Muammar Qadhafi Dinyatakan Sebagai Penjahat Perang

TEMPO Interaktif, Den Haag – Kepala Jaksa Mahkamah Kejahatan Internasional (ICJ) Luis Moreno-Ocampo hari ini mengumumkan pemimpin Libya Kolonel Muammar Qadhafi bersama putranya, Saiful Islam Qadhafi, dan iparnya, Abdullah Sanusi, sebagai penjahat perang. Surat perintah penangkapan pun sudah dikeluarkan.

Ketiganya dianggap bertanggung jawab dalam pembunuhan, penyiksaan, dan tindakan keras terhadap para pengunjuk rasa anti-Qadhafi. Syaiful Islam masuk daftar penjahat perang lantaran perannya sebagai perdana menteri de facto, sedangkan Abdullah Sanusi sebagai kepala intelijen.

Moreno-Ocampo mengatakan Qadhafi memimpin kampanye untuk mempertahakan kekuasaan absolutnya selama lebih dari empat dekade. Ia mengaku mnempunyai bukti-bukti perintah yang dikeluarkan oleh Qadhafi sendiri. Ia mengungkapkan mendapat desakan dari negara-negara Barat untuk menghapus Syaiful Islam dari daftar penjahat perang.

Sebab, Syaiful Islam yang merupakan lulusan London School of Economic and Politics, London, dinilai moderat dan bisa memodernisasi Libya. Ia juga dicap propembaruan dan mampu membangun demokrasi di Libya.

Beberapa bukti terkuat yang dimiliki Moreno-Ocampo ini diyakini berasal dari lingkaran dalam Qadhafi. Bahkan dalam pernyataannya Ahad lalu, ia mengklaim mendapat telepon dari sejumlah pejabat senior Qadhafi. “Saya menyasar orang-orang yang memikul tanggung jawab paling tinggi,” kata Moreno-Ocampo.

Selama dua bulan terakhir, pasukan NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) telah membombardir Libya. Mereka membantu upaya pemberontak negara itu untuk menggulingkan Qadhafi.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Tsunami Jepang, Warga Papua Mulai Panik

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*