Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi; Gubernur Sumbar Akan Dikenai Sanksi

1552018620X310 Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi; Gubernur Sumbar Akan Dikenai Sanksi
Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.

Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi menegaskan, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno yang berangkat ke Jerman sebelum ada izin dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pasti akan dikenai sanksi. “Iya, tentu,” ujar Sudi di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat (5/11/2010).

Namun, Sudi tidak menyebutkan jenis sanksi yang akan dikenakan kepada Gubernur Sumatera Barat yang berkunjung ke Jerman di tengah bencana tsunami yang melanda Kepulauan Mentawai itu.

Sudi mengatakan, sanksi tersebut nantinya akan diserahkan kepada Kementerian Dalam Negeri. “Kita sudah dapat informasi Gubernur Sumatera Barat berangkat ke sana padahal izin dari Presiden belum ada. Nanti Mendagri (yang mengenakan sanksi-red),” tuturnya.

Irwan Prayitno berada di Munchen, Jerman, selama dua hari dua malam untuk menyampaikan paparan mengenai peluang investasi di Sumatera Barat dalam acara” Indonesian Bussiness Day” di Munchen atas undangan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jerman.

Sehubungan dengan banyaknya kecaman tentang kunjungannya ke Munchen, Jerman, Irwan Prayitno mempersingkat kunjungannya tersebut. Kehadiran Gubernur Sumatera Barat di Munchen adalah untuk memenuhi undangan Duta Besar RI untuk Federasi Jerman Eddy Pratomo yang sudah disampaikan sejak bulan Maret.

Irwan mengaku sudah mendapatkan izin dan Kementerian Dalam Negeri dan keputusannya untuk tetap berangkat ke Jerman agar tetap mendapatkan kepercayaan dari para investor.

Menurut Irwan, selama ini penanganan penanggulangan bencana tsunami di Mentawai, menjadi tanggung jawab Wakil Gubernur Muslim Kasim, setelah tsunami terjadi di Mentawai pada Senin (25/10/2010) malam.

Baca Juga :  Lion Air batalkan seluruh penerbangan hari ini

Sumber: kompas.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*