Menunggangi Pekerja dari Tabusira : Pt. TPL Kembali Serobot Tanah Milik Warga Tanjung Sunge

Lokasi Tanah milik rakyat di Goti sudah dipetakan Dishut Tapsel

Sipirok, Taktik penjajah adu-domba pribumi tak hanya dipraktekkan penguasa Hindia Belanda, Di Kecamatan Sipirok pengusaha Pt. Toba Pulp Lestari (TPL) pakai cara de vide et impera menunggangi sekelompok umak-umak petani miskin setengah kelaparan dari Desa Tabusira, untuk diperalat jadi tukang tanam bibit Eukaliptus dalam tanah milik warga petani Dusun Tanjung Sunge Desa Batang Tura Julu. Sementara tim security Pt. SSW dipimpin Pengawas staf TPL menjaga kegiatan penyeronotan tsb.

Pada mulanya sekitar Oktober 2012, pihak TPL memerintahkan kontraktor penebangan Pinus Gabean Sinambela dan Robin Sianturi menebangi hutan Pinus yang berada di atas tanah warisan sesuai Surat Pernyataan tgl. 20 Juli 1982 yang diketahui Kepala Desa Tj Sunge, milik keturunan bersaudara Ja Parluhutan, Baginda Madin, Ka Pardomuan, Ja Malaka dan Sutan Gunung Mulia yang terletak di lokasi Goti antara Dusun d/h Desa Simarsarasara dengan Dusun Tj Sunge. Dan pada Tahun 2005 sudah diukur dan dioetakan oleh Dinas Kehutanan Tapsel. Penjarahan Pinus oleh TPL terhenti setelah kelompok petani dari Tj Sunge dipimpin Amron dan Opin Siregar didukung puluhan massa dari Pasar Sipirok mengusir paksa gerombolan pekerja kontraktor Gabean dan Robin keluar dari lokasi Goti.

Sesudah terhenti beberapa minggu, TPL rupanya pasang taktik pantang silap. Sewaktu kelompok tani lokasi Goti merasa situasi sudah aman dan lengah menjaga tanah mereka, mendadak pada Sabtu 10 November 2012 sa`at perhatian masyarakat tertuju pada kegiatan Peringatan hari Pahlawan di Pasar Sipirok, pihak TPL dipimpin Pengawas Lapangan Juru K. Manalu diam-diam mengangkut puluhan pekerja umak-umak naik beberapa Colt Diesel dari Desa Tabusira dan membawa ribuan batang bibit Eukaliptus untuk ditanam di atas tanah warga Tj Sunge di lokasi Goti.

Baca Juga :  Wasit Cederai Permainan Persib vs Persisam

Ketika ketahuan dan ditanyai para pemilik tanah, para umak-umak pekerja TPL mengaku sembari mengeluh, “Karejo hami manjalaki sasuap nasi do, anggo giot marbada kojar hamu ma TPL”. Sewaktu Pengawas TPL beserta security didatangi massa Tj Sunge malah buru-buru angkat kaki sembari mengancamn, “Nanti kita jumpa di pengadilan”.

Upaya pengaduan masyarakat ke Polsek Sipirok gagal total, Kanit Serse Aipda Yusuf Siregar malah berkelit dengan ocehan, “Tapi kata Kehutanan areal itu kawasan hutan”, ujar Kanit Serse tsb tanpa mau mengakui bahwa areal Tanah Goti sudah dimiliki dan digarap masyarakat sebelum daerah tsb ditunjuk secara paksa rezim Orde Baru menjadi kawasan hutan pada akhir Tahun 1982 dengan Penunjukan TGHK.

Akhirnya berkat dukungan sejumlah lsm seperti Bakumsu, Kontras, Walhi, JAP dll di Kota Medan yg telah membentuk Sekretariat Bersama Advokasi Korban TPL, beberapa perwakilan masyarakat petani dari Tj Sunge berangkat dan ikut rapat menjadi narasumber sekaligus kontributor data dan bukti guna kalangan lsm mengadukan kasus penyerobotan tanah oleh TPL ke Poldasu dan Gubsu.

