Mi Gomak, Spaghettinya Orang Batak

Orang Italia bolehlah punya kuliner khas berupa spaghetti. Orang Batak pun tak mau kalah. Perkenalkan kuliner mi satu ini, namanya Mi Gomak. Tepatnya di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, sebuah warung sudah terkenal sejak lama sebagai penjual Mi Gomak.

Mi Gomak khas Samosir, Sumatera Utara.

Konon, Mi Gomak di warung ini paling enak di seantero Samosir. Dorman Restaurant, begitu sebutan Warung yang berada di Jalan Aek Hangat, Pangururan, Samosir. Lalu, seperti apa Mi Gomak? Mi yang digunakan bukan mi telor yang keriting dan tipis.

Sementara mi yang digunakan untuk Mi Gomak adalah mi lidi yang diameternya lebih lebar dan lurus seperti spaghetti. Teksurnya juga lebih kenyal, namun mudah putus saat digigit. Sausnya ibarat bolognese versi rendang.

“Sambalnya ini campur-campur saja, seperti bumbu rendang. Pertama tumis bumbu lalu campur santan,” kata Manik, pengelola rumah makan tersebut.

Bumbu-bumbu terdiri dari merica, jahe, andaliman, kelapa parut disangrai, daun bawang, bawang putih, dan bawang merah. Buah andaliman memang menjadi bumbu khas untuk masakan-masakan Batak. Tak lengkap kuliner Batak tanpa andalliman.

Doharman Restaurant, kedai yang menjual Mi Gomak di Samosir, Sumatera Utara.

Rasanya? Enaknya bukan main. Saus berempah seperti rendang namun lebih halus, berkolaborasi dengan mi tebal yang lembut. Selintasan seperti spaghetti bolognese dengan rasa lebih berempah dan pedas, tanpa rasa asam dari tomat.

Baca Juga :  Identitas Mandailing dalam Tiga Lukisan Batara Lubis

Kelar makan satu piring mi gomak, rasanya begitu membekas di lidah. Mi gomak lebih seru dimakan dengan telur bebek rebus. Menurut Manik, mi gomak mendapat sebutan tersebut karena cara makannya yang dengan menggunakan tangan.

“Diraup pake tangan, istilah sini ‘digomak’,” jelasnya.

Cocok menyantap mi gomak untuk sarapan pagi di Samosir. Teman makan mi gomak adalah kopi Samosir. Aromanya wangi dan rasanya lembut dengan selintasan rasa tanah.

Kopi jenis arabika tersebut mendapat aroma wangi dari kayu manis. Ya, orang Samosir memiliki kebiasaan menyangrai biji kopi dengan kulit kayu manis dan buah pala. Membuat rasa kopi semakin kaya.

Di Samosir terdapat beberapa warung yang menjual mi gomak. Namun, Dorman Restaurant disebut-sebut sebagai rumah makan yang menjual mi gomak sejak tahun 1982. Selama bertahun-tahun, rasa dari mi gomak tetap konsisten.

Bahkan penggemar mi gomak tersebut rela berjam-jam melintasi jalur darat dari daratan Sumatera Utara hanya untuk menikmati mi gomak di rumah makan ini. Manik sendiri adalah menantu dari pendiri Dorman Restaurant. Resep yang diwariskan tetap dijaga agar spaghetti ala orang Batak itu pun tetap lestari.

Sumber: KOMPAS.com –

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Simarsayang Sepi...? Mereka Mungkin Lari Kesini...!

1 Komentar

  1. Ro ijur niba mambaca mi gomak on bah … misop sidippuan pe tabo do da … hobarkon kamu jo ison ate ….

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*