Menuju Palas Sejahtera

Tractor22 Menuju Palas Sejahtera
Bupati Palas, Basryah Lubis sedang mencoba handtractor yang akan diserahkan kepada petani di Desa Siolip, Kecamatan Barumun.

Dulunya daerah ini lebih dikenal dengan sebutan kawasan Barumun Raya. Namun sejak terwujudnya pemekaran Kabupaten Tapanuli Selatan menjelang akhir tahun 2007, kawasan ini berubah menjadi daerah otonom baru dengan nama Kabupaten Padang Lawas sebagai aktualisasi pelaksanaan Undang-undang RI No. 38 Tahun 2007.

Pasca terbentuknya kabupaten baru ini, 206.286 jiwa lebih jumlah penduduk Padang Lawas yang menghuni Kecamatan Sosopan, Kecamatan Ulu Barumun, Kecamatan Barumun, Lubuk Barumun, Kecamatan Sosa, Batang Lubu Sutam, Hutaraja Tinggi, Barumun Tengah dan Kecamatan Huristak yang menjadi wilayah cakupan Padang Lawas waktu itu dan sekarang bertambah dua lagi kecamatan yakni Barumun Selatan dan Aeknabara Barumun spontan menaruh harapan baru yakni terwujudnya perubahan nasib dan kehidupan yang sejak lama morat-marit dan memprihatinkan berubah menjadi lebih baik dengan wujud kesejahteraan warga secara nyata.

Kaya Dan Potensial

Harapan masyarakat sebelas kecamatan itu sebenarnya wajar dan pantas. Hal itu dilihat dari bumi Padang Lawas yang pada hakekatnya menyimpan sumber daya alam  yang kaya dan sangat potensial. Potensi sumber daya alam yang dimiliki Padang Lawas tersebut antara lain meliputi sektor perkebunan, pertanian, kehutanan, pariwisata dan pertambangan.

Padang Lawas merupakan daerah perkebunan yang mulai menjamur sejak awal tahun 1980-an, umumnya perkebunan tanaman keras seperti kelapa sawit dan karet. Khusus Perkebunan kelapa sawit di daerah ini ada yang dikelola oleh 20 perusahaan swasta dengan total luas sekitar 180.000 hektare. Selainnya atau sekitar 35.000 hektare milik dan  usaha yang dikelola masyarakat dengan skala di bawah 25 hektare.

Potensi perkebunan dimaksud terhampar antara lain di Kecamatan Sosa, Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kecamatan Batang Lubu Sutam, Kecamatan Barumun, Kecamatan Barumun Tengah dan Kecamatan Huristak. Bahkan beberapa kecamatan tersebut saat ini telah menjadikan sektor perkebunan jenis kelapa sawit menjadi potensi andalan yang diharapkan nantinya mampu merubah taraf hidup warga ke arah yang semakin membaik.

Khusus kelapa sawit yang telah mencapai 8.000 hekatare lebih telah memproduksi sampai 698 ton Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kecamatan Sosa saat ini, Kecamatan Hutaraja Tinggi dari luas areal perkebunan kelapa sawit 9.700 hektare telah menghasilkan produksi sampai 729 ton dan Kecamatan Batang Lubu Sutam memproduksi lebih dari 700-an ton TBS setiap bulannya.

Demikian juga Kecamatan Barumun Tengah dari luas 680-an hektare areal perkebunan kelapa sawit telah memproduksi sampai 703 ton TB setiap bulannya, Barumun juga memiliki areal perkebunan kelapa sawit rakyat tidak kurang dari 5.000 hektare telah menghasilkan sampai 600-an ton TBS.

Sedangkan areal pertanian terlihat seperti di Kecamatan Sosa, di Kecamatan Batang Lubu Sutam, Kecamatan Barumun, Kecamatan Barumun Selatan, Kecamatan Aek Nabara Barumun, Kecamatan Barumun Tengah dan Kecamatan Huristak.