Muhrizal Saputra mantan kordinator KontraS Sumut bersama Benget Silitonga dari Bakumsu (Bantuan Hukum Sumut) berkomentar, “Walau di Tapsel sendiri banyak pihak termasuk yg merasa diri tokoh pemuda acuh penderitaan rakyat petani pedesaan yg didzalimi TPL bahkan ada pula yg jadi “penjilat”¸ di Medan masih ada aktifis yg siap membela”.

Baca Juga :  Batangtoru Digenjot Jadi Sentra Jagung

Kabar terakhir diperoleh, pengaduan resmi kasus penyerobotan TPL di Tapsel bersama kasus kejahatan TPL di kabupaten lain-lainnya di Sumut akan dihantar sejumlah lsm ke Poldasu, berikut rencana aksi besar-besaran ke Kantor Gubsu menuntut penyetopan operasional TPL. ( ARMH -Alarm).

%name Menunggangi Pekerja dari Tabusira : Pt. TPL Kembali Serobot Tanah Milik Warga Tanjung Sunge
Surat Tanah Goti di Dusun Tanjung Sunge Sipirok
%name Menunggangi Pekerja dari Tabusira : Pt. TPL Kembali Serobot Tanah Milik Warga Tanjung Sunge
Salah satu ahli waris Opin Siregar memegang GPS di tas tanah keluarganya yang dijarah TPL
%name Menunggangi Pekerja dari Tabusira : Pt. TPL Kembali Serobot Tanah Milik Warga Tanjung Sunge
Pekerja suruhan TPL dipimpin Pengawas Juru K. Manalu sedang tanam Eukaliptus di tanah serobotan
%name Menunggangi Pekerja dari Tabusira : Pt. TPL Kembali Serobot Tanah Milik Warga Tanjung Sunge
Pekerja suruhan TPL dipimpin Pengawas Juru K. Manalu sedang tanam Eukaliptus di tanah serobotan

 

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

30 Komentar

  1. Buat kalangan pembaca netral bahkan pasif pada polemik para penjilat TPL dgn si Morniff yg belakangan sibuk bawa masyarakat Tapsel korban TPL ngadu ke kalangan NGO di Medan, sebagai bahan pembanding obyektif rasa layak tahu kapolres (lama) Subandriya dah kirim surat hal tanah masyarakat dalam areal TPL ke Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wil-II Sumut dan dijawab dgn penjelasan sesuai Permenhut P.50/2011 dan SE Menhut No. 1/2012, bahwa tugas penyelesaiannya pada Panitia Tatabatas Kabupaten c/q Bupati dan Kadishut. Berdasar Surat BPKH tsb, Subandriya dah kirim surat ke Bupati Syahrul, mendesak Bupati agar segera mempertegas hak kepemilikan tanah masyarakat dalam areal TPL.
    Kapolres (baru) Rizal Enganu memang mantan Kasat-IV/Tipiter Reskrimsus Poldasu, tapi apakah Rizal mau dan berani tabrak sejumlah Permenhut -yg lindungi tanah hak milik masyarakat dalam kawasan hutan- dan mempidanakan masyarakat beserta pembelanya, itu sih asa jahat penjilat TPL. Yg sama aja mengharap Tapsel “terbakar”, karena masyarakat pun kabarnya sedang bersiap menuntut Bupati Syahrul melaksanakan tugas jabatannya sesuai Permenhut utk meng-enclave tanah hak milik masyarakat dalam areal TPL.
    Terakhir, Peraturan Kapolri (Perkap) No. 8/2009 Bab-II Instrumen Perlindungan HAM ayat (1): …perlu diperhatikan oleh setiap anggota Polri dlm melaksanakan tugas berdasarkan Pasal 28 UUD `45 meliputi: hak setiap orang utk mempunyai hakmilik pribadi dan tidak boleh diambil sewenang-wenang. Nah, berani nggak Rizal Enganu mengangkangi peraturan dari pejabat yg meneken SK-nya jadi kapolres Tapsel?
    Kalau pun Kapolres Rizal berani, paling masyarakat ramai pergi ke Medan minta tolong LBH, KontraS, Walhi dll NGO utk didampingi terial di Poldasu agar si Rizal dicopot.
    Jadi Bung Morniff sabar aja dulu, mubazir terpancing. Karena terkadang membedakan loyang dgn emas, orang perlu sedikit waktu menggosoknya.

