Muhammadiyah Menghadapi Perkembangan Kehidupan Global

Memasuki abad kedua, selain menegaskan sikap kesyukurannya atas segala capaian yang penuh catatan, Muhammadiyah yang didirikan pada tahun 1912 memandang penting tidak saja memperbarui pemahamannya terhadap berbagai perkembangan terbaru dalam kehidupan global maupun lokal, tetapi juga merevitalisasi metode kerja dakwah. Hanya dengan itu peluang meraih kejayaan di abad kedua dapat dicapai.

Demikian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Litbang dan Hikmah Kebijakan Publik PWM Sumatera Utara Shohibul Anshor Siregar dalam pembukaan Musyawarah Daerah Muhammadiyah Kabupaten Batubara, Minggu (27/03).

Pandangan keislaman, wawasan kebangsaan dan Kemanusiaan, termasuk di antara agenda-agenda kerja baru selain mereformasi sistem pendidikan Islam, kepeloporan dalam pembaharuan pemahaman agama, memajukan peran perempuan, pengembangan pranata pelayanan sosial dan pemberdayaan berorientasi kerakyatan. Semua itu dimaksudkan untuk membangun Muhammadiyah menjadi tenda besar bagi golongan dan kelompok masyarakat tanpa diskriminasi,  sembari mengembangkan amaliyah Islami yang memajukan kehidupan,  tabligh yang mencerdaskan serta pencerahan sosial melalui akses informasi yang luas dan pengorganisasian serta pengelolaan dana-dana publik yang akuntabel dan transparan seperti zakat, infaq dan sadaqah.

Siregar mengakui, dilihat dari tantangan yang ada tidak ada yang mudah untuk ditempuh. ”Proyeksi Muhammadiyah 5 tahun ke depan akan sangat diwarnai oleh sikapnya terhadap perubahan global dan lokal, dan itu begitu sulit. Kegagalan memahami perubahan itu akan menyebabkan keterbelakangan yang serius. (SAS)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  FSP BUMN Bersatu: Hentikan Sementara Pembahasan RUU BPJS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*