Mendesak studi geologi di Aek Latong

MEDAN – Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Sumut berkesimpulan perlu dilakukan study geologi di Jalinsum (Jalan Lintas Sumatera) jalur tengah khususnya di Aek Latong Tapanuli Selatan yang selama ini tidak pernah selesai.

Kesimpulan tersebut terungjap dalam diskusi untuk mencari solusi atas kondisi jalan Aek Latong Tapsel yang digelar Inkindo Sumut dengan mengahdirkan ahli dan pakar dari universitas dan organisasi pengamat jalan dan transportasi, tadi malam.

Selain study geologi diskusi juga merekomendasikan pembenahan Jalan Lintas Sumatera secara komprehensif dan ruas jalan secara geologi bermasalah.

Kemudian, para ahli dan Inkindo akan melakukan diskusi dengan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) wilayah I. Mendiskusikan hal tersebut dengan departemen PU/ Bina Marga tentang program jangka panjang proyek jalan Aek Latong.

Selanjutkan akan mengusulkan kepada menteri PU / Dirjen BBJPN wilayah I agar lebih melibatkan konsultan/para ahli local dan kearifan lokal di Sumut. Dan yang terakhir semua kondisi Jalan Nasional Sumut yang tidak layak perlu dipertanyakan keberadaannya kepada BBJPN Wilayah I.

Menurut Ahli Geologi Jonathan Tarigan untuk menanggulangi masalah pada Jalan Lintas Sumatera Utara terutama di ruas Aek Latong diperlukan adanya survei, investigasi  dan pemetaan geologi kegempaan, sistem patahan dan kelongsoran. “Selama ini permasalahan mendasar seperti Geologi tidak pernah dipahami dengan benar,” ujarnya.

Sehingga Aek Latong sejak puluhan tahun lalu tidak pernah tuntas, badan jalan selalu dalam keadaan rusak parah karena bergerak dan bergeser, ungkap Jonathan.

Baca Juga :  Terkait Bentrok Di Madina - Kapolres Madina: Panggung Hiburan Tidak Ada Izin

Pergeseran jalan tersebut diakui oleh mantan kepala dinas Bina Marga Sumut  Syarifullah Harahap. Menurutnya, pada saat timnya melakukan penelitian, diketahui Aek Latong bergeser sebanyak 11 senti meter tiap tahunnya. Sehingga pembangunan infrastruktur tidak dapat diteruskan karena hal tersebut. “Sebenarnya sudah lupa, tapi kemarin udah ada korban (peristiwa  ALS) makanya sekarang dibicarakan lagi,” ujar Syarifullah.

Inkindo menggelar diskusi menyusul tragedi terperosoknya bus ALS yang menewaskan 19 orang penumpang setelah berjalan mundur ditanjakan Aek Latong, pekan silam dan kemudian masuk jurang berisi air.

waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*