  2. Hoi Sitorus, di UU 41/1999 ada disebut Hutan Hak. Hak disini maksudnya hak milik, bentuk surat hak milik baca UU Agraria berikut aturan turunannya seperti Permen Agraria No 2/1962. Belajarlah jangan nanya melulu.

  3. Konyol memang klu si dongok, si dogol, si dungu saling lontar pamer kepicikannya. Rupanya kenapa klu kapolres baru? Apa mau dia ngekor kedengkian orang-2 picik lantas nabrak perundangan? Memahami stratifikasi perundangan aja nggak becus, seperti anggap keputusan Menhut lebih tinggi dari Permenhut. Anggap SK Menhut ttg izin TPL lebih tinggi dari hak-2 rakyat yg dilindungi bbrp UU, anggap Menhut punya hak merampas mencabut hak rakyat, anggap TPL berhak sewenang-wenang mencaplok tanah rakyat, siapa kalian rupanya? Pro TPL atau pro rakyat?
    Mampu kalian buktikan gutgut kalian atau cuma harap kapolres baru pro TPL tindas pembela rakyat? Tak usahlah pamer sifat iri dengki, nampak.kali pengecut nama samaran?

  4. Jior sada sada

    Kalaulah memang masyarakat bisa mengelola ataupun memiliki Hutan sesuai dengan permohonan terlebih dahulu kepada Menteri Kehutanan, maka aku mau tau dari mana ketentuan dasar hukumnya ?
    Kalaupun memang ada (orang/masyarakat) memiliki alas Hak “SK Camat” (PPAT) /SK Garapan (KADES) apakah ini suatu produk hukum agraria atau tidak?
    Apakah kriteria dari Hak tersebut dalam hal ini Hutan sesuai dengan UU 41 Tahun 1999 ?

    Tolong penjelasanya.

    Terima kasih

  5. Hehehehehe…… kalau si ” Old man” terdesak gitulah tabiatnya, gak fokus masalah malah lidah busuknya begitu enteng nyebut penghuni rangunan zoo, ( bia ma sarat na tobang sajo ) menyebalkan memang nenek Mornif satu ini sok pintarnya bukan kepalang. kebenaran sepertinya mutlak miliknya, peraturan, UU sering ditafsir sendiri sesuai kehendak otak kotornya ( karena memang dia punya kepentingan ! ), lainnya : menyetop truck bergaya seperti penyidik dibilang itu legal, ada yang melakukan pemalakan dia bilang itu wajar…… bento… bento… bento …. memang gak beres ini orang, tapi maklum saja toh dia ngaku lulusan sma sigumarapus jadi kelihatan bodohnya, masa level sigumarapus berhadapan dengan saya ? pangan ma rimbang na ma ta i katua !

  6. Selamat bergabung Jior,
    beberapa waktu lalu saya sudah prediksi dan beritahu info di bawah ini.

    INFO:
    Ada indikator yang jelas, bahwa konflik eRMHa vs TPL tak terlalu lama lagi akan digelar untuk publik. Coming soon.
    Bisa jadi tontonan dan liputan menarik. Bila perlu direkam jadi film dokumenter. Akan terkuak nanti siapa sesungguhnya bandit yang berteriak “bandit.” Dan, siapa yang sebenarnya dizalimi.
    Selamat bertarung.

    B Harahap ada comment?

