Meneg Ristek : Kini, Indonesia Menjadi Negara Yang ‘Seksi’ dan Laris Manis

Menristek GMH. foto Rudy Timtafsus

Banjarmasin – Menteri Negara Riset dan Teknologi (Meneg Ristek) Gusti Muhammad Hatta mengatakan kekayaan sumber daya alam yang berlimpah dan beraneka ragam di bumi nusantara, membuat Indonesia kini menjadi negara yang paling diminati oleh negara-negara eropa.

“Indonesia sekarang menjadi negara yang ‘seksi’ dan laris manis. Banyak negara-negara eropa yang mau bekerjasama dengan Indonesia dalam hal penelitian, khususnya dibidang energi,” kata Menristek dalam sambutannya di Seminar nasional Agroforestri IV di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (26/10/2013).

Ketika Indonesia menjadi laris manis dan juga ‘seksi’ lanjut Menristek sudah saatnya Indonesia mempersiapkan diri menjadi negara maju yang bukan hanya dijadikan pasar oleh negara-negara eropa.

“Negara-negara eropa yang mau bekerjasama dengan Indonesia dalam hal riset atau penelitian saya kasih syarat. Mereka harus mau satu paket kerjasama, yaitu join riset, join produksi dan juga join marketingnya. Dengan begitu Indonesia tidak lagi dijadikan pasar oleh negara-negara eropa,” tambah Gusti.

Alasan Gusti mengatakan demikian, karena hasil riset yang dilakukan oleh peneliti Indonesia masih kurang diminati oleh pengguna atau industri dalam negeri.

“Industri atau para pengusaha dalam negeri lebih memilih produk asing ketimbang produk yang dihasilkan para perekayasa atau peneliti Indonesia. Semoga dengan adanya join riset, join produksi dan join marketing dengan negara-negara maju, membuat pihak industri dalam negeri bisa percaya dan menggunakan produk-produk riset negaranya sendiri,” jelas Gusti.

Baca Juga :  Kapolres dan Istri Tak Boleh Lagi Pakai Ajudan

Disamping hal itu, Gusti juga mengatakan akan mendukung penuh mengenai pengembangan teknologi agroforestri. Ia berharap kedepannya teknologi agroforestri tersebut bisa membantu para petani Indonesia.

“Semoga dengan adanya teknologi agroforestri, petani Indonesia bisa memperoleh hasil panen yang beragam, produktivitas meningkat diikuti pendapatan yang meningkat pula, dan tentunya teknologi tersebut ramah lingkungan,” tambahnya. **Press Release***

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*