Minta Perbaikan Jalinsum di Tabagsel – 5 Kepala Daerah Surati Pusat

Lima kepala daerah di Tabagsel telah membuat surat bersama untuk memperhatikan kerusakan jalan nasional di wilayah itu. Salahsatunya Jalinsum Batu Jomba. (Amran)

TAPSEL – Lima kepala daerah di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel); Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara dan Padangsidimpuan, menyurati surat bersama ke Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta.

Isinya meminta perbaikan dan pembangunan jalur jalan nasional di wilayah itu yang mengalami rusak parah, terutama di jalur yang menghubungkan Sipirok-Tarutung, tepatnya di Batu Jomba, Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel.

“Atas nama lima kepala daerah di Tabagsel ini, saya menyampaikan, kami sudah membuat surat bersama ke Kementerian PU terkait masih banyaknya jalan nasional yang butuh perbaikan di wilayah ini,” ungkap Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu.

Dikatakannya, surat bersama tersebut dibuat dengan tujuan agar Kementerian PU segera memperhatikan kondisi badan jalan yang ada di lima kabupaten kota tersebut. “Dalam surat itu, para kepala daerah memohon kepada pemerintah pusat agar memperhatikan secara serius pembangunan jalan nasional yang ada di Tabagsel ini,” ujar politisi asal Parati Golkar itu.

Dicontohkannya, salah satu Jalinsum yang harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat adalah Jalinsum Batu Jomba yang menghubungkan Sipirok (Tapsel dengan Tarutung (Taput).

Menurutnya, kondisi jalinsum tersebut saat ini sangat memprihatinkan. Sebab, badan jalan yang ada di wilayah itu mengalami kerusakan cukup parah. Padahal, Jalinsum Batu Jomba merupakan urat nadi penting transportasi untuk menuju daerah-daerah di Pulau Sumatera.

Baca Juga :  Modal Pembangunan Tahun 2011 Tapsel Butuh Rp. 520 M

Apabila kondisi tersebut tidak segera diperbaiki tentu akan berdampak terhadap ke seluruh sektor, salah satunya perekonomian. “Hampir setiap minggu terjadi kemacetan di jalan itu, padahal itu status Jalinsum,” tuturnya.

Disampaikannya, saat ini lebar badan jalan di Batu Jomba tersebut hanya tersisa sekitar dua meter. Itu pun berada di bibir jurang dan merupakan jalan berlumpur. Harusnya, dengan status jalinsum lebarnya itu minimal 8 meter. Menyusutnya badan jalan itu adalah akibat ambruknya badan jalan, karena selama ini tidak ada perbaikan yang serius dari pemerintah pusat. “Kalau ditunggu semakin lama, kemungkinan jalan tersebut bisa terputus,”ujarnya.

Beberapa hari sebelumnya, anggota DPR-RI Gus Irawan Pasaribu telah melakukan peninjauan langsung kondisi kerusakan jalan di wilayah itu terutama Batu Jomba. Pada kesempatan itu, mantan Dirut PT Bank Sumut tersebut mengaku sangat prihatin dengan kualitas jalan nasional yang ada di wilayah kampung halamannya tersebut.

“Sebagi putra daerah, sekaligus perwakilan masyarakat di legislatif, kita prihatin melihat kondisi dan suasana lalu lintas di wilayah ini. Dengan melihat situasi yang ada ini, kita sangat bermohon agara pemerintah pusat bisa membuka mata untuk membangun fasilitas jalan yang perannya sangat besar di wilayah ini,” terangnya. (ran)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Gelar-Perkara Kasus PT. Toba Pulp Lestari di Polres Tapsel : Dishut Tak Mampu Bantah Tuduhan Rakyat

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*