    HD

  7. Sitorus,

    Kamu juga dimungkinkan dapatkan kawasan hutan untuk diusahai.
    Tetapi TERLEBIH DULU dikeluarkan dari kawasan hutan berdasarkan keputusan pemegang otoritasnya.
    Siapa?
    Ya, negara.
    Siapa negara?
    Ya Kemenhut.
    Jadi BERMOHON-lah kepada negara. Jangan menentukan sendiri, “oh ini tanah ini, itu tanah anu.” Lalu mengokupasi sendiri. Seperti dilakukan si Morniff menatasnamakan kepentingan masyarakat. Jangan lakukan hal serupa sebab itu ILLEGAL.. Pasti! Pasti!
    Illegal pasti berhadapan dengan hukum.
    Morniff tinggal tunggu waktu. TPL mengadukan dia. Dan dia pun mengadukan TPL sebagai illegal.
    Dia dan konco-konconya akan mengalami anntiklimaks. Kapolres baru pasti akan membuka kelicikannya. Pasti.
    Gak perlu debat disini. Tinggal menunggu hari saja. Silakan si Morniff berkoar-koar, cari seribu dalih!

  8. Lae Pencerah, siapa sebenarnya diri-mu. Kalau memang kau punya lahan di daerah sitorbis berarti kau salah satu dari pejuang tanah dan kau tidak usah takut kalau kau memang mempunyai alas hak..Tolong lae tunjukkan dimana arealnya.
    Jior sada-sada aku sedikit berkomentar dan bertanya kepada Lae, Apakah kalau kawasan hutan tidak bisa diusahai dan bahkan dimiliki oleh masyarakat? Walaupun alas haknya berupa PPAT (SK Camat)!

  9. He bodat pakai nama samaran Jior sada-sada, tak usah sok nyindir di forum ini. Dah berulang kali kutantang tampil kau dgn nama aslimu jumpa dulu kita kapan dimana kau mau, kalau kau memang tgjawab ocehanmu. Di lingkungan preman, di kalangan birokrasi, sukamu dimana keberanianmu, pengecut monjap. Bukan kau yg mengatur hutan Tapsel ini, memaksa penguasa saja pun kau tak becus, mau pula komentari orang lain? Dasar tak tahu malu, tak pernah mampu berbuat apapun tapi sok usil. Mau kuotak-atik hutan Tapsel ini kenapa rupanya? Bisa kau halangi kerjaku? Botul ma baba sajo dipagodang kombur malotup, alias tong kosong nyaring bunyinya ! Aq bangga dgn bukti nyata, kalau kau nampaknya puas dgn cerita saja.

  10. Pencerah

    Kalau anda tanya si Morniff pasti dia bilang gak disana kawasan hutan, sebab kawasaan hutan ada di bawah kendali Menhut. Dia psati bilang itu “kawasan hutan PPAT” dan karena itu dia merasa bisa mengelolanya. Bagi dia PPAT lebih tinggi dibanding SK Menhut. Kasi aja sama si Morniff, dia pasti mau, dia pasti merasa bisa akal-akali sebagai “hutan hak.” Meski belum tentu diakui oleh BPN (seperti dipersyaratkan secara tertulis dalam Peraturan).

    JSS

  11. Bos Mornif, tentulah saran itu untuk saya. Lokasi sudah jelas seperti yang saya sebutkan diatas (Daerah Sitorbis kec. Angkola Timur)) , kalau kita bicara secara detail di forum ini seperti kurang etis. bagaimana via e-mail muhammaddanielhidayat@gmail.com.

    salam
    P.

  12. Saran diberikan kepada siapa? Pencerah apa bukan nama samaran? Klu nama samar, lokasi luas, format surat yg katanya SK tidak rinci, siapa oknum dinas kehutanan yg ditanya tak jelas, nama izin konsesinya aja nggak tahu, ya gimana mau dikasi saran? Ini cerita hukum, kamu harus paparkan detil,rinci, akurat baik sumber, data dan fakta. Dan jangan kontradiktif, karena tak ada tanaman reboisasi di atas tanah milik, terkecuali penghijauan.

  13. Horas Bung Mornif

    Bisakah aku diforum ini minta saran dari Bung ! bahwa aku punya tanah didaerah Sitorbis yaaa dengan luas sekitar kurang lebih 30 Ha lah, yang mana lokasinya sebagian besar ada tanaman pinus ex reboisasi. Alas hak yang aku punya sebagian SK Garapan dan sebagian SK-camat. Nah masalahnya aku tidak bisa memanfaatkan areal tersebut. Bagaimana menurut tuan guru (Master Mornif) agar aku bisa kelola lahan tersebut ? Kalau aku tanyakan sama dinas kehutanan ternyata areal tersebut masuk kedalam kawasan hutan dan juga masuk kedalam izin konsesi suatu perusahaan yang berada disana .
    Tolong petunjuk dari master.
    NB. Kalau ada yang mau tanah tersebut aku akan jual.

