Menhut; Pembalakan Liar Marak di Indonesia….!

1747434620X310 Menhut; Pembalakan Liar Marak di Indonesia....!

JAKARTA, KOMPAS.com Ketika bertemu Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum, Rabu (28/4/2010) di Gedung Manggala Wana Bakti, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan sempat mengutarakan maraknya pembalakan liar di Indonesia. Politikus Partai Amanat Nasional itu pun mengakui banyaknya penambangan liar di Tanah Air.

“Sekarang ada dua juta hektar lahan kawasan hutan yang berubah menjadi kebun sawit, tanaman singkong, dan lainnya,” ujar Zulkifli di hadapan jajaran Satgas, seperti Kuntoro Mangkusubroto, Denny Indrayana, dan Mas Achmad Santosa.

Penyalahgunaan lahan itu diperkirakan merugikan negara senilai Rp 32 triliun. Lho, kok tidak dituntut? “Kami menghadapi pemodal besar. Kemenhut seringnya kalah di persidangan. Dari 96 persidangan, kalah 46 kasus. Lalu, 20 kasus yang menang hanya dihukum di bawah satu tahun penjara. Itu pun yang kena rakyat kita sendiri,” ujarnya. “Ini aneh saja. Kita maunya kan diajukan, dituntut, dan dihukum,” tambahnya.

Mantan Sekretaris Jenderal PAN ini juga mengatakan, pihaknya perlu mengambil langkah konkret. “Jika pelanggaran tidak ditindak, maka nanti dianggap tidak apa-apa. Pada masa mendatang bisa terjadi lagi. Padahal, ini menyangkut aspek ekonomi dan sosial,” katanya.

Denny Indrayana mengatakan, pihaknya akan mempelajari kasus ini. Jika nanti terindikasi adanya praktik mafia hukum, maka Satgas akan mendorong pihak penegak hukum melakukan penegakan hukum. “Mungkin saja kasusnya akan dibuka. Kalau ada oknum, bisa diproses. Kita punya kepolisian, kejaksaan, dan KPK,” ujar Denny.

Baca Juga :  Garuda Indonesia dikukuhkan jadi maskapai domestik terbaik

Zulkifli mengaku menyambut baik niat Satgas dalam memberantas mafia pembalakan liar. “Kami welcome sekali,” katanya.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*