MMPBB Sweeping Ruangan Walikota Sidimpuan

%name MMPBB Sweeping Ruangan Walikota Sidimpuan
Foto: DEMO Puluhan Massa AMMPBB demo kantor walikota, Jalan Sudirman, Padangsidimpuan, Jumat (20/5). (medanbisnis / ikhwan nasution)

MedanBisnis – Padangsidimpuan. Puluhan massa Aliansi Mahasiswa Masyarakat Peduli Birokrasi Bersih (AMMPBB) berunjuk rasa ke Kantor Walikota Padangsidimpuan, Jalan Sudirman, Jumat (20/5).

Di pendopo kantor walikota, massa mendesak dipertemukan dengan Walikota H Zulkarnaen Nasution, untuk meminta penjelasan dan keterangan resmi dari orang nomor satu Pemko Sidimpuan atas tuntutan yang mereka sampaikan dalam aksi serupa, sepekan lalu.

Keinginan massa untuk bertemu Walikota tak terpenuhi dan hanya diterima Asisten I  Tata Pemerintahan Rahuddin P Harahap, SH dengan alasan walikota sedang tidak berada di kantor.
“Kami tidak butuh Asisten I, karena beberapa kali demo yang bersangkutan selalu mewakili walikota dan bukan pengambil kebijakan,” seru juru bicara AMMPBB Dedi Faisal.

Akhirnya, 5 orang perwakilan massa memasuki ruangan walikota, untuk memastikan bahwa walikota tidak ada. Sekitar 5 menit melakukan sweeping di ruang kerja walikota, namun massa tidak mendapai orang yang dicari.

Andi Lumalo mempertanyakan tuntutan mereka, seperti penciptaan pemerintahan yang bersih, perbaikan  jalan yang berlubang di sejumlah titik, pembangunan kolam renang Satataring yang menghabiskan miliaran rupiah namun tidak bisa difungsikan, pembangunan tugu salak yang menghamburkan uang rakyat tetapi tidak ada manfaatnya kepada masyarakat, dan pembangunan menara Masjid Al-Abror yang telah menelan dana miliaran rupiah, namun baru pondasi dan lantai satu yang dibangun.

Rahuddin mengatakan bahwa semua tuntutan AMMPBB sudah disampaikan kepada walikota dan sebagian dari tuntutan tersebut sudah direspon dengan menambal jalan berlubang, memikirkan relokasi TPA Batu Bola, mencari solusi pemungsian kolam renang Satataring dan lainnya.

Baca Juga :  Mantan Bupati Palas Hilang dari Pantauan, Polda Segera Tangkap

Massa tidak puas dengan jawaban tersebut. Mereka pun  membubarkan diri dan berjanji akan dating kembali. (ikhwan nasution)

Sumber: medanbisnisdaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Masyrakat jangan selalu menyalahkan Pemimpin …. Meskipun pemimpin itu Korup ya terima aja karena Anda telah memilihnya… kan Bang Zul periode sebelumnya udah walikota kok.. dipilih lagiii….. Pola pikir masyarakat PSP yg perlu berubah… Kita sudah dengar yang ada di masyrakat…. waktu Pilkada .. jelas2 masyrakat mengatakan siapa yang kasi sy uang yg paling banyak itu yang sy pilih… nah sekarang begini kok ribut.. Utk mengambil jabatan Walikota kan [perlu keluar uang yg banyak… skrng tetntu mau kembalikan modal dulu bahkan klo bisa untung bsear

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*