    Salam
    P.

  14. Semua ocehanmu kan cuma laku di forum elektronik maya ini kan? Di forum dunia nyata kok nggak pernah kedengaran gema gaungnya? Kau masuki wacana advokasi korban TPL tapi cuma si advokatornya yg kau lampiaskan iri dengkimu, sementara sentral isue korban TPL kok tak disinggung? Jangan-jangan kau antek TPL pamer debat kusir silat lidah jungkir balik dalih dan kilah.. kalah argumen lantas tukar nama samaran lain, begitulah terus berulang-ulang. Dan hanya sampai disini saja kan? Di luar forum komentar media ini kau kan tak dihitung tak dikenal, ya klu gitu terus ajalah beronani dgn imajinasimu semoga cepat orgasme.

  15. Morniff ke JSS;
    “….Jior sadasada, kukang ngumpet dimana ini? Soal jadi “santri”? He.. he … heee…., Soekarno dan Hatta foundingfathers republik ini pernah “nyantri” di Sukamiskin Bandung, tokh masuk sejarah. Aq? The one just only one tamat “nyantri” fitness fisik naik 20 Kg, siap duel otak atau otot sama japurut pengecut model si jior sadasada. Masa sebelum dan sesudahnya, sekian cukong dan birokrat kugiring “nyantri”, terakhir mantan Kadishut Tapsel Sahgiman Siregar. Siapa di Tapsel ini yg punya reputasi begini?…”

    JSS ke Morniff:
    1. Terlalu “BK” (besar kepala)-lah sampeyan menyejajarkan diri dengan para founding father, mereka kan pejuang untuk memerdekakan bangsa, dan karena itu masuk Boven Digul? Bukan pemain illegal logging dan pemadat, kan? Jadi nggak nyambung dalil-mu bro! Jangan sur dan menyesatkan diri sendiri!

    2. Kenapa engkau tidak meng-apresiasi statement JSS yang ingin mendukung engkau, JIKA pada akhirnya nanti proses hukum membuktikan engkau-lah yang benar, dan TPL yang bersalah? Nasehatku: “Jangan dulu kotori jiwamu (sebelum proses peradilan berjalan) seolah-olah kamu (pasti) bakal kalah. Meski pun (mungkin) hati nuranimu berkata demikian (karena sebenarnya kita gak bisa membohongi diri sendiri). Berjuanglah, bro!

    JSS ke B Harahap:
    Ada adagium “praduga tak bersalah.” Kita menghormatinya kan katua?

    JSS

  16. Oh ya? Mantan napi Kadishut Tapsel Sahgiman Siregar apa klas teri? Kaulah yg teri, nyamuk pun tak bisa kau giring. Di dunia maya masih pakai nama samaran kan bukti kau nol besar. Mau bukti nyata? Kapan dimana kita jumpa? Mau ujicoba otak atau otot terserah apa beranimu. Klu cuma berani nama samaran tengkar kata via media elektronik, ya silahkan aja beronani imaginer sendiri. Aq nggak rugi apapun, karena di dunia nyata kau cuma debu. Silahkan tongkrongi forum komentar media ini, kapan ada lagi berita-beritaku, pamerkan sikap too much talking never doing. Ujungnya kan pepatah : “Tong kosong nyaring bunyinya” kan lengket dijidatmu”.

