Mendagri Pasrahkan Batas Rohul-Palas ke Bupati

JAKARTA – Penyelesaian sengketa batas antara Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, dan Kabupaten Padang Lawas (Palas) diserahkan ke kedua bupati daerah tersebut. Jika kedua bupati sudah mencapai kesepakatan, hasilnya diserahkan ke Mendagri Gamawan Fauzi, untuk selanjutnya dikeluarkan SK Mendagri mengenai penetapan batas dimaksud.   Menurut Direktur Wilayah Administrasi dan Perbatasan Ditjen Pemerintahan Umum (PUM) Kemendagri, Eko Subowo, mengapa bukan Tim Penetapan Batas Kemendagri yang langsung turun tangan karena dikhawatirkan ada penolakan dari pihak-pihak yang berkepentingan di sana.

“Jadi, tindak lanjut di lapangan diurus kedua pihak karena mereka juga nanti yang mengeksekusi. Kalau kita yang turun, ntar bisa ada resistensi,” ujar Eko Subowo kepada koran ini di Jakarta, kemarin (24/2).

Kedua pihak, katanya, sudah menyepakati mekanisme itu dalam pertemuan yang difasilitasi Kemendagri di Jakarta, Kamis (23/2) lalu. Hadir di pertemuan itu, Asisten I Pemprov Riau Abdul Latief Bupati Rohul Achmad dan Kepala Biro Pemerintahan Setdaprov Riau Rizka Utama Wakil Bupati Rohil Suyatno. Juga Asisten I Pemprov Sumut Hasiholan Silaen, Bupati Labusel Wildan Aswan Tanjung dan Sekda Kabupetan Palas Gusnar Hasibuan.

Eko menjelaskan, khusus batas Rohul-Palas, persoalan menyangkut titik batas P49 sampai P58 yang disengketakan, kedua pihak sepakat menggunakan peta Rupabumi Indonesia Indonesia (RBI) terbitan Bakosurtanal sebagai referensi utama dan peta terbitan Dinas Tapograpi TNI-AD sebagai referensi pelengkap untuk pelacakan secara kartometrik di atas peta. Dikatakan, kedua bupati akan menentukan dan menyepakati titik koordinat pilar batasnya, yang harus sudah diserahkan ke Mendagri paling lambat minggu ke empat bulan April 2012.  “Tapi kalau sulit menyepakati kesepakatan, ya akan makan waktu lagi,” kata Eko. (sam)

Baca Juga :  Pemberi Suap Bupati Mandailing Natal Divonis 2,5 Tahun Penjara

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*