Minyak Goreng Curah Segera Musnah

Pemerintah berniat menghapus minyak goreng curah, dari pasaran.  Minyak goreng curah dianggap sudah kurang memenuhi standar kelayakan untuk dikonsumsi masyarakat. Sebagai gantinya adalah program Minyak Kita yang harganya lebih rendah dibandingkan harga minyak kemasan meski sampai saat ini sedikit lebih mahal dibandingkan minyak curah.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Subagyo, mengatakan, di tingkat international, minyak goreng curah sudah tidak ada. Kecuali di Indonesia dan negara miskin, Bangladesh.
”Jadi, ini (penghapusan minyak goreng curah) memang program semua negara karena ternyata, mungkin, hanya Bangladesh yang punya curah. Semua sudah kemas,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Minyak goreng curah sampai saat ini memang masih dijual di pasaran terutama di pasar tradisional. Melihat wujudnya yang biasa dijual terpusat pada drum kemudian disedot dengan pompa manual ke jeligen konsumen maka terkesan tidak steril. Disamping juga mengotori pasar.

Dari sebanyak 5 juta liter minyak goreng yang dikonsumsi masyarakat Indonesia per tahun, 2 juta liter di antaranya adalah minyak goreng curah. “Nah ini tiga sampai 5 tahun ke depan program Minyak Kita menggantikan curah. Kita harapkan nantinya tidak ada lagi (curah),” kata Subagyo.

Mengemas minyak goreng curah, kata Subagyo, menjadikan produknya lebih higienis sehingga kualitas tetap terjaga. Kemasan diharapkan sederhana seperti dalam program minyak kita sehingga tidak memakan biaya tinggi. “Dikemas secara sederhana dan diharapkan lebih terjangkau oleh masyarakat. Kalau oleh branded itu kan kemasannya saja sudah mahal,” terusnya.

Baca Juga :  Potongan Bodi Malaysia Airlines Ditemukan

Yang terpenting, kata Subagyo, bagi produsen yang ingin mengalihkan ke minyak kita maka ada jaminan halal,  kemasan tetap enak dipandang, memenuhi standar SNI kemasannya dan terdaftar di kehakiman.

Standar minyak kita adalah dibungkus dalam bentuk seperti bantal seperti yang sudah terjadi saat ini khusus untuk menyambut momen tertentu seperti jelang hari raya Idul Fitri. “Tinggal dikemas saja. Siapkan mesinnya untuk produksi kemasan kayak bantal itu, itu lah yang harus disiapkan,” ucapnya.

Sejauh ini Minyak Kita baru berproduksi sampai 100 ribu liter dan diharapkan sampai 2014 jumlahnya terus meningkat sehingga menggantikan minyak goreng curah. Harga minyak kita sedikit lebih tinggi di atas minyak goreng curah namun jauh di bawah minyak goreng kemasan. “Lebih mahal tidak sampai Rp500 per liternya dibandingkan minyak goreng curah. Tapi bisa Rp1 ribu lebih murah dibanding yang branded,” paparnya.

Saat ini ada 12 produsen yang mengikuti program Minyak Kita yaitu  PT Wilmar Internasional, PT Musim Mas Group, PT Permata Hijau Group, PT SMART, PT Panca Nabati Prakarsa, PT Mikie Oleo Nabati Industri, PT Salim Ivomas Pratama, PT Darmex Oil dan Pats, PT Astra Agro Lestari, PT Best, PT Asian Agri dan PT Kurnia Tunggal Nugraha.(gen/jpnn)

Sumber : Sumut Pos

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  TNI-AL Siagakan Empat KRI di Wasior

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*