Minah di Kab. Mandailing Natal Hilang Dipasaran

Harga minyak tanah pada tingkat pengecer mengalami kenaikkan di Mandailing Natal, bahkan hilang dari pasaran serta mengalami kenaikan. Padahal, diketahui, jatah minyak tanah tida ada pengurangan.

“Meskipun harga minyak tanah mengalami kenaikkan, masyarakat cukup sulit mendapatkannya. Hilangnya minyak tanah dari pasaran serta mengalami kenaikan, lebih banyak disebabkan karena memasuki bulan suci Ramadhan,”  kata Hanafi, warga Kotasiantar Panyabungan, malam ini.

Dia berharap agar  pemerintah Madina untuk melakukan pengawasan, terutama tingginya harga minyak tanah. Karena saat ini masyarakat cukup terbebani dengan tingginya harga kebutuhan bahan pokok tersebut.

Dikatakan, para pengecer pada umumnya menaikkan harga minyak tanah Rp5.000,  dengan alasan masih terbebani ongkos. Sehingga mau tidak mau harus menaikkan harga minyak tanah melebihi harga eceran tertinggi.

Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=134675:minah-di-madina-hilang-dipasaran&catid=15:sumut&Itemid=28

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Minah dari Panyabungan di bawa ke Medan dengan bus ALS Panyabungan, bagasi penuh dgn jerigen, untuk dijual 2 x lipat. Ini informasi akurat, siapa yang berkenan menindaklanjuti silakan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*