Mewujudkan Akses Pendidikan Yang Meluas, Merata Dan Berkeadilan Oleh Taufik Akbar Hasibuan Guru SMP N 1 Aek Nabara Barumun

Taufik Akbar Hasibuan Guru SMP N 1 Aek Nabara Barumun
Taufik Akbar Hasibuan Guru SMP N 1 Aek Nabara Barumun

Apakabarsidimpuan.com, PALAS – Satu sisi teknologi memudahkan kerja manusia, dilain sisi teknologi menjadi momok yang menakutkan ketika pengguna teknologi salah menggunakan teknologi itu. Baru-baru ini kita lihat bagaimana terjadi benturan antara alat transportasi konvensional dengan alat transportasi modren di Jakarta, tak ayal lagi kerugian materi dan non materi jadi sasarannya. Penyebabnya sederhana ketidak siapan kita dalam mengakses pendidikan yang hampir tanpa sekat lagi.

Itu di dunia transportasi. Bagaimana di dunia pendidikan? Dunia yang tidak lepas dari teknologi, jelang pelaksanaan UASBN/UAMBN kemarin sentar kita dengar bocornya kunci jawaban UAMBN di WA. bahkan saat ini lewat organisasi IKATAN GURU INDONESIA (IGI) menerobos dan menyalip organisasi guru lainnya dengan program SATU GURU SATU INOVASI PEMBELAJARAN BERBASIS IT, tidak tanggung tanggung IGI menggandeng perusahaan internasional SAMSUNG sebagai patner kerjanya.

Para guru yang tergabung dengan organisasi IGI dilatih untuk tidak gaptek IT. Kelas yang digunakan juga menggunakan kelas IT, bukan kelas konvensional. Satu terobosan baru di dunia pendidikan kita. Pendidikan yang meluas haruslah kita maknai dengan “terjangkau oleh segenap lapisan masyarakat”. Meluas bisa juga diartikan sebagai kemudahan akses pendidikan. Tidak ada lagi batasan dalam mendapatkan akses pendidikan.

Sekarang mari kita lihat, dari aktivitas tersebut, apa dampak yang diberikan? Memangkas ruang dan waktu. Memangkas pola distribusi layanan publik, pengiriman naskah soal, kartu ujian, tak perlu ke kantor, di kamar mandi pun bisa dilakukan. Bahkan untuk meningkatkan kompetensi personal seorang guru. dilakukan dengan IT. Anggaran pendidikan kita begitu besar, 20% dari APBN. Sekitar Rp.400 triliun pertahun, dalam kacamata investasi, ouput pendidikan harus mampu member income kepada Negara lebih dari Rp. 400 triliun, atau subsidi (beban) Negara terhadap kaum Miskin dan pengangguran berkurang dari angka tersebut.

Seorang Nelson Mandela yang mengucapkan: ”Education is the most powerful weapon which you can use to change the world.” Pendidikan merupakan senjata yang paling ampuh untuk mengubah dunia. Oleh karena itu, Negara seharus hadir terus memikirkan strategi pendidikan yang optimal untuk mendidik generasi penerus. Investasi bertahun-tahun pada generasi muda yang memakan biaya miliaran dolar terus dikerjakan banyak negara. Periode pengembalian (payback period) investasinya bisa sangat panjang. Jauh melampaui bisnis-bisnis populer zaman ini. Namun, dapat dipastikan negara yang absen dalam memperhatikan pendidikan generasi mudanya akan segera tergerus oleh derasnya arus zaman ini. Sains dan teknologi saat ini berkembang jauh lebih cepat dibandingkan masa-masa sebelumnya. Ketertinggalan dalam kedua hal ini akan menyebabkan suatu negara berada dalam posisi yang sulit untuk bersaing dengan negara lain.