  17. Betul kan apa yang kubilang Morniff ? makin banyak kau cingcong semakin keliatan rupa aslimu. Hehehehehe…. ternyata kau ini pernah “SEKOLAH” juga ya ? dimana ? Universitas Sialambue, Tanjung Gusta atau dimana ? digimbal gak disitu Mor ? pantesan kau makin oon, picik dan cara berpikirmu sempit, eh… sudah jelas kalah otak malah nantang duel otot. Hei…. sadar sedikit bung, umur sudah peot malah nantang fisik. ( hihiiii.. itu sih nafsu besar tenaga kurang ! bodoh betul bapak satu ini ? tapi wahai pemirsa…………. yang budiman, harap dimengerti saja siapa Bapak Mornif ini, karena mungkin pernah “SEKOLAH” khusus yang murid-muridnya adalah pesakitan kelas teri semua jadi….. masih membekas dan terbawa terus dalam diri dan tingkah laku seorang Mornif. Kasihan betul Bapak ini ya ?

  18. Jior sadasada, kukang ngumpet dimana ini? Soal jadi “santri”? He.. he … heee…., Soekarno dan Hatta foundingfathers republik ini pernah “nyantri” di Sukamiskin Bandung, tokh masuk sejarah. Aq? The one just only one tamat “nyantri” fitness fisik naik 20 Kg, siap duel otak atau otot sama japurut pengecut model si jior sadasada. Masa sebelum dan sesudahnya, sekian cukong dan birokrat kugiring “nyantri”, terakhir mantan Kadishut Tapsel Sahgiman Siregar. Siapa di Tapsel ini yg punya reputasi begini?
    Ibarat pertandingan bola, si penonton sok bonex mania berteriak berjingkrak memaki, menuding, menyoraki, mengejek para pemain, seolah si penonton yg cuma duduk-berdiri dikursinya jauh lebih tahu, lebih pintar lebih hebat lebih jago dari para pemain bola. Antiklimaks, usai pertandingan si penonton yg urat lehernya berpeluh, muncungnya diselemoti buih kering, lesu keluar stadion larut lenyap ke dalam lautan massa yg bubar, tak dikenal sesiapapun. Begitulah ironi komentar menggebu ala si jior sadasada dan konco kambrat sejenisnya di forum ini.

  19. Mornif ke B Harahap:
    “He B. Harahap, kamu itu mulai kapan tahu bahasa Indonesia? Picik kali kamu tafsirkan kalimatku yg jelas tegas. Aq s/d kini kelola penebangan kayu rakyat di Angkola Timur & Sipirok, dan tiap hari rutim kirim 5-10 truk angkut kayu rakyat ke Siantar, Tebing, Medan. Setiap supir kubekali dana operasional perjalanan biaya loyal fee ke setiap pos sepanjang jalan. Boleh perika banyak truk kayu melintasi Sipirok sejak awal Septemmber lalu dilengkapi SKSKB atas-namaku. Nah kuulangi tulisan di koment terdahulu: “Kuperintah truk di bawah naunganku utk kasi ke kelompok masyarakat Sipirok (yg telah dan selalu mendukungku)”.
    Kukasi keringatku hasil kerjaku, apa urusanmu? Apa hakmu utk tidak senang pada orang yg bagi rezekinya pada yg disukainya? Klu kemudian armada truk TPL dipaksa ikut kasi, rugi kau rupanya? Sesama rakyat aja ngasi, kenapa konglomerat dibiar tak peduli?
    Nah, B. Harahap beserta gerombolan cecunguk kambrat konco sejenismu, setelah baca simak jawabku ini, silahkan tafakur renungkan tulisan curiga ngawurmu, dan permalukan dirimu sendiri !”

    B Harahap ke Mornif:
    “Mor…. Mor…. kapan kau berubah dengan sikap congak dan angkuhmu ? jangan banyak umbar aktivitasmu boss, justru boss nanti yang malu sendiri…..saya hanya kutip komentarmu begitu, biar orang lain bebas menterjemahkan apa maksudnya. menulis dan membantah sendiri itu namanya sinting, tapi biasalah kalau sudah manula otaknya mulai nol ke kanak-kanakan kayak nenek-nenek. Maaf Mor, dari sudut pandang saya, seorang Mor… tak punya prestasi dan reputasi jadi tak perlu ku tiru. Sungguh saya menjadi orang bodoh kalau meniru kau ! hebat kali mau ditiru, emang kau siapa ? berkaca sikitlah, menilai diri sendiri punya prestasi, dan reputasi ya ampun dangkal kali cara berpikir orang tua satu ini, atau kalau orang menilai kau hebat, punya prestasi dan reputasi segudang biarlah orang itu dengan mimpinya.
    I think…… your activity have a personal interest. if talk to you, make me so………. stupid !”

