Modal Pembangunan Tahun 2011 Tapsel Butuh Rp. 520 M

Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) membutuhkan modal dasar sebesar Rp520 miliar lebih untuk pembangunan Tapsel pada 2011 nanti. Meski belum memiliki payung hukum dan draf Rancangan APBD Tahun Anggaran (TA) 2011, namun Bupati Tapsel, H Syahrul Martua Pasaribu, menyampaikan permohonan pinjaman daerah ke bank.

Hal ini terungkap pada sidang paripurna pengesahan Ranperda Perubahan APBD TA 2010 dan 7 Ranperda non APBD untuk menjadi Perda, serta pengesahan persetujuan DPRD terhadap permohonan pinjaman daerah ke bank, Kamis (25/11) lalu.

Bupati menambahkan, pihaknya telah mencoba melakukan lobi-lobi ke pusat. Untuk Dana Alokasi Umum (DAU) Tapsel tahun 2011 sekitar Rp376 miliar atau naik Rp42 miliar dari tahun 2010 sekitar Rp334 miliar.

Kenaikan tersebut, sambung Bupati, cukup baik yang mencapai sekitar 12 persen, karena normalnya sekitar 7-8 persen. Kemudian, Bantuan Daerah Bawahan (BDB) dari Provinsi Sumut tahun ini sedang berjalan sekitar Rp12 miliar lebih, maka diperkirakan tahun 2011 nantinya menjadi sekitar Rp24,7 miliar lebih atau naik 100 persen.

“DAK tahun berjalan (tahun 2010, red) sekitar Rp41 miliar, maka informasi yang saya terima tahun 2011 menjadi sekitar Rp44,3 miliar lebih,” ungkap Bupati.

Seterusnya Ketua Koordinator Daerah (Korda) DPD Partai Golkar (PG) Sumut untuk wilayah Tapsel, Psp, Paluta dan Palas ini, juga menggambarkan kalau dana adhock tahun 2010 ini sekitar Rp34 miliar lebih maka diperkirakan tahun 2011 nantinya menjadi sekitar Rp40 miliar lebih atau naik sekitar 15 persen.

Baca Juga :  Petani Harus Paham Teknologi

Tidak itu saja, kalau diasumsikan juga Dana Bagi Hasil (DBH) dari Provinsi nantinya bisa mencapai 21 miliar, maka modal dasar daerah juga akan bertambah dan DBH pusat kalau diasumsikan bisa diperoleh sekitar Rp15 miliar.

Di mana, terang Bupati, dirinya tidak ada bermaksud untuk mencari kesalahan siapapun di masa lalu. Namun, dalam melakukan evaluasi perjalanan anggaran daerah Tapsel tahun 2010, sekitar Rp483-an miliar lebih dengan gambaran rincian DAU sekitar Rp334 miliar lebih, BDB sekitar Rp12 miliar lebih, DAK sekitar Rp41 miliar lebih, adhock sekitar Rp34 miliar lebih dan DBH Propinsi sekitar Rp22 miliar dan lainnya. Namun, ada penambahan dana tambahan pendidikan sekitar Rp13 miliar yang belum masuk dalam batang tubuh APBD induk, sehingga setelah Perubahan APBD 2010 modal pembangunan Tapsel sekitar 500-an miliar.

Sehingga, sambung Bupati, kalau semua digabungkan, baik DAU, DAK, dana adhock, BDB, DBH propinsi dan DBH pusat, gambaran modal dasar pembangunan Tapsel tahun 2011 di kisaran angka Rp520-an miliar.

“Kita berharap ke depan suasana seperti ini tidak terulang kembali. Niat saya di muka forum ini semata-mata karena dewan bagian yang tidak terpisahkan dalam pembangunan Tapsel ke depan tentunya dengan mendapatkan backup unsur muspida, seluruh stake holder, LSM, dunia pers hendaknya kita bangun satu suasana kebersamaan, dengan demikian Tapsel bisa kita bangun ke arah yag lebih baik. Mohon maaf, kita tidak bermaksud mencari kesalahan siapapun, tapi kita lakukan evaluasi secara teliti, objektif, agar bisa kita lakukan perbaikan ke depan,” tegas Bupati mengakhiri. (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  PGRI Padang Lawas Peringati Hari Guru Nasional Dan HUT PGRI Ke-68 Tahun 2013

4 Komentar

  1. apa betul nanti langsung sesuai rencana,mungkin hanya bagi – bagi nya yang banyak,apa seperti janji kampanye….saja….takut nantinya kebanyaaan proyek keluarga….orang lain di tunjakan……seperti banyak TS yang di ciutk kan…….lu siapa kan udah kasih kemarin wakyu kampenye….Kayak nya seperti TS gelap…he….he….he…he…..

  2. Ha ha BENAR Ucok tapi Klo kita Lihat Judulnya MODAL PEMBANGUNAN Isinya Membahas Pendapatan (NB dari Pemberian PUSAT) belum membahas BELANJA.. dorong TUH ama UCOK biar dalam APBD nya masuk anggaran Pemindahan Ibukota ke Sipirok.. jangan-jangan di RKPD nya aja gak ada tuh

  3. hehehehehe….wkwkwkwk.. lagi lagi dana alokasi untuk pemindahan ibukota Tapanuli selatan tidak kunjung dibahas.. Jangan pernah bertanya.. sebab ada seribu alasan untuk melanggar UU no 37/38 2008 tersebut…

  4. Suatu Gebrakan yang bagus pak Bupatiiii…. TAPI ingat … Dapatkan Uangnya utk mengisi KOCEK APBD jangan LUPA AWASI PENGGUNAANNYA…. Setiap Rupiah Belanja dari Anggran Negara harus ada Manfaatnya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*