap.

Sebagaimana diwartakan,mantan Camat Barumun,Kabupaten Tapsel, Basyrah Lubis   (saat ini menjabat Bupati Palas-red) divonis majelis hakim Mahkamah Agung (MA) dengan Ketua Majelis, H Mansur Kartayasa beserta anggota  M Zahruddin Utama M dan R Imam Haryadi, pidana penjara 6 bulan dengan masa percobaan 1 tahun karena terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana memalsukan surat.

Baca Juga :  Kisah Suka Duka Petani Karet Palas

Majelis hakim MA yang memeriksa perkara tersebut dalam salinan putusan MA Nomor 1021 K/Pid/2009 menyatakan, kalau pidana tersebut tidak perlu dijalankan terdakwa, kecuali apabila dikemudian hari dengan putusan hakim terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pindana sebelum masa percobaan selama 1 tahun terakhir. (WSP/j02)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*