MTI: Kecelakaan Bus ALS Terbesar Sepanjang 2011

JAKARTA– Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyatakan, kecelakaan bus Antar Lintas Sumatra (ALS) di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang menelan korban belasan orang, merupakan yang terbesar di tahun 2011.

“Kecelakaan bus ini  yang paling besar sepanjang 2011. Sebelumnya, kecelakaan bus yang besar terjadi pada musim lebaran 2010,” kata  Ketua MTI Danang Parikesit saat dihubungi, di Jakarta, Minggu (26/6/2011).

Diketahui, bus ALS tercebur ke telaga di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Dugaan sementara, kecelakaan Bus ALS jurusan Medan – Bengkulu bernomor polisi BK 7088 DL di diakibatkan karena bus tidak kuat menaiki tanjakan, sehingga kembali mundur, dan tidak terkontrol hingga masuk telaga.

Setelah melakukan perjalanan satu hari satu malam, as roda belakang bus mengalami gangguan, sehingga sempat dilakukan perbaikan. Saat itu  perbaikan dilakukan sekitar 10 kilometer dari lokasi kejadian, yakni Desa Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan

Danang mengatakan, jika mengacu pada Forum Keselamatan Lalu Lintas yang dikoordinasikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kepolisian, kecelakaan bus di Tapanuli Selatan seharusnya menjadi tanggung jawab ketiga instansi tersebut.

“Forum ini diamanatkan UU No.22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Forum ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat bahwa keselamatan berlalulintas sangat penting. Namun wawasan itu belum tertanam di masyarakata. Terbukti masih banyak kendaraan yang tak laik jalan,” tukasnya.

Baca Juga :  Lumpuhnya jaringan Indosat karena aksi 'pembajakan'?

Kecelakaan ini, lanjut dia, menunjukkan koordinasi antarinstansi yang terkait tadi sangat lemah. Sebagai contoh dari kecelakaan ini, kata dia, Kemenhub tidak bisa menyosialisasikan kelaikkan jalan kendaraan transportasi. Sementara Kementerian PU, belum mampu memperbaiki kondisi infrastruktur jalan di luar Pulau Jawa.

Dia menjelaskan, kecelakaan transportasi darat dalam kurun waktu satu tahun ini, banyak terjadi lantaran standar geometri jalan-jalan yang ada di luar Pulau Jawa tidak terpenuhi. Termasuk kondisi jalan di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang menurutnya masih jauh dari standar.

“Sedangkan pihak Kepolisian, terutama Direktorat Lalu Lintas Polri, masih belum bisa menjalankan fungsinya sebagai penghubung antara kondisi lalu lintas di lapangan dengan Kemenhun dan Kementerian PU,” papar dia.

Danang mengemukakan, pemerintah di tahun 2011 ini memiliki target menekan angka kecelakaan transportasi sebesar 50 persen dari tahun 2009. Namun, dia menegaskan, tampaknya hal ini akan menjadi isapan jempol saja. Pasalnya, sampai saat ini belum tampak adanya upaya progresif dari pemerintah untuk memenuhi target tersebut.
(Radi Saputro/Koran SI/ugo)

OKEZONE.COM

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*