Merpati Batal Mendarat Landasan Terhalang Tower

Pesawat Merpati CN 235 batal mendarat di Bandara Aek Godang, Kecamatan Hulu Sihapas, Kabupaten Padang Lawas Utara, Senin (28/3). Penyebabnya, landasan pacu bandara terhalang tower telekomunikasi milik salah satu perusahaan seluler.
“Merpati CN 235 batal mendarat di Bandara Aek Godang. Ini setelah dilakukan pemeriksaan bandara oleh tim verifikasi kelayakan pendaratan yang menyimpulkan tidak bisa mendarat karena terhalang tower,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Paluta Drs Yusnal Effendi Daulay, melalui Kabid Perencanaan dan Pembangunan H Niksen Siregar.

Menurut Niksen, Bandara Aek Godang yang berklasifikasi kelas III di Jalan Lintas Sibuhuan Km 1,5 Desa Janji Manahan itu, memiliki panjang landasan pacu 1.400 meter dengan lebar 23 meter. “Selama ini yang sering mendarat di Aek Godang hanya sekelas Susi Airlines. Dengan kondisi seperti ini, bandara ini hanya bisa didarati pesawat sekelas C-212. Tapi karena banyaknya permintaan, Merpati CN 235 kita uji coba. Namun karena terhalang tower maka tidak bisa didarati pesawat baling-baling yang berkapasitas 70 penumpang,” terangnya.

Niksen menambahkan, batal mendarat sebenarnya bukan saja disebabkan masalah tower. Seandainya pun terjadi perluasan landasan, masih ada lagi penghambat, antara lain dua tor yakni Tor Simitcak dan Tor Sibualbuali di sekitar Bandara Aek Godang yang menghambat perluasan landasan pacu tersebut.

“Perusahaan pemilik tower mau memindahkannya. Namun, seandainya pun ada perluasan masih ada kendala lain, yakni diapit Tor Simitcak dan Tor Sibualbuali,” tambahnya.Sejauh ini, pihaknya masih fokus untuk pembenahan Bandara Aek Godang. Sedangkan soal wacana pemindahan Bandara Aek Godang, Niksen enggan berkomentar banyak. “ Kalau masalah itu, belum ada pembahasan ke sana,” pungkasnya.(thg/ann) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Arifin Seorang Kakek Yang sudah Berusia 75 Tahun Mengadu Nasib di Desa Paranjulu

1 Komentar

  1. Sudah seharusnya,tabagsel mempunyai bandara inter National mengingat masyarakat lebih cenderung menggunakan transfortasi ini,karena jarak yg di tempuh dari medan,pekan baru,dan padang lumayan jauh,kalau ini terlaksana bukan hanya tabagsel banyak daerah yg disekitar tapteng,taput,labuhan batu,maupun pulau nias yg bisa menikmatinya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*