    Giliran Jior Sada-sada ke semua:
    Birakan Mornif jadi “Ramboo” (dulu, minimum sementara). Komentar B Harahap akan lebih diapresiasi publik kalau pakai bahasa (sedikit) akademis. Yakinlah, siapa pun yang melanggar peraturan, menafsir-nafsir sendiri peraturan untuk kepentingannya, pada saatnya PASTI akan diluruskan oleh hukum yang dijalankan oleh penegak hukum (polisi, jaksa, hakim).
    Kalau si Mornif (yang selalu merasa benar) memang pada akhirnya terbukti BENAR, kita (harus gentlement) dia mesti dukung. Dan kalau itu berarti TPL salah, ya harus diganjar hukuman (cabut ijin dan denda) juga.
    Tapi kalau si “Ramboo” ternyata salah dan masuk akhirnya terpaksa masuk “pesantren,” ya siap-siaplah Harahap ikut antar ransum. Harahap dan Hutasuhut kan masih bersaudara? Kan Mornif sudah punya pengalaman (menuntut ilmu di psantren, dulu), kan? Kalau sudah lulus untuk periode kedua atau ketiga, ya jadi “pak Kiai”-lah dia nanti.
    Ingat kan ketika Mornif jadi “santri”? Kalau sudah lupa nanti kukirim file-nya. Paitte ma katua.

    Salam untuk semua

    JSS

  20. Lagi-lagi si B. Harap-harap plus epigon newcomer Nixon Hutahaen just too much talking, never doing. Apa siapa bagaimana aku ini so pasti bukan baru sekarang nongol kayak kamu-kamu nyong. Memang faktanya all round kok, cuma istilah toke, pedagang, pengusaha cuma judul cupat orang picik. Lha aq bantu rakyat mendapat manfa`at ekonomi dari hak hukumnya sendiri –yg selama ini dicaplok TPL–, kok kalian pening? Lantaran tak mampu bersaing meraih simpati grassroot? Apapun yg kalian ocehkan, tokh dah pasti kalian bukan publik figur dalam arti negatif sekalipun. You just no one, nothing else. So shut up your big mouth idiot ! Hidup tak terbilang, mati tiada yg hilang. Malaikat acuh setan pun cuek, kecian deh kamu-kamu !

  21. jadi siapa sebenarnya Bapak Ahmad R. Mornip Hutasuhut ini ? orang yang diberi mandat masyarakat untuk mengurus hak tanah leluhur yang diserobot TPL, direktur lsm, toke hayu, cukong kayu, pedagang kayu, pengusaha kayu, wartawan, pengamat atau apa ? kurang jelas.

  22. Mor…. Mor…. kapan kau berubah dengan sikap congak dan angkuhmu ? jangan banyak umbar aktivitasmu boss, justru boss nanti yang malu sendiri…..saya hanya kutip komentarmu begitu, biar orang lain bebas menterjemahkan apa maksudnya. menulis dan membantah sendiri itu namanya sinting, tapi biasalah kalau sudah manula otaknya mulai nol ke kanak-kanakan kayak nenek-nenek. Maaf Mor, dari sudut pandang saya, seorang Mor… tak punya prestasi dan reputasi jadi tak perlu ku tiru. Sungguh saya menjadi orang bodoh kalau meniru kau ! hebat kali mau ditiru, emang kau siapa ? berkaca sikitlah, menilai diri sendiri punya prestasi, dan reputasi ya ampun dangkal kali cara berpikir orang tua satu ini, atau kalau orang menilai kau hebat, punya prestasi dan reputasi segudang biarlah orang itu dengan mimpinya.
    I think…… your activity have a personal interest. if talk to you, make me so………. stupid !

