Minim Ruangan, Ratusan Murid Belajar di Halaman

SD Negeri 142575 Panyabungan

125602372da775baeb8eefc9d4296fa8956aea5e Minim Ruangan, Ratusan Murid Belajar di HalamanBELAJAR DI HALAMAN- Murid-murid SD negeri 142575 Panyabungan belajar di halaman sekolah, kemarin. Kondisi ini disebabkan sekolah itu minim ruangan belajar, dan sebagian kelas direnovasi.

MADINA – Hari pertama memasuki sekolah, ratusan murid di SD negeri 142575, Jalan Bakti Abri, Kelurahan Sipoluppolu, Kecamatan Panyabungan, Madina, terpaksa belajar di halaman. Penyebabnya, sekolah tersebut kekurangan ruangan belajar sedangkan murid-murid yang bersekolah di sana membludak.

Kepala SD negeri 142575 Abdul Karim Spdi, saat ditemui METRO, Senin (11/7), mengatakan, saat ini jumlah seluruh murid dari kelas 1 sampai 6 berjumlah sekitar 824 orang sedangkan ruang belajar yang dimiliki sekolah hanya 7 kelas. Itu pun 3 ruang diantaranya saat ini dalam proses renovasi atap.

“Sebenarnya kami telah melakukan upaya pengurangan jumlah pada penerimaan siswa baru atau PSB kemarin, tetapi orangtua siswa ngotot agar anaknya tetap diterima,” sebut Karim.

Untuk sementara waktu, sambung Karim, pihaknya terpaksa menumpangkan sebagian murid untuk belajar di gedung SMK Willem Iskandar Panyabungan yang berjarak sekitar 50-an meter.

“Kami terpaksa meminjam ruang belajar di SMK Willem Iskandar dan gedung belajar kursus Pelita Bangsa. Sebab, ruangan yang bisa dipakai belajar hanya empat lokal dan tiga kelas lagi sedang diperbaiki sementara jumlah siswa sebanyak 824 murid. Akibatnya, kami membuat jadwal masuk sebanyak tiga kali masuk setiap hari. Sebelumnya juga di sini ada dua kali masuk setiap hari,” tambah Karim.

Baca Juga :  Dinkes Paluta berlakukan Jampersal

Disebutkan kasek, jika tujuh ruangan tersebut tetap digunakan untuk ruang belajar dengan pembagian jam masuk tiga kali, yaitu pagi, siang, dan sore, tetap saja sekolah kekurangan ruangan sebanyak 6 lokal.

Sementara itu, Fuad Nasution, salah seorang orangtua siswa baru, mengaku, ia menyekolahkan anaknya ke SD tersebut karena kualitas pendidikan yang memadai dibandingkan dengan sekolah lain. Di samping itu, ia juga menilai banyak prestasi yang diperoleh sekolah ini selama ini. “Sudah 2 orang anak saya alumni SD ini. Keduanya memiliki prestasi yang bagus di sekolah lanjutan. Makanya saya tetap ingin anak saya yang lain sekolah di sini,” katanya.

Saat disinggung mengenai kondisi sekolah yang kekurangan ruang belajar, baik Fuad maupun orangtua siswa yang lain juga mengatakan mereka prihatin dengan kondisinya. Dikatakan orangtua siswa, pemerintah harus memerhatikan kondisi sekolah ini dengan menambahi ruang belajar agar siswanya tak terlantar seperti yang terjadi sekarang.

“Beruntung pihak sekolah memiliki inisiatif dengan memindahkan siswanya ke gedung sekolah lain. Namun, sebenarnya kami tetap kurang sepakat dengan kondisi ini. Untuk itu pemerintah sebaiknya segera melakukan penanganan atas kondisi kekurangan ruang belajar di sekolah ini. Jangan sampai akibat kekurangan ruang kelas menjadi kendala dan hambatan proses belajar-mengajar anak kami,” pungkas ortu murid. (wan) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Jalinsum Poros Madina rawan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*