Motto Kota Padangsidimpuan Salah, Seharusnya ‘Salumpat Saindege’ Bukan ‘Bumi Dalihan Natolu’

17123712f00b520586aa8287b54872e412ce0f0c Motto Kota Padangsidimpuan Salah, Seharusnya ‘Salumpat Saindege’ Bukan Bumi Dalihan Natolu
[Foto: Parningotan Aritonang)
MOTTO YANG SALAH – Gapura di Hutatonga, Kecamatan Psp Tenggara yang bertuliskan motto Kota Psp yang salah. Di sana tertulis ‘Anda memasuki Kota Padasidimpuan Dalihan Na Tolu’. Seharusnya yang benar adalah ‘Anda memasuki Kota Padasidimpuan Salumpat Saindege’. Rabu (2/1).
SIDIMPUAN– Motto Kota Padangsidimpuan (Psp) yang tertera di Gapura Salumpat Saindege dan Hutatonga salah. Di sana tertulis ‘Anda memasuki Kota Padasidimpuan Dalihan Na Tolu’. Seharusnya yang benar adalah ‘Anda memasuki Kota Padasidimpuan Salumpat Saindege’.

Karena kesalahan yang sangat fatal ini, DPRD Kota Psp meminta Pemko Psp segera mengganti Motto Kota Psp yang terdapat di Gapura Simirik dan Hutatonga tersebut. Pasalnya, keberadaanya telah memberikan contoh buruk bagi masyarakat, apalagi penggantian motto telah disahkan dalam peraturan daerah (perda.

Dalam Perda No 01 tahun 2003 tentang Pembentukan Kota Psp telah ditetapkan motto Kota Psp Psp adalah Kota Salumpat Saindege, yang makananya saling bahu-membahu menuju kemajuan bersama, bukan kota Dalihan Na Tolu.

Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPRD Kota Psp, H Khoiruddin Nasution SE kepada Metro, Rabu (2/1) meminta kepada instansi terkait agar segera mengganti tulisan tersebut, mengingat gapura masih dalam pembangunan.

Apa yang telah ditegaskan dalam perda tersebut jelas sangat bertentangan dengan tulisan motto Kota Psp di Gapura selamat datang yang terdapat di dua titik pintu masuk kota Psp yakni di Simirik, Kecamatan Psp Batunadua dan Hutatonga, Kecamatan Psp Tenggara.

“Sangat disayangkan jika para pendatang membacanya ketika memasuki Kota Psp. Pasalnya, akan dinilai bahwa Kota Psp tidak tahu apa motto kotanya sendiri. Motto Kota Psp itu seharusnya Salumpat Saindege, bukan Dalihan Na Tolu, dan itu sudah diperdakan pada 2003 lalu,” tegasnya.

Baca Juga :  Pengrajin Aluminium Peralatan Dapur - Tembus Pasar Hingga Luar Padangsidimpuan

Terkadang, lanjutnya hal kecil yang diremehkan pemerintah akan berakibat pada pencitraan Kota Psp sebagai kota yang baik. Terlebih warga Kota Psp selalu menjunjung tinggi nilai kebudayaan.

Hal ini juga kata H Khoiruddin Nasution SE, berkaitan dengan filsafat masyarakat Kota Psp dalam melaksanakan kehidupan didasarkan pada kebersamaan. Sebab itulah Kota Psp memilih motto Salupat Saindege yang kemudian budayanya tidak terlepas dari dalihan na tolu (anak, mora, kahanggi).

Kedaan tulisan yang terdapat di gapura itu sangat bertolak belakang dengan lambang Kota Psp tertera di setiap baju PNS. Di sana jelas terlihat ada tulisan Salumpat Saindege yang merupakan motto yang telah ditetapkan, jadi jangan malu kita nanti.

“Kita lihat di lambang Kota Psp tertera di setiap baju PNS, jelas bertuliskan Salumpat Saindege yang merupakan motto yang telah ditetapkan. Jadi, jangan salah malu kita nanti, masakan di bajua PNS tertulis motto Kota Psp Salumpat Saindege, ntapi di gapura masih tertulis  Dalihan Na Tolu ,” katanya. (tan/mer)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

5 Komentar

  1. iii dabo ale abang so lek mandapot do si koir iii ima anso ribut ia, antong kalah jago nia di pilkada jadina nadong be nagot poroon beee

  2. Assalamu alaikum….Sedikit Pencerahan kepada para pejabat sidempuan yang lagi menjabat…dan DPR yang didudukkan…..saya rasa sdh tidak ada yang salah …..dasar dari salumpat saindege adalah Dalihan natolu….dari dulu memang sidempuan itu punya konsep dalihan natolu….jadi ibarat VISI dan MISI….
    Visinya adalah Dalihan Natolu…dan Misinya adalah salumpat saindege……..(dengan kebersamaan anak, mora, kahanggi akan dapat terwujud pembangunan dan kamajuan bersama semua untuk padang sidempuan )……..hanya anggota DPR nya yang tidak mengerti atau kurang paham.,….disini nampak pemko dan dpar tidak sejalan dan sepaham……JANGAN BUAT RAKYAT KECEWA !!!!!!….

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*