Minimalisasi Lakalantas, Traffic Light akan Dipasang di Titik Rawan

MADINA- Untuk meminimalisasi angka kecelakaan lalu-lintas (lakalantas) di titik-titik rawan, Pemkab Madina akan memasang traffic light. Salahsatunya di di pintu masuk jalan Lingkar Timur dan Simpang ke BLU-STAI Madina.

Kepala Dinas Perhubungan dan Informatika Pemkab Madina, Harlan Batubara didampingi Sekretaris, Adanan Harahap, kepada METRO di perkantoran Paya Loting Pemkab Madina, Rabu (1/2) mengatakan, dana pemasangan traffic light di simpang menuju Kecamatan Panyabungan Barat tersebut sudah dianggarkan dalam APBD tahun ini.

”Dana pemasangan traffic light yang sudah dianggarkan tahun ini adalah pembangunan traffik light di Simpang 4 BLU-STAI Madina dengan jalan Lingkar Timur. Pasalnya, di persimpangan itu sering terjadi lakalantas dan sudah banyak yang menelan korban bahkan korban jiwa,” ujar keduanya.

Di tanya bagaimana pemasangan traffic light di titik rawan lain seperti di jalur Jalan Lingkar Timur, Harlan menjelaskan, rencananya tahun ini juga Pemkab Madina juga akan mendapatkan bantuan dana dari pusat untuk pemasangan traffik light di dua titik, yakni di simpang tiga jalan Lingkar Timur tepatnya di depan rumah makan Paranginan menuju Pasar Baru Panyabungan, dan satu titik lagi untuk pintu masuk jalan Lingkar Timur dari arah Tapsel tepatnya di depan rumah makan Ladang Sari Desa Gunungtua Panggorengan.

”Untuk kedua titik ini belum bisa dipastikan. Tetapi sudah ada rencana dananya dari pusat. Kita masih menunggu tindak lanjutnya. Dan apabila dananya masih memungkinkan kita akan pasang di titik yang lain selain kedua titik itu, yakni di jalan Lingkar Timur yang dianggap rawan lakalantas semisal di Simpang 4 Kotasiantar menghubungkan ke Pasar Lama Panyabungan,” tambah mereka.

Baca Juga :  Akibat Polres Tapanuli Selatan Tidak Lakukan Autopsi Mayat - Pihak Keluarga Harapkan Perlindungan Huukum Kepada Kapolri

Disebutkannya, pihaknya juga akan memperbantukan sejumlah tenaga honorer di instansi yang dipimpinnya untuk menertibkan lalu lintas di sekitar Kota Panyabungan. Karena, selama ini anggota di lapangan masih kurang, sehingga sulit untuk membantu ketertiban lalu lintas.

”Untuk penertiban lalu lintas di sekitar Kota Panyabungan begitu juga di di titik traffik light, kita juga akan menambahi anggota di lapangan,” tambahnya.

Terkait tingkat kemacetan yang semakin bertambah di pusat Panyabungan, disebutkan Harlan dan Adanan, pihaknya sudah membentuk Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan yang melibatkan sejumlah instansi termasuk pengusaha angkutan. Tujuannya, untuk menjalin kerjasama dan kesepakatan dengan pengusaha angkutan, kemudian dengan para supir.

”Kita terus berupaya untuk mengurangi kemacetan lalu lintas, dan ini juga sudah ada kesepakatan yakni mobil angkutan kota jenis L-300 akan dipindahkan fullnya di jalan Lingkar Timur, sedangkan mobil angkutan desa yang berjumlah sekitar 400-an unit akan ditertibkan ke terminal sementara di Pasar Baru Panyabungan,” sebutnya. (wan/mer)

www.metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*