Militer Thailand Lakukan Kudeta

(AP/Sachai Lalit) JAGA: Aparat militer Thailand berjaga-jaga di lokasi tempat demonstran anti-pemerintah di Bangkok, Kamis (22/5). Panglima militer Thailand mengumumkan pengambilalihan pemerintah untuk memulihkan stabilitas dan ketertiban negara

Bangkok, (Analisa). Pihak militer Thailand memberlakukan larangan keluar rumah dari pukul 22.00 sampai 05.00 waktu setempat setelah mengumumkan kudeta militer, Kamis (22/5).

Kudeta disebut untuk memulihkan stabilitas dan ketertiban pasca kebuntuan dan pergolakan politik selama enam bulan.

Jenderal Prayuth Chan-ocha mengatakan dalam satu pernyataan melalui televisi nasional bahwa komisi yang memberlakukan darurat militer sebelumnya, kini mengambil alih roda pemerintahan negara.

“Agar negara kembali normal dengan cepat, Komite Penjaga Perdamaian Nasional terdiri dari angkatan darat, Angkatan bersenjata Thailand, Angkatan Udara Kerajaan dan polisi perlu merebut kekuasaan pada Kamis pukul 16.30 waktu setempat,” tegas panglima militer, Jenderal Prayuth Chan-O-Cha.

Panglima, yang memberlakukan darurat militer pada Selasa, mengatakan kudeta diperlukan untuk mencegah konflik yang semakin besar.

“Semua warga Thailand harus tetap tenang dan pejabat pemerintah harus bekerja seperti biasa,” tambahnya.

Langkah itu ditempuh setelah pembicaraan yang diselenggarakan militer antara para pesaing politik di kerajaan ternyata gagal untuk mencapai kompromi guna mengakhiri hampir tujuh bulan aksi protes massa di jalan-jalan Bangkok.

Pemimpin aksi protes yang bersaing dalam pembicaraandi fasilitas militer berpenjagaan ketat di ibukota – terlihat dibawa pergi oleh tentara meskipun tidak jelas apakah mereka telah resmi ditahan.

Baca Juga :  Dituduh Mencuri, Bayi Diinjak

Krisis politik yang berlangsung lama diperluas royalis Bangkok berbasis elit dan para pendukungnya terhadap keluarga miliarder mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra.

Thaksin, mantan politisi taipan berubah menjadi populis, digulingkan oleh dalam kudeta militer tahun 2006 tetapi masih menikmati dukungan yang kuat, khususnya di pedesaan Thailand utara.

Saudara perempuannya, Yingluck Shinawatra diberhentikan sebagai perdana menteri awal bulan ini dalam putusan pengadilan yang kontroversial. (Rtr/AFP/AP/es)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*