Mengenal Lebih Dalam 2 Legenda Nyata Dari Kecamatan Sihapas, Yaitu “Batu Manjulang dan Makam Boru Sianggian”

Oleh : Ali Eddi Humala Hasibuan *)

AKS,Aek Nabara (30/07/2014) - Ada dua legenda yang terkenal di kecamatan Sihapas Kabupaten Padang Lawas yaitu "Batu Manjulang dan Makam Boru Siangian".Batu Manjulang terdapat di hutan dekat Desa Sitada - tada.kira-kira 1 jam perjalanan dari desa tersebut jika menaiki Sepeda motor hanya membutuhkan waktu 15 menit.Sedangkan Kuburan Boru Siangian terdapat di di pinggir jalan Desa Goti dan dari jalan besar menuju kuburan tersebut menghabiskan waktu 1 jam setengah dari Simpang Marenu.

Menurut cerita dari saudari Ibu Dapmawati. (63 Thn) yang berhasil saya wawancarai mengatakan cerita "Batu Manjulang' itu terjadi akibat dari ada hubungan sedarah yang dilakukan kakak beradik dengan berbuat maksiat dihutan tersebut.yang dimana posisi batu tersebut adalah pondok tempat kakak beradik itu tidur dan melakukan perbuatan biadab tersebut.

Karena di Pondok tersebut tinggal 3 orang yaitu kakak beradik yang tidak ada satupun tahu namanya dengan ibu kandungnya.suatu saat ketika ibunya mà? pergi ke pasar untuk membeli beras untuk kebutuhan sehari. Si ibu berpesan kepada anaknya laki - laki agar menjaga adiknya perempuan ketika ibunya pergi membeli beras kepasar.setelah ibunya pergi ke pasar mereka melakukan hubungan intim (zina) sehingga kutukan dari Allah SWT mendatangkan azab kepada kakak beradik tersebut dengan mengubahnya menjadi batu besar yang saling berpelukan (manjulang).

Kuburan Boru Siangian (Photo : Ali Eddi Humala Hasibuan - www.apakabarsidimpuan.com)

Ketika ibunya pulang dan sampai ke pondok tersebut dengan tekejut dan tidak bisa menahan air matanya mendapati anakanya yang sudah berubah menjadi batu.si Ibu hanya pasrah dengan azab Allah SWT yang dialami oleh kedua anaknya.

Sedangkan legenda "Kuburan Boru Siangian' menurut Nenek Saya.katanya dulu ada gadis dari Angkola Mandailing yang di tipu oleh laki-laki dari yang tinggal dihutan tersebut.Dia mengatakan kepada si Gadis Angkola yang bermarga Siangian tersebut adalah orang kaya dari.dia mengatakan memiliki rumah yang berdindingkan kaca dan beralaskan keramik.sehingga Boru Siangian mau kawin lari dengan pria tersebut. Setelah sampai dirumah si pria tersebut si Gadis kecewa dan sedih karena rumah yang dimiliki si pria hanya pondok kecil yang tidak berdingding yang hanya berdindingkan awan.

Baca Juga :  Kepolisian RI Harus Berubah

Boru Siangian hanya pasrah dan menjalani kehidupannya yang penuh derita dengan pria tersebut,karena jaman dulu hanya jalan kaki satu-satunya transportasi yang digunakan sehingga membuat Boru Siangian hanya pasrah.ketika dia rindu dengan kampung halamannya dia selalu menaiki bukit yang tinggi sambil memandangi bukit - bukit yang dia nampak adalah kampung halamannya agar rasa rindunya terobati.

Sebelum Boru Siangian meninggal dia berpesan pada suaminya agar pemakamannya dibuat di bukit yang paling tinggi dengan tujuan agar dia bisa melihat kampung halamamya dan juga orang angkola mandailing datang menjiarahi pemakamannya.Ketika dikubur jenazahnya dilipat 2 karena panjangnya ±7 meter setelah dilipat 2 dan dimasukkan ke liang lahat panjang jenazahnya menjadi 4,5 meter. Hingga saat ini masih banyak orang yang meyakini bahwa makam Kuburan Boru Siangian mempunyai keramat dan menjiarahi makam Boru Siangian untuk meminta kesehatan,rizkey dan umur yang panjang.

Dari 2 Legenda diatas kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dan agar kita meyakini bahwa azab yang datang dari Allah SWT itu ada jika kita melanggar perintahnya.Semoga Pemerintah Setempat merenovasi dan menjadikan objek wisata bagi masyarakat lokal dan luar kota dalam kerohanian dan contoh bukti Allah SWT kepada penerus bangsa dan agama kita.Amin.

Penulis : Ali Eddi Humala Hasibuan

[ARSIP] : Artikel atau Berita ini sudah dipublish dari 4 tahun yang lalu. Mohon dibaca dengan Bijak, Dengan mempertimbangkan Relevansinya dengan Saat ini.

2 Komentar

  1. Ini dongeng atau nyata sih? Batu menjulang diceritakan nenek² yang berumur 63 thn berarti kejadian kalau si pelaku berumur 15 th kalau nenek yang bercerita sebaya dengan yg terkutuk berarti kejadiannya baru-+ 40 Thun yg kalau nenek saya aja yang berumur105 thn GA punya cerita batu manjulang dan itu Poto kuburan Poto ibu batu menjulang tu?….dan kuburan biru Siagian kalau jasdnya -+7 meter kalau dibagi dua -+3.5 meter kalau -+4.5 M di x =9 M cerita dongeng ni mah jaman Rasul aja panjang orang -+4 meter kali gak percaya tengo aja ke Mekah sana, banyak berdongeng lo

    • Silhakn datang ke sana gan.. Liht dg mata sendiri agar tidak bertyk2, mslh benr atau tidak dl sprt tu.. Allohu aklam…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*