Dengan kata lain meratanya akses pendidikan akan mendongkrak kemajuan suatu negara. Distribusi guru menjadi persoalan dunia pendidikan kita saat ini. Akses pendidikan juga tak kalah penting dalam pemerataan dunia pendidikan. Kita bandingkan dengan ongkos politik dan demokrasi di Negara ini begitu mahal. Ratusan triliun dikeluarkan hanya untuk memilih wakil rakyat, pemimpin daerah dan kepala Negara yang bersifat procedural dan adminstratif. Hasilnya apa? Bisa kita saksikan bagaiamana prilku dari Legislatif, eksekutif mempertontonkan dirinya. Bila hal itu tidak mampu mendewasakan bangsa dan membentuk masyarakat rasional, maka Indonesia termasuk Negara yang merugi.
Tentunya hal ini berlaku bagi guru yang siap akan revolusi teknolgi ini, demikian juga dengan dinas pendidikannya. Akan lebih siap seharusnya. Namun bagi guru, Dinas Pendidikan yang masih konvensional IT akan menjadi momok yang menakutkan. Kepala sekolah yang GAPTEK, guru yang gaptek, Dinas Pendidikan yang gaptek. Akan terus menggerutu dengan ketertinggalan mereka. Bourdieu (2002) memberikan satu analisis bahwa perubahan habitus manusia akan selalu memakan korban. Sejarah revolusi industri eropa telah membuktikannya. Menggilas habis habitus lama dengan habitus yang baru.
Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia adalah amanat dari Undang-undang dasar kita, adil ekonomi, social, pendidikan. Keadilan dalam dunia pendidikan adalah kesamaan hak warga Negara dalam mengakses dunia pendidikan, tanpa ada diskriminasi, ras, suku, agama dan bahasa, Negara harus hadir untuk menjamin hak masyarakat ini.

Indonesia  merupakan negara multikultural, dimana beragam Suku, Agama, Ras, Budaya dan golongan hidup bersama dalam satu atap yaitu NKRI. Keberagaman tersebut merupakan suatu kekayaan yang luasr biasa yang dianugrahkan Tuhan, namun keberagaman tersebut bisa menjadi potensi konflik yang besar, manakala ego sektoral lebih dikedepankan dari pada prinsip-prinsip kebersamaan. Ketika konflik terjadi, maka ancaman disintegrasi nasional akan mudah terjadi.

Menurut Paul B.Horton,  proses pengembangan masyarakat yang mana  segenap kelompok ras dan etnik mampu berperan secara bersama-sama dalam kehidupan Agama, budaya, pendidikan dan ekonomi. Oleh karena integrasi suatu yang diharapkan dalam kehidupan masyarakat, maka harus tetap dijaga kelangsungannya. Integrasi nasional identik dengan integrasi bangsa yang berarti suatu proses penyatuan atau perubahan berbagai aspek sosial budaya kedalam suatu wilayah dan pembentukan nasional atau bangsa.

Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah pendidikan yang berkeadilan, pendidikan yang tidak lagi menjadi sesuatu yang momok yang menakutkan bagi warganya. Pendidikan yang meluas, merata dan berkeadilan sesuai dengan amanat undang undang dasar Negara Republik Indonesia. “mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Penulis,
Nama : Taufik Akbar Hasibuan
Pekerjaan : Guru
No Hp/wa : 081363915017

POST ARCHIVE: This content is 7 months old. Please, read this content keeping its age in Mind
google Mewujudkan Akses Pendidikan Yang Meluas, Merata Dan Berkeadilan Oleh Taufik Akbar Hasibuan Guru SMP N 1 Aek Nabara Barumunfacebook Mewujudkan Akses Pendidikan Yang Meluas, Merata Dan Berkeadilan Oleh Taufik Akbar Hasibuan Guru SMP N 1 Aek Nabara Barumuntwitter Mewujudkan Akses Pendidikan Yang Meluas, Merata Dan Berkeadilan Oleh Taufik Akbar Hasibuan Guru SMP N 1 Aek Nabara Barumunlinkedin Mewujudkan Akses Pendidikan Yang Meluas, Merata Dan Berkeadilan Oleh Taufik Akbar Hasibuan Guru SMP N 1 Aek Nabara Barumunemail Mewujudkan Akses Pendidikan Yang Meluas, Merata Dan Berkeadilan Oleh Taufik Akbar Hasibuan Guru SMP N 1 Aek Nabara Barumunprint Mewujudkan Akses Pendidikan Yang Meluas, Merata Dan Berkeadilan Oleh Taufik Akbar Hasibuan Guru SMP N 1 Aek Nabara Barumun

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*