Merapi Meletus – Demi Ayam, Warjo Bertahan di Radius 4 Km

1816237620X310 Merapi Meletus Demi Ayam, Warjo Bertahan di Radius 4 Km
Warjo (48) sedang menatap kepulan awan panas

Warjo (48) asyik berdiri di pekarangan rumahnya. Tangan kanannya dimasukkan ke saku celana. Sesekali ia mengisap dalam-dalam rokok kretek yang dia pegang di tangan kirinya untuk mengusir dinginnya embusan angin.

Tatapannya ke atas, ke arah puncak Gunung Merapi yang sudah beberapa hari ini tidak henti menyemburkan awan panas atau biasa disebut wedhus gembel. Asal tahu saja, rumah Warjo hanya berjarak sekitar 4 kilometer dari puncak Merapi, tepatnya di Dusun Bagun Sari RT 12 RW 04, Desa Klakah, Kecamatan Selo, Boyolali.

Bapak tidak takut wedhus gembel?, “Mboten (tidak),” jawab dia singkat sambil meringis ke arah Kompas.com, Rabu (10/11/2010) sore. Warjo kembali mengisap dalam-dalam rokoknya sambil menatap awan yang telah menewaskan 100-an warga hingga hari ini.

Sore itu, Warjo di rumah bersama istrinya, Sukiyem (45). Setelah letusan hebat pertama kali pada 26 Oktober 2010, keluarga Warjo dan tetangganya mengungsi. Namun, pada pagi hingga sore, suami istri itu kembali ke rumah “hanya” untuk menjaga ayam-ayam yang dia lepas untuk mencari makan.

Ayam-ayam itu adalah harapan ke depan untuk keluarga Warjo. Pasalnya, kebun sayur miliknya gagal panen setelah tertutup abu vulkanik. Setelah letusan pertama, sudah tak terhitung berapa kali hujan abu di dusun itu. Untungnya, awan panas itu tidak turun melintasi dusun. “(Kebun) rusak semua,” kata Warjo sambil tertawa lebar.

Baca Juga :  Sudah 50 Hari Korban Lapindo Menginap di DPRD

“Bapak ini ketawa-ketawa sebenarnya hatinya sedih,” timpal Supomo (29), tetangga sebelah rumahnya. “Yah nda usah dipikirin. Lama-lama dipikirin nanti stres,” tambah Warjo.

Sama seperti Warjo, Supomo juga mengalami kerugian akibat gagal panen. Kebun palawijanya rusak tertimbun abu. “Warga di sini semua tani. Buat modal tanam aja antara Rp 2 sampai Rp 5 juta. Nda tahu bagaimana nanti kita ke depan,” ucap dia. (kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*