Mulai 25 Mei, Sinabung Tanggung Jawab Gubernur Sumut

Medan, – Sejak 25 Mei 2014, tanggung jawab penanganan Gunung Sinabung telah diserahkan kepada Gubernur Sumatera Utara (Sumut) karena masalah ditangani saat ini adalah masalah rutin penanganan pengungsi.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui Blackberry Messenger, Ahad (13/7/2014).

Agar pengungsi tidak lama tinggal di pengungsian maka disewakan rumah dengan biaya Rp300 ribu/bulan/KK, lahan pertanian dengan biaya Rp2 juta/KK/tahun, dan diberi jadup. Ini semua atas inisiatif pengungsi. Saat ini ada 3.683 jiwa (1.258 KK) yang telah tinggal di rumah sewa.

Dijelaskan, pengungsi yang belum mau pulang, mereka baru bersedia pulang apabila atap-atap rumah yang rusak telah diperbaiki. Total dibutuhkan 230 ribu lembar seng untuk perbaikan tersebut. BNPB telah mengirimkan 100 ribu lembar seng senilai Rp9 miliar.

Kekurangan yaitu 130 ribu lembar seng senilai Rp13 miliar akan dibiayai APBD Karo dan APBD Sumut. Namun hingga saat ini APBD Karo belum disahkan DPRD Karo, sedangkan dari Pemprov Sumut masih menunggu PAPBD yang akan diusulkan September 2014 nanti.

Gunung Sinabung kembali meletus disertai awan panas guguran (lava pijar) dengan jarak luncur 4 km ke arah selatan pada Sabtu (12