Meski Telah Dieksekusi Pengadilan Perkebunan Sawit KUD Serba Guna Palas Tetap Dipanen

Palas | Perkebunan Sawit KUD Serba Guna di Desa Parsombaan Kec. Lubuk Barumun Kab. Padanglawas   seluas 1.500 Ha dan
telah  berproduksi  seluas 900 Ha  yang telah dieksekusi pengandilan   ternyata tetap di panen.

Tokoh masyarakat Padanglawas, H Ibrahim Daulay di Sibuhuan, Jumat (24/1) mengatakan, meski telah dieksekusi pengadilan namun Luddin Pulungan,  mantan kepala desa dan sekarang menjabat sekretaris Desa Parsombaon Kec. Lubuk Barumun tetap memanen secara terang-terangan kebun sawit tersebut.

Dikatakan H Ibrahim, dari hasil panen kebun yang dieksekusi itu, Luddin Pulungan yang mengatasnamakan atau mengaku dari pihak PT Duta Varia Pertiwi tersebut memperoleh Rp 200 juta perbulan.

Katanya, eksekusi lahan dilakukan dengan Penyitaan oleh Kementerian Kehutanan berlanjut dengan penitipan barang bukti perkebunan Sawit KUD Serba Guna sesuai Berita Acara Penitipan Hari Rabu 14 Juli 2010 dari pihak Kementerian Kehutanan melalui Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan (Kejari Psp) kepada Pemkab Palas yang diwakili Kasi Pidum Sabi’in, SH kepada KadishutKab Palas, Ir Soleman dihadiri Tim Penyidik Kemenhut, Iwen Yuvanho S.Hut, M.AP dan Suharyono, SH, Msi.

Katanya seluruh ormas maupun OKP yang ada di Palas telah mengetahui hal itu, namun pihak Dinas Kehutanan dan perkebunan Padanglawas tidak melakukan pengamanan asset yang telah dieksekusi pemerintah itu.

Menurut dugaan H ibrahim, ada kemungkinan permainan antara Dinas Kehutanan dan Perkebunan Padanglawas dengan pihak pemanen yang menjarah kebun tersebut, karena dinas tersebut diyakini telah melakukan pembiaran penjarahan.

Baca Juga :  PAPBD 2014 Pemko P. Sidimpuan Ditetapkan

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Padanglawas, Tamrin Harahap SP yang dikonfirmasi wartawan membenarkan Luddin Pulungan yang mantan kepala desa dan kini  menjabat sekretaris Desa Parsombaon Kec. Lubuk Barumun memanen perkebunan sawit yang telah dieksekusi tersebut.

Namun, dia membantah adanya permainan pihanya dengan pemanen. Katanya sesuai Berita Acara Penitipan Hari Rabu 14 Juli 2010 dari pihak Kementerian Kehutanan melalui Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan (Kejari Psp) kepada Pemkab Palas yang diwakili Kasi Pidum Sabi’in, SH kepada KadishutKab Palas, Ir Soleman, Dinas kehutanan dan Perkebunan Palas hanya
mengawasi lahan, karena lahan itu terletak di kab. Padanglawas

“Kita tidak  mencampuri masalah pemanenan, hanya masalah lahan dan kita belum menerima hasil putusan pengadilan tersebut,” ujar Thamrin.

Kata Kadishutbun, Departeman Kehutanan saat ini masih melakukan upaya Peninjauan Ulang (PK) terhadap perkara tersebut, sehingga hasil keputusannya belum inkrach. (Sahat Gemayel Lubis)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Debat kusir silat lidah putar-belit si Tamrin Harahap kadishutbun ada benarnya. Yg disita kan cuma lahan kebunnya thok, soal buah sawitnya kan tak ada sehuruf pun disebut. Beginilah pejabat mental penjahat, setiap celah dimanfaatkan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*