  23. Banyak rakyat beri kepercayaan padaku utk tebang, angku, kirim kayu dari tanah milik mereka, kujaga kepercayaan mereka maka aq bisa eksis hingga kini. Kau berikut kambrat koncomu semua klu memang diprrcaya rakyat, brrbuat lebih hebatlah, tunjukkan kalian memang layak dipercayai rakyat. Jangan cuma hebat “omdo”, no action talk only. Dah lihat dengarkan? Sekarang berbuatlah, tiru timpa benam prestasi dan reputasiku, talk less do moee. Mampu nggak?

  24. He B. Harahap, kamu itu mulai kapan tahu bahasa Indonesia? Picik kali kamu tafsirkan kalimatku yg jelas tegas. Aq s/d kini kelola penebangan kayu rakyat di Angkola Timur & Sipirok, dan tiap hari rutim kirim 5-10 truk angkut kayu rakyat ke Siantar, Tebing, Medan. Setiap supir kubekali dana operasional perjalanan biaya loyal fee ke setiap pos sepanjang jalan. Boleh perika banyak truk kayu melintasi Sipirok sejak awal Septemmber lalu dilengkapi SKSKB atas-namaku. Nah kuulangi tulisan di koment terdahulu: “Kuperintah truk di bawah naunganku utk kasi ke kelompok masyarakat Sipirok (yg telah dan selalu mendukungku)”.
    Kukasi keringatku hasil kerjaku, apa urusanmu? Apa hakmu utk tidak senang pada orang yg bagi rezekinya pada yg disukainya? Klu kemudian armada truk TPL dipaksa ikut kasi, rugi kau rupanya? Sesama rakyat aja ngasi, kenapa konglomerat dibiar tak peduli?
    Nah, B. Harahap beserta gerombolan cecunguk kambrat konco sejenismu, setelah baca simak jawabku ini, silahkan tafakur renungkan tulisan curiga ngawurmu, dan permalukan dirimu sendiri !

  25. Pak Doli, sebelum komentar baca dulu berita yg ditulis ARM Hutasuhut yg lain yang diposting tgl. 17 November 2012 dengan judul “Masyrakat Sipirok perang spanduk melawan PT. Toba Pulp Lestari”, pada komentar nomor urut 17 ada YANG MENARIK : mornif menjawab : ……….. aq yang merintis, aq yang perintahkan …dst. ini adalah jawaban Mornif atas komentar seorang yang bernama Budi Hts yang menyatakan ada pemalakan terhadap sopir-sopir truck milik TPL yang dilakukan oleh masyarakat Sipirok. Kemudian, dalam komentar lain Budi Hts memberi komentar lain terhadap Sdr. Mornif, bahwa aktivitas MOrnif menyebabkan orang Sipirok saling mencurigai ….. dst ! dan atas komentar ini tidak ada sanggahan dari Mornif.
    Kita tidak mengetahui sejauh mana kebenaran informasi yang diberikan oleh Budi Hts tsb, namun Budi Hts adalah seorang Dosen dan peneliti yang tentunya punya kredibilitas dan saya yakin dia tidak sembarangan menuduh dengan info palsu. ( toh ini sudah diakui Mornif bahwa dia yang memerintahkan ? ) memerintahkan agar orang melakukan pemalakan, itu namanya apa ? apa setelah melakukan pemalakan, kemudian uangnya dikumpul dan disetor kepada yang memberi perintah ? maaf lho tapi kesannya kan begitu jadi wajar orang bertanya bung.

    Aktifitas Medan ? mau aktifis setan gundul sekalipun apa tak boleh dikritisi ? memberi komentar, melakukan kritik, bukan berarti setuju dan pro TPL. kog pendek kali akalnya kalo nuduh begitu ?

  26. Gimana para pendekar dunia maya Hayuara Dongoran, Hasibuan, Budi Hts, Karl Marx, Amran Nst, Mora na Mora, Haihi Hts, Baginda Harahap, Jior Sada-sada, ini jelas kasus TPL yg kini rakyat petani dibela kalangan NGO di Medan. Kalau di berita-berita edisi lalu si Morniff bela rakyat korban TPL kalian caci, cobalah maki dulu para aktifis Medan yg sok usil mengobok-obok Tapsel. Mampu nggak kalian berhadapan dengan korban-korban TPL dan kalangan aktifis Medan?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*