Menhut: Illegal Logging Marak Lagi Di Duga Mafia Internasional Terlibat

logging 460 885679c Menhut: Illegal Logging Marak Lagi Di Duga Mafia Internasional TerlibatJAKARTA (Antara): Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menegaskan aksi pembalakan hutan mulai kembali marak dan diduga melibatkan mafia internasional.

Sinyalemen itu terbukti dari tertangkapnya 16.000 batang kayu merbau di Papua dan 30.000 batang jenis kayu komersial di Sumatera Utara dan Kalimantan Barat, kata Zulkifli seusai menutup Pendidikan dan Latihan Anggota Satuan Manggala Agni Reaksi Taktis (SMART) di Kementrian Kehutanan, Rabu (9/6).

“Ada indikasi kejahatan illegal logging mulai marak lagi,” katanya.

Pengungkapan kasus pembalakan liar itu, tegas Menhut, berkat kerjasama masyarakat, polisi kehutanan, dan kepolisian yang aktif di daerah.

“Penangkapan terhadap kayu di Tarakan, Kaltim, itu dilakukan di tengah sungai. Saat itu, 30.000 batang kayu komersial tersebut tengah diangkut ponton untuk dinaikkan ke kapal lain yang siap membawanya ke luar negeri.”

Indikasi adanya keterlibatan mafia internasional dalam pembalakan liar di Indonesia diungkapkan Direktur Perlindungan dan Penyidikan Hutan, Awrya Ibrahim.

“Adanya keterlibatan mafia internasional bisa saja karena kayu curian itu ditangkap di tengah laut. Namun soal dibawa ke negara mana, apakah itu ke China atau negara lain, kita masih mintai keterangan dari pelaku.”

Maraknya pembalakan haram, kata Zulkifli, harus segera ditindak tegas dengan penegakan hukum. “Jika tidak, kasus pembalakan liar, perambahan kawasan hutan, dan illegal mining akan mengancam kelestarian hutan.”

Berkaitan dengan harga kayu di pasar domestik, Kepala Pusat Informasi(Kapusinfo) Kementrian Kehutanan, Masyhud, mengatakan harga kayu bulat merbau saat ini berkisar Rp3-4 juta permeter kubik, sedangkan harga kayu meranti dan kruing berkisar Rp2 juta permeter kubik. “Kalau kayu merbau olahan bisa berkisar Rp8-10 juta permeter kubik.”

Baca Juga :  Tak Ada Lagi TPI! Yang Ada MNCTV Sekarang

Modusnya lain

Awrya mengatakan pencurian kayu yang melibatkan mafia internasional itu diketahui dari modus operandinya. “Seolah-olah kapal itu ingin mengangkut kayu untuk keperluan antarpulau, namun di tengah lautan sudah menunggu kapal yang akan mengangkutnya ke luar negeri.”

Sebelumnya, modus operandi kayu hasil curian diangkut secara terang-terangan dengan kapal di sejumlah pelabuhan, baik berskala besar dan kecil.

“Dulu para pembalak liar itu tidak takut mengangkut kayu curian itu melalui pelabuhan. Sekarang mereka menggunakan ponton atau tongkang kecil untuk membawa kayu ke tengah laut dan dinaikkan ke kapal yang lego jangkar di tengah laut.”

Terungkapnya modus operandi para pembalak liar itu, katanya, berkat kejelian aparat penegak hukum, baik kepolisian, dinas kehutanan, dan masyarakat yang pro aktif memberikan informasi adanya modus baru pembalakan liar tersebut.

Sumber: http://www.waspadamedan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1875:menhut-illegal-logging-marak-lagi-diduga-mafia-internasional-terlibat&catid=57:nasional&Itemid=212

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*