Mereka Mencari Rejeki dengan Menjadi Saksi Pemilu

JAKARTA, KOMPAS.com – Menjadi saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) bisa menjadi cara untuk mengais rejeki. Seperti yang dilakukan Wimpy (31), saksi di TPS 36 Marunda yang berada di Rusun Marunda Cluster A Blok Baronang.

Menjadi saksi dari Partai Demokrat, Wimpy mendapatkan uang lelah sebesar Rp 200.000. Selain itu, dia juga diberi kemeja berlambang khas partai tersebut.

“Ya, lumayanlah jadi saksi, kalau jualan juga kan belum tentu dapat segini,” ujar Wimpy sambil tertawa di TPS 36 Marunda, Rabu (9/4/2014).

Wimpy menjelaskan tugasnya sebagai saksi adalah mengawasi jalannya pemungutan suara agar tidak terjadi tindak kecurangan. Kemudian, lanjutnya, saat penghitungan suara nanti dirinya akan mencatat perolehan suara dari Partai Demokrat, khususnya caleg yang memberi dia uang.

Sementara itu, Rio Febriansyah (20) saksi dari Partai Gerindra mendapatkan uang lelah sebesar Rp 100.000. Warga Cluster B Rusun Marunda tersebut ditawari menjadi saksi oleh teman ibunya yang merupakan koordinator saksi dari Partai Gerindra.

Berbeda dengan Rio dan Wimpy yang sudah mendapatkan uang lelah. Jumiati (25) saksi dari partai Golkar mengaku belum mengetahui nominal uang lelah yang ia dapatkan dari menjadi saksi.

“Belum tahu juga dapat berapa, soalnya belum dikasih, jadi saksi aja dulu,” ucapnya.

Di TPS 36 sendiri ada tujuh orang saksi dari partai yang berbeda. Mereka bertugas mengawasi jalannya pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS tersebut.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Busyro: Itulah Efeknya kalau Presiden Aktif di Parpol, apalagi Ketua Umum...

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*