Menginstal DHCP Server di Debian

Sampai saat ini smartphone yang beredar di pasaran bisa dipisahkan berdasarkan sistem operasi mobile yang diusungnya.  Dan sampai saat ini kita mengenal setidaknya empat sistem operasi mobile yaitu Android OS, iOS, Windows Phone, dan BlackBerry OS.

Berdasarkan data dari IDC, sampai kuartal kedua tahun 2014 ini Android masih mendominasi pasar dengan penguasaan 84,7%, mengalami peningkatan dibanding tahun lalu.

Untuk lebih jelasnya, sila lihat tabel di bawah ini :

wp1 Menginstal DHCP Server di Debiantabel penguasaan pasar sistem operasi mobile (sumber : IDC)

Dan tulisan saya kali ini akan membahas pengalaman menggunakan Windows Phone yang menurut data di atas menduduki peringkat ketiga dalam penguasaan pasar, masih teringgal jauh dibanding iOS – apalagi Android.

Sebagai catatan, perangkat yang digunakan sebagai bahan tulisan adalah smartphone Nokia 520 dengan sistem operasi Windows Phone 8.0.  Penggunaan perangkat dan/atau versi sistem operasi yang berbeda mungkin saja akan menghasilkan pengalaman yang berbeda.

Siap?

Live Tile yang Unik

Begini tampilan homescreen smartphone berbasis Windows Phone :

wp2 Menginstal DHCP Server di Debianscreenshot homescreen Windows Phone 8.0

Tampilan tersebut dinamakan ‘Live Tile’ yang susunan maupun besar kecilnya tiap kotak (tile) bisa diubah-ubah sesuai keinginan kita menjadi 2×2, 1×1, ataupun 4×2.  Jika diperhatikan baik-baik, ada angka ‘1’ di beberapa tile (BBM, Whatsapp, dan Messenger), itu merupakan notifikasi adanya 1 pesan baru yang belum dibuka.

Sesuai dengan namanya, Live Tile yang setidaknya berukuran 2×2 bahkan bisa menampilkan informasi lebih lengkap seperti siapa yang menyukai foto kita di Instagram, siapa yang mengomentari status kita di facebook, berapa besar pemakaian data kita sampai saat ini baik melalui jalur selular maupun WiFi, dsb termasuk Live Tile ‘People’ yang menampilkan foto dari phonebook kita secara acak, juga ‘Photos’ yang menayangkan foto-foto yang tersimpan di perangkat – secara acak.

Unik!

Dan untuk menampilkan menu secara utuh, tinggal swipe (geser) saja layar ke kiri.  Maka seperti inilah tampilan menu di Windows Phone :

wp4 Menginstal DHCP Server di Debiantampilan menu WP

Bagian yang saya beri tanda panah merah menunjukkan bahwa kita bisa melakukan swipe untuk berpindah ke layar berikutnya.

Kustomisasi

Pada dasarnya semua pilihan untuk melakukan kustomisasi ada di menu ‘Settings’.  Kita bisa mengganti nada dering, tema, lockscreen, media simpan, dsb.

Warna tema yang saya pilih saat ini adalah ‘Steel’ dengan latar belakang hitam (Dark).  Untuk urusan tema ini, kita bisa menggantinya dengan ragam pilihan sbb :

wp3 Menginstal DHCP Server di Debianpilihan tema WP (kiri) dan pilihan warna latar belakang layar, hitam atau putih (kanan)

Untuk lockscreen yaitu tampilan layar ketika smartphone dalam keadaan terkunci, kita bisa memilih apakah perangkat akan menampilkan foto yang ada di media simpan atau di akun dunia maya kita seperti instagram, facebook, dsb.  Kita juga bisa menentukan lima notifikasi apa saja yang tampil saat layar terkunci sbb :

Baca Juga :  Mahasiswa Ubaya ciptakan helm anti-kantuk

wp5 Menginstal DHCP Server di Debiantampilan layar saat perangkat terkunci

Manajemen File yang Rapi

Buat saya pribadi, sistem operasi Windows Phone menawarkan manajemen file yang rapi, hal itu juga mungkin dikarenakan saya sudah terbiasa dengan sistem operasi Windows di komputer sehingga sedikit banyak sudah paham bagaimana cara Windows bekerja.

Ketika kita men-tap tilePhotos’ misalnya, maka beginilah cara Windows Phone menata berkas-berkas foto yang dikelompokkan dengan rapi.  Seperti biasa, di sini kita bisa membuka foto/folder dengan mengetuk layar ataupun melakukan swipe untuk mengetahui foto apa yang barusan di-posting oleh teman kita di media sosial sbb :

wp6 Menginstal DHCP Server di Debianphotos

Layar 1 merupakan tampilan awal ketika kita men-tapPhotos’.  Layar 2 menunjukkan bagaimana Windows Phone menata file-file gambar, sementara layar 3 menunjukkan foto apa saja yang barusan di-posting oleh teman-teman di media sosial.

