Menunggu Babak Baru Kasus Antasari Azhar

Antasari Azhar -- Photo : KOMPAS / HENDRA A SETYAWAN
Antasari Azhar — Photo : KOMPAS / HENDRA A SETYAWAN

Mantan Ketua KPK Antasari Azhar akhirnya menghirup udara bebas setelah pada 10 November 2016 lalu dinyatakan bebas bersyarat. Antasari mendapat bebas bersyarat setelah menjalani dua pertiga masa tahanan dari vonis 18 tahun penjara.

Selang berapa lama kemudian, permohonan grasi Antasari yang diajukan pada 9 Mei 2015 dikabulkan Presiden Joko Widodo pada Januari 2016. Dengan keluarnya Keppres soal permohonan grasi tersebut, status Antasari bebas murni tahun ini.

Seperti diketahui, Antasari dijebloskan ke penjara atas kasus pembunuhan bos PT Putra Rajawali Bantaran, Nasrudin Zulkarnain. Saat itu karier Antasari sedang di puncak sebagai Ketua KPK.

Meski terdapat sejumlah kejanggalan soal keterlibatan Antasari, pengadilan saat itu tetap menjebloskan mantan jaksa itu ke penjara. Pasca bebas pada 10 November lalu, Antasari pernah berjanji akan mengungkap kasus yang membelitnya tersebut.

Bahkan Antasari beberapa waktu lalu sampai menyindir Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) buat mengungkap kasusnya ketimbang berkicau di twitter soal juru fitnah dan hoax telah berkuasa. Antasari menilai SBY yang nobatene menjabat sebagai presiden saat dirinya terjerat kasus mendapat laporan soal apa yang terjadi.

Kemarin, Antasari menyambangi Istana Merdeka. Antasari mendapat waktu untuk bertemu langsung dengan Presiden Jokowi. Pertemuan itu terjadi atas inisiasi Antasari. Menurut Jubir Presiden, Johan Budi SP, permohonan untuk bertemu Presiden sudah diajukan oleh Antasari sejak lama melalui Mensesneg.

“Dan baru sore hari ini (kemarin) Presiden bisa menerima Antasari,” kata Johan melalui pesan singkat kepada merdeka.com, kemarin.

Baca Juga :  Ditangkap, John Kei Ditembak Polisi di Kaki

Sesaat sebelum ke Istana, saat mendatangi Lapas Tangerang, Antasari mengaku berterimakasih kepada Presiden Jokowi karena telah mengabulkan permohonan grasinya.

“Saya berterima kasih. Ya kita doakan supaya Pak Jokowi sehat-sehat. Alhamdulillah, ternyata Pak Jokowi, Presiden, rasa kepeduliannya terhadap keadilan itu tinggi,” kata Antasari, kemarin.

Antasari juga mengakui dalam pertemuan dengan Presiden akan dibahas soal kasus yang pernah dialaminya itu. Dia juga mengaku akan membahas kasus tersebut nantinya dengan pimpinan KPK.

“Itu dengan Presiden lah, dengan KPK (juga) nanti kalau saya ketemu,” kata Antasari.

Beberapa saat kemudian sekitar pukul 14.50 WIB Antasari tiba di Istana Merdeka dengan mengenakan batik lengan panjang. Usai pertemuan, sekitar pukul 16.50 WIB, Antasari menolak untuk menyampaikan apa yang dibahas dengan Presiden. Dia beralasan, sudah terlalu sering berinteraksi dengan media.

“Dari tadi malam, kemarin dari pagi sampai malam, saya meladeni rekan-rekan Anda,” ujarnya sembari berusaha meninggalkan kerubutan wartawan, Kamis (26/1).

Didesak kembali mengenai isi pembicaraan keduanya, Antasari mengaku sedang batuk sehingga belum bisa menjawab. “Jadi, saya batuk. Sudah, mau tahu saja,” tegas Antasari sambil mengacungkan jari telunjuk ke arah bibirnya.

Sebelum kedatangan Antasari, Presiden Jokowi lebih dulu memanggil Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana. Diduga, pemanggilan ini terkait kelanjutan kasus Antasari. Namun usai bertemu Presiden, Iriawan membantah dalam pertemuan membahas kasus Antasari.

“Enggak bicara itu,” katanya.

Namun demikian, Iriawan berjanji akan menindaklanjuti laporan Antasari soal SMS misterius ke Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. SMS itu mengatasnamakan Antasari padahal nomor yang digunakan bukan milik Antasari. SMS misterius itu yang akhirnya menjerat Antasari Azhar masuk dalam penjara.

Baca Juga :  Posko Relawan "Ganyang Malaysia" Mulai Ramai Dikunjungi

“Nanti akan saya cek kembali. Tentunya harus ditindaklanjuti,” kata Iriawan.

Terkait kapan kasus tersebut diusut tuntas, Iriawan belum bisa memastikan. Sebab, dia mengaku harus melakukan penelusuran terlebih dahulu lantaran laporan itu masuk pada beberapa tahun silam.

“Nanti saya cek dulu. Saya sudah lama enggak update data itu. Nanti saya tanya dulu ya, bagaimana kasusnya juga ke penyidik,” jelas dia.

Selain alasan itu, Iriawan juga mengaku terlalu banyak menangani persoalan di Jakarta sehingga butuh waktu untuk menyelesaikan laporan SMS misterius.

“Nanti saya akan jelaskan kemudian. Kerjaan saya banyak. Banyak sekali (urusan) di Jakarta ini luar biasa, jadi nanti akan saya sampaikan ke direktorat yang melakukan penyelidikan atau menangani kasus,” ujar dia.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*