Menejelang Bulan Ramadhan, Stok Beras Bulog Sidimpuan Aman

Petugas mengecek dan mendata sebelum beras didistribusikan di Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Serang, Jalan Raya Serang-Cilegon, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, kemarin. Hingga lebaran mendatang, stok beras yang dimiliki Bulog Sub Divre Serang cukup. Begitu juga di Kota Padangsidimpuan.( Doni Kurniawan/Banten Raya)

SIDIMPUAN – Menjelang bulan Ramadan, Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Kota Padangsidimpuan, menambah stok beras sebanyak 2.000 ton. Setelah sebelumnya, stok yang ada di gudang mencapai 3.500 ton.

“Stok yang ada saat ini di gudang sebanyak 3.500 ton. Namun, khusus jelang puasa ini, Bulog Divre Psp menambah 2.000 ton. Dan saat ini sedang dalam perjalanan,” ungkap Kepala Bulog Subdivre Kota Psp Maidan Aulia Siregar, Selasa (17/6).

Dijelaskannya, penambahan 2.000 ton tersebut hanya untuk wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), yang meliputi, Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Mandailing Natal (Madina), Padang Lawas Utara (Paluta) dan Padang Lawas (Palas). “Memang selaian Tabagsel, wilayah kerja Subdivre Kota Padangsidimpuan mencakup Sibolga, Tapteng dan kepulauan Nias. Namun, penambahan itu hanya untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Tabagsel saja,” ujarnya.

Ditanya mengenai harga, Maidana mengatakan, harga untuk per kilogram Rp1.600 sampai ke titik pendistribusian di wilayah masing-masing. Sayangnya, hampir seluruh wilayah di Tabagsel masih memiliki utang berjalan.

Untuk Kabupaten Madina, total utang berjalan sebesar Rp1.213.479.000 dari tahun 2010 sampai 2014, Tapsel Rp1.383.405.000 (2014), Paluta Rp 401.684.000 (2014), Palas Rp386.383.600 (2014) dan Psp Rp151 juta.

Baca Juga :  Akibat Kebun Plasma Dan Konservasi Yang Tidak Jelas, Warga Batu Mundom Tuntut BPN Tidak Terbitkan Izin HGU PT. DAL

Dia menambahkan, untuk mengantisipasi kenaikan harga beras, diminta kepada pemerintah agar segera menyalurkan beras tersebut. “Saya meminta kepada pemerintah setempat agar segera di menyalurkan raskin untuk mengantisipasi kenaikan harga,” tuturnya.

Selain itu, untuk memelihara kearifan lokal, Bulog Subdivre Psp juga membuka Bulog Mark. Hal itu berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 61 tahun 2003 tentang perubahan atas PP nomor 7 tahun 2003 tentang Pendirian Perusahaan Umum (Perum) Bulog.

“Jadi, khusus untuk Bulog Mark di Padangsidimpuan, bertujuan untuk memelihara kearifan lokal, karena berasnya diambil dari para petani yang ada di Tabagsel seperti di Sipirok Tapsel,” tuturnya.

Dijelaskannya, selain menjual beras, Bulog Mark ini juga menjual barang-barang lain, seperti gula, minyak makan. “Intinya, selain beras, kami juga menyediakan dan menjual sembako lainnya, agar masyarakakat lebih mudah untuk mendapatkannya. Dan, harga yang dijual di Bulog Mark ini sama dengan harga yang ada di pasar. Jadi untuk stok kebutuhan beras menjelang Ramadan ini kita pastikan aman,” tegasnya. (yza)/METROSIANTAR.com,

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*