Minim Pasokan , Beras Mahal Di Psp & Madina

Minggu, 06 Desember 2009 – www.metrosiantar.com

beras1 Minim Pasokan , Beras Mahal Di Psp & MadinaSIDIMPUAN-METRO; Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kota Padangsidimpuan dan Kabupaten Mandailing Natal merangkak naik. Kenaikan terjadi sejak seminggu lalu akibat minimnya pasokan beras yang diterima pedagang dari petani.

Di Pasar Inpres Sadabuan misalnya, harga beras terus mengalami kenaikan antara Rp2 ribu-Rp 3 ribu per tabungnya. Kenaikan harga yang sama juga terjadi di Pasar Baru Panyabungan.

Salah satu pedagang beras di pasar inpres Sadabuan Hen Boru Harahap (46) kepada METRO, Sabtu (5/12) mengatakan, kenaikan harga mulai terjadi dalam satu pekan terakhir tepatnya setelah hari raya Idul Adha. Menurutnya, kenaikan harga sempat membuat pembeli kaget, sehingga tak rang pembeli mengurangi jumlah pembelian beras dari sebelumnya.

“Biasanya, 3 karung beras habis setiap hari. Kalau sekarang untuk 1 karung saja bisa habis lumayan,” keluhnya.

Hal senada juga diungkapkan pedagang beras Toko Kurnia Jaya di Pasar Inpres Sadabuan, Nur. Perempuan ini kepada METRO, Sabtu (5/12), mengtakan, harga beras IR 64 mengalami kenaikan menjadi Rp25 ribu per tabung dari harga sebelumnya Rp23 ribu per tabung, beras pulut juga mengalami kenaikan, yakni Rp40ribu per tabung dari harga semula Rp35 ribu per tabung, bahkan untuk jenis beras pulut sulit diperoleh.

Ditambahkannya, kenaikan harga ini diprediksi akan terus mengalami kenaikan hingga awal tahun 2010 mendatang. Hal ini mungkin disebabkan kelangkaan gabah di tingkat petani menyebabkan, harga beras mengalami kenaikan.

Baca Juga :  HORAS Tolak Hasil Pemilukada TAPSEL

Dari informasi yang didapatnya dari pemasok beras ke tokonya, musim panen tahun ini diserang hama tikus membuat gabah berkurang yang menyebabkan harga gabah ikut mengalami kenaikan, ditambah musim hujan yang mengakibatkan petani tidak bisa menjemur stok gabah yang akan digiling menjadi beras.

“Biasanya setiap hari pemasok memberikan kami jatah 10 karung beras sekarang 10 karung tersebut untuk 3 hari, itupun mereka tidak mau lagi mengantarnya harus dijemput sendiri. Meskipun harga beras naik diharapkan tidak membuat masyarakat takut untuk membeli beras dengan jumlah besar,” terangnya.

Berikut harga beras yang berhasil dicatut METRO dari sejumlah pedagang di Pasar Baru Panyabungan. Beras kincir angin Rp7.500 per kilogram atau Rp31 ribu per kaleng, sebelumnya Rp7.200 per kilogram atau Rp29 ribu per kaleng. Beras jenis 64 dengan harga Rp5.700 per kilogram atau Rp25 ribu per kaleng, sebelumnya Rp5.400 per kilogram atau Rp24 ribu per kaleng. Beras jenis C4 Rp6.500 per kilogram atau Rp26 ribu per kaleng, sebelumnya Rp6.200 per kilogram atau Rp23.500 per kaleng. Sedangkan beras jenis lokal atau campuran Rp5.500 per kilogram atau Rp22.500 per kaleng, sebelumnya Rp5.300 per kilogram atau Rp21 ribu per kaleng.

Boru Lubis (45), seorang saudagar beras di Pasar Baru Panyabungan menambahkan, kenaikan harga beras ini mului dirasakan sejak hari Kamis pekan lalu. (mag-01/mag-02)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Soal Gaji PNS Bulan September, Pemko Sidimpuan Tunggu Kebijakan Pusat

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*