Hal yang sama juga berlaku untuk ‘People’.  Cukup tap layar dan lakukan swipe untuk mengetahui status teranyar teman-teman kita di media sosial sbb :

wp7 Menginstal DHCP Server di Debianpeople

Layar 1 merupakan tampilan awal ketika kita men-tapPeople’.  Di bagian paling atas menunjukkan update status teranyar kita di media sosial (facebook, twitter, dsb), sementara di bawahnya menampilkan kontak yang ada di phonebook kita berikut fotonya apabila kontak tersebut memiliki akun di media sosial.

Layar 2 (What’s New) menampilkan update status teranyar dari teman-teman kita di media sosial setelah kita melakukan swipe dari layar 1.

Sementara layar 3 (Recent) menunjukkan aktivitas terbaru kita terhadap orang yang fotonya tampil di sini (menelepon/menerima telepon, membalas pesan singkat, ataupun sekadar menengok akun teman-teman kita di media sosial).

Perintah Suara yang Handal

Lebih untuk sekadar gaya-gayaan, perintah suara di Windows Phone termasuk handal dan tidak mengecewakan.  Dengan perintah suara, kita bisa ‘menyuruh’ perangkat untuk melakukan tugasnya.  Beberapa perintah yang sudah saya coba adalah meminta perangkat melakukan pencarian, menelepon seseorang yang ada di phonebook, mengirim SMS, bahkan membacakan SMS.

Keakuratan perangkat dalam mengenali perintah suara patut diacungi jempol, hampir semua perintah suara yang saya berikan memberikan hasil sesuai keinginan.

Sayangnya, perangkat hanya mengenali perintah yang diberikan dalam bahasa Inggris dan beberapa bahasa lain – tidak termasuk bahasa Indonesia.

Tidak Boros Baterai

Ini mungkin relatif, tapi berdasarkan pengalaman saya, Windows Phone memiliki manajemen daya yang lebih baik dibanding Android.  Dengan perangkat yang nyaris selalu terhubung ke internet, dua akun e-mail yang aktif, dan beragam aplikasi yang rajin melakukan koneksi internet (facebook, BBM, whatsapp, line, messenger, instagram, weather, dsb), Windows Phone ternyata tidak boros baterai.

Baca Juga :  Sejarah Keyboard Komputer QWERTY

Pengalaman saya menggunakan Nokia Lumia 520 yang kapasitas baterainya hanya 1.430 mAh ternyata mampu bertahan jauh lebih lama dibanding Sony Ericsson Xperia Ray saya yang kapasitas baterainya 1.500 mAh.  Semoga foto ini menjelaskan semuanya :

wp8 Menginstal DHCP Server di Debianscreenshot daya tahan baterai perangkat berbasis WP 8.0

Gambar di atas menunjukkan semenjak lepas dari colokan charger 16 jam lalu, kapasitas baterai hanya berkurang menjadi 89% dan diperkirakan masih akan bertahan 15 jam lagi dengan pemakaian normal termasuk layanan data yang aktif.  Saya biasa men-charge perangkat sekitar jam 10 malam dalam kondisi baterai masih di kisaran 10% kemudian mencabut charger sekitar jam 12 malam sekaligus mematikan koneksi data.  Ketika saya cek esok paginya sekitar jam 6, kondisi baterai masih 100%.

Luar biasa!

Kelemahan

Satu-satunya kelemahan sistem operasi Windows Phone 8.0 yang saya tahu adalah keyboard selalu QWERTY dalam posisi layar yang bagaimanapun (landscape maupun portrait) sbb :

wp9b Menginstal DHCP Server di Debianlayar dalam kondisi landscape

wp9a Menginstal DHCP Server di Debianlayar dalam kondisi portrait

Kenapa ini menjadi kelemahan?

Ya, ketika kita mengetik dalam posisi portrait, otomatis layar tidak selebar ketika kita mengetik dalam posisi landscape, padahal beberapa aplikasi perpesanan seperti BBM tidak mendukung layar landscape.  Akibatnya, ukuran keyboard di layar jadi menyempit dan jemari kita bakal sering terpeleset saat mengetik.

Kondisi tersebut mengakibatkan saya harus berhati-hati dalam mengetik.  Bukan masalah besar seandainya kesalahan pengetikan menyebabkan kalimat yang ditulis menjadi ngaco dan tidak ada artinya (‘seperti’ menjadi ‘sepweti’ misalnya).  Yang bahaya adalah apabila kesalahan pengetikan itu melahirkan sebuah kata yang artinya sama sekali berbeda seperti misalnya posisi huruf ‘u’ yang berdekatan dengan ‘i’ menyebabkan kata ‘tau’ bisa terpeleset artinya menjadi … (sila diteruskan sendiri).

Namun secara garis besar saya puas dengan kinerja Windows Phone, mungkin Kompasianer punya pendapat lain?

Tautan Luar :

    Tulisan ini masuk kategori “Serba-Serbi” dan dipublish pertamakali di blog.ryanmintaraga.com, copasing diizinkan dengan mencantumkan URL lengkap posting di atas atau dengan tidak menghapus/mengedit amaran ini.

    Sumber : teknologi.kompasiana.com

    CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

    1 Komentar

    Leave a Reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


    *