Minyak Tanah Langka Di Kab. Mandailing Natal

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan besar sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

WASPADA ONLINE

PANYABUNGAN – Sejumlah warga di kabupaten Mandailing Natal resah karena bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah belakangan ini sulit diperoleh. Selain terjadi kelangkaan, warga khususnya kalangan ibu rumah tangga makin dipusingkan dengan harga yang dijual relatif cukup tinggi.

“Kalaupun ada, harga minyak tanah sangat tinggi. Mulai dari Rp5.500 sampai dengan Rp 6.500 setiap liter,” keluh seorang ibu rumah tangga, Sri Astuti (40),  di Kota Panyabungan, tadi malam.

Kelangkaan minyak tanah di kawasan tempat tinggalnya sudah berjalan selama hampir sebulan. Keluhan masyarakat sepertinya sudah diketahui pemerintah kabupaten. Namun sayangnya, apa yang menjadi keluhan itu tidak direspon.

Menurut warga lainnya, harga eceran tertinggi (HET) minyak tanah berdasarkan surat keputusan (SK) Bupati Madina hanya Rp2.900 per liter. Sementara di tingkat pengecer dijual Rp3.500 per liter. Melonjaknya harga minyak tanah sangat dikeluhkan masyarakat Madina, terutama masyarakat berpenghasilan kecil.

Sejak harga minyak tanah menembus Rp6.000-Rp6.500 per liter, masyarakat kesulitan mendapatkan bahan bakar ini sesuai kebutuhan. “Kami benar-benar kecewa dengan pemerintah setempat karena tak bisa mengatasi kelangkaan minyak tanah di daerah ini. Padahal, komoditi ini banyak dibutuhkan,” katanya.

Baca Juga :  Satu Unit Rumah Terbakar di Sidimpuan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*