Khusus Kecamatan Sosopan malah memiliki produk pertanian andalan mulai dari Kulit Manis dengan produksi 15 ton lebih setiap minggu, produk andalan pertanian kedua Sosopan setelah kulit manis adalah karet dengan produksi 50 ton lebih getah setiap bulan. Kemudian nilam dengan produksi 25 kilogram setiap bulan dan gabah yang mencapai produksi enam ton lebih setiap musim panen (6 bulan) dari luas areal persawahan 450 hektare lebih.

Padi22 Menuju Palas Sejahtera
Bupati Palas, Basyrah Lubis melakukan penanaman padi bersama isteri Nyonya Lina Basyrah Lubis di Desa Siolip, Kecamatan Barumun.

Berdasarkan sebuah penelitian resmi tentang potensi daerah yang di miliki Kabupaten Padang Lawas, di luar sektor pertanian dan perkebunan tersebut, daerah ini juga memiliki potensi alam yang kaya di sektor pertambangan seperti Batu Bara di Kecamatan Sosopan dan Sosa, timah hitam di Kecamatan Batang Lubu Sutam, Ulu Barumun, Kecamatan Sosa dan Kecamatan Sosopan.

Kemudian minyak bumi di Kecamatan Barumun Tengah (Lapangan Tonga I dan Lapangan Tonga II). Itu ditambah lagi dengan bahan galian non logam seperti kapur, marmer, granit dan batu gamping di Kecamatan Sosopan serta Pasir Kuarsa di Kecamatan Huristak dan Barumun Tengah.

Potensi dan kekayaan lain yang dimiliki Padang Lawas adalah di sektor pariwisata yang baru saja ditemukan, tetapi memiliki prospek dan peluang untuk memaksimalisasi pemasukan devisa untuk daerah Padang Lawas sendiri.

Baca Juga :  Pemkab Palas Wujudkan Sosopan jadi ‘Brastagi’ Dua

Objek wisata yang baru ditemukan itu adalah lokasi Aek Milas di Desa Paringgonan, Kec. Ulu Barumun Kab. Padang Lawas ini berasal dari panas bumi. Aek berarti air, sedangkan milas berarti panas. Panas air dari wisata pemandian air panas yang jika diketahui para wisatawan baik dari mancanegara maupun regional akan ramai mengunjunginya.

Objek wisata lain adalah Danau Gayambang sebagai salah satu potensi  daerah Kabupaten Padang Lawas di bidang pariwisata terutama wisata bahari. Danau ini terletak di Desa Ujung Batu, Kec. Sosa Kab. Padang Lawas. Kemudian Aek Siraisan yang selama ini banyak dikunjungi para wisatawan lokal karena mengenal tempat ini sebagai pemandian alam yang telah dijadikan sebagai objek wisata dimiliki oleh Kabupaten Padang Lawas. Objek wisata ini terletak di Desa Siraisan, Kec. Ulu Barumun Kab. Padang Lawas. Dengan pemandangan alam yang masih perawan serta kejernihan air sungai merupakan salah satu daya tarik tersendiri bagi para pengunjuk objek wisata ini.

Dua Batu Besar mengapit sebuah sungai di Desa Lubuk Koman Kec. Lubuk Barumun, Kab. Padang Lawas untuk selanjutnya disebut Objek Wisata Batu Nadua, salah satu dari potensi wisata air yang dimiliki oleh Kabupaten Padang Lawas. Keunikan objek wisata yang satu ini, itu tadi terdapat dua batu besar yang mengapit daerah aliran sungai.

Mungkin faktor sumber daya alam dan potensi kekayaan dimiliki daerah Palas tersebut yang melatarbelakangi banyak orang berpandangan bahwa walaupun Palas merupakan daerah otonom baru tetapi sudah termasuk daerah yang makmur dan kehidupan warganya mulai sejahtera secara ekonomi, kalau pun ada pihak yang menuding sebaliknya.

Beranjak dari berbagai potensi dan sumber kekayaan alam yang dimiliki Padanglawas tersebut, Bupati H. Basyrah Lubis, SH terlihat memiliki komitmen untuk membawa Padang Lawas menjadi daerah berpenduduk yang benar-benar sejahtera dan mandiri khususnya secara finansial dan ekonomi. Sebuah komitmen yang sungguh mulia karena tujuannya ada untuk memenuhi hajat hidup masyarakat banyak.

Bukti dari komitmen itu adalah sejak Padang Lawas dipimpin Bupati defenitif yaitu Basyrah Lubis sarana pendidikan telah bertambah dari yang sebelumnya belum memiliki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri kini hampir setiap ibukota Kecamatan telah memilikinya. Ini jelas pada gilirannya akan mempermudah putra-putri Padang Lawas untuk mendapatkan pendidikan kejuruan di berbagai bidang dan disiplin ilmunya.

Visi saat mencalonkan diri dan ikut menjadi kandidat Bupati Padang Lawas pada Pemilihan Umum KDH dan Wakil KDH pada tahun 2008 yang lalu adalah terwujudnya Padang Lawas sebagai wilayah agribisnis yang maju, mandiri, sejahtera berbudaya dan religius merupakan indikator tingginya komitmen Bupati untuk membawa daerahnya ke arah kesejahteraan.

Giat Kunjungi Warga

Untuk mewujudkan komitmen yang diambil dari visinya tersebut, Bupati Basyrah sejak dilantik langsung menggiatkan diri melakukan kunjungan kerja bertemu langsung dengan masyarakat pedesaan.

Banyak kegiatan yang dilakukan masyarakat yang dihadiri Bupati. Bahkan Bupati Basyrah Lubis mengambil momentum kegiatan masyarakat itu menyampatkan diri menggelar Khitanan Rasul secara massal gratis di desa Aek Tinga, Kecamatan Sosa pada April 2009, memberi bantuan seperti berupa pakaian jemaah Amaliyah Akbar di desa Siolip Kecamatan Barumun Januari 2011, ada juga menggelar pengobatan gratis seperti pada Desember 2010 di desa Siundol, Kecamatan Sosopan.

Sedangkan sebelumnya pada November 2010, Bupati Basyrah Lubis menyerahkan sejumlah Hand Tracktor untuk kelompok tani seperti di desa Siolip, Kecamatan Barumun. Bahkan penanaman padi juga di desa Siolip 14 Oktober 2010 yang dilakukan Bupati secara langsung bertujuan untuk memotivasi masyarakat petani untuk makin maksimal meningkatkan produksi pertaniannya sebagai salah satu upaya mewujudkan kesejahteraan warga di daerah ini.

Hal itu sesuai dengan ajakan Bupati Basyrah Lubis dalam setiap kesempatan, agar masyarakat untuk terus menyumbangkan peran dan partisipasi aktif di bidang masing-masing. Itu adalah upaya untuk mewujudkan pembangunan yang inti pokoknya adalah untuk makin meningkatnya kesejahteraan segenap warga masyarakat di seluruh pelosok Padang Lawas.

Baca Juga :  Gempa 7,6 SR Guncang Pariaman (Sidimpuan Ikut Panik..., Tapi Aman Kok)

Keinginan Basyrah tersebut merupakan indikator yang membuktikan betapa sosok pribadi Bupati selaku KDH perdana Kabupaten Padang Lawas pilihan rakyat secara langsung itu merupakan sosok pribadi yang merakyat karena sadar akan keberhasilannya menjadi bupati adalah atas kepercayaan masyarakat kepada dirinya pada Pilkada 2008 yang lalu.

Dukungan masyarakat Padang Lawas terhadap Basyrah dijadikan Basyrah sebagai penghargaan yang tidak terhingga sehingga hal itu merupakan amanah yang harus diemban untuk selanjutnya keinginan masyarakat merupakan prioritas utama baginya. Mengemban amanah itu tentunya dengan melaksanakan pembangunan dan perbaikan  infrastruktur terutama yang langsung menyentuh hajat hidup serta kepentingan masyarakat secara nyata di lapangan.

Bebaskan Daerah Terisolir

Ikan22 Menuju Palas Sejahtera
Bupati Palas, Basyrah Lubis (tengah) sedang melakukan panen perdana ikan di Desa Aek Tinga, Kecamatan Huragi.

Bahkan yang membuat masyarakat kini lega adalah Pemkab Padang Lawas di bawah kepemimpinan Bupati Basyrah Lubis bersama jajarannya seperti Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Padang Lawas,  Syamsul Anwar Lubis, SE, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi Palas, Ir. Khairul Windu Harahap, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ir. Syahrir Harahap telah merealisasi alokasi anggaran tahun 2009 dan 2010 khususnya untuk proyek fisik yakni pembangunan infrastruktur jalan kabupaten menghubungkan ibukota Kecamatan dengan sejumlah desa potensial tetapi sulit menumbuhkembangkan perekonomiannya karena selama ini terisolir.

Untuk tahun 2009 jalur-jalur jalan kabupaten  dimaksud antara lain peningkatan jalan jurusan yang menghubungkan Sibuhuan dengan desa Batang Bulu, Kecamatan Barumun Selatan (sekarang), jurusan menghubungkan Marenu dengan Gulangan Manggu, jurusan Padang Hasior dengan desa Gading keduanya Kecamatan Aek Nabara Barumun (sekarang) dan jurusan menghubungkan desa Siala Gundi dengan desa Sigding, Kecamatan Huristak.

Kemudian tahun anggaran 2010 jurusan yang menghubungkan Batang Bulu dengan desa Harang, jurusan menghubungkan desa Mondang Kecamatan Sosa dengan desa Pinarik, Ibukota Kecamatan Batang Lubu Sutam, jurusan Simpang Jalan Provinsi dengan desa Janji Lobi, Kecamatan Barumun, jurusan Aek Lancat dengan desa Lubuk Koman, Kecamatan Lubuk Barumun dan jurusan dari desa Sayur Maincat dengan Sidongdong, Kecamatan Barumun Tengah.

Sedangkan untuk program tahun anggaran 2011 dalam rangka melanjutkan program tahun-tahun anggaran sebelumnya kini sedang dalam tahap pelaksanaan. Dari data yang diperoleh Berita Sore, selain untuk sarana jalan kabupaten program itu juga ada yang berbentuk pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) dari SD sampai tingkat SLTA berikut kejuruan.

Gratis22 Menuju Palas Sejahtera
Bupati Palas. Basyrah Lubis mencanangkan pengobatan gratis di Desa Siundol, Kecamatan Sosopan.

Bahkan tidak hanya itu, Pemkab Palas di bawah pimpinan Bupati Basyrah Lubis berdasarkan hasil Musrenbang dari berbagai tingkatannya telah merencanakan alokasi anggaran pada tahun 2012 nanti untuk pembangunan infrastruktur yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat banyak di pedesaan terutama sarana jalan kabupaten untuk melanjutkan program yang sekarang dalam rangka pengembangan kawasan terisolir yang memiliki potensi daerah untuk kehidupan masyarakat Palas di masa datang.

Kita berharap kiranya program Bupati Palas, H. Basyrah Lubis yang intinya untuk mewujudkan Padang Lawas yang sejahtera ini terealisasi. Tetapi itu mustahil bisa menjadi kenyataan tanpa dukungan masyarakat dari berbagai elemennya baik di Padang Lawas maupun putra-putrinya yang ada di perantauan. Mari kita dukung sepenuhnya ke depan. (M. Yusuf Siregar)

Sumber: beritasore

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Bukan sekedar jauh dari realita, faktanya kasat mata saja kontras siang dengan malam. Maklumlah kalau pariwara dipelintir seolah berita.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*