Mengapa Nama Dahlan Iskan Tiba-tiba Dimunculkan Jadi Capres dan Cawapres

Tidak ada angin dan tidak ada hujan, tiba-tiba nama Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUM) Dahlan Iskan dimunculkan untuk menjadi Capres atau Cawapres.

Dan yang lebih menarik, wacana ini justru dimunculkan oleh para politisi. Sebut saja misalnya oleh politisi Partai Demokrat Ulil Abshar Abdala dan Saan Mustopa, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Zulkieflimansyah, dan juga oleh politisi Partai Golkar Idrus Marham.

Pengamat politik Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Adjie Al Faraby, merasa heran dengan wacana yang dimunculkan ini, meskipun memang sah-sah saja. Kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 29/12), Adjie mengungkap keheranan tersebut

Dari Partai Demokrat misalnya. Selama ini Saan dikenal sebagai orang dekat Anas Urbaningrum yang sangat loyal. Sementara Ulil, merupakan politisi baru Partai Demokrat yang tidak memiliki faksi, dan malah cenderung ikut ke faksi yang ada. Usulan Ulil ini pun diprediksi tidak berpengaruh apa-apa terhadap internal Demokrat, yang sangat tergantung pada Majelis Tinggi. Ada apa di balik usulan Ulil ini?

Begitu juga dengan PKS. PKS memiliki sistem pencapresan tertentu, yang sangat tergantung pada putusan Majelis Syura. Selain itu PKS juga memiliki stok Capres yang sangat lumayan, baik yang kini duduk di DPR, di posisi menteri, maupun di jabatan eksekutif di deaerah seperti Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Mengapa tiba-tiba PKS memunculkan nama Dahlan Iskan?

Baca Juga :  Rekan Gayus Dituntut Empat Tahun Penjara

Begitu juga dengan Golkar. Golkar dipastikan akan mencalonkan Aburizal Bakrie sebagai Capres, meskipun hingga saat ini belum mau terbuka. Tapi mengapa tiba-tiba nama Dahlan Iskan muncul untuk dipasangkan dengan Aburizal Bakrie?

Atas tiga pertanyaan di atas tersebut, Adjie memiliki jawaban yang sama. Dahlan Iskan memang merupakan produk yang sangat baik, bisa dikatakan sebagai salah satu menteri terbaik, masih dicitrakaan bersih, dan profesional yang memiliki kemampuan intelektual yang memadai.

“Mereka mengusung nama Dahlan Iskan untuk meningkatkan popularitas mereka saja,” demikian Adjie.(Rakyat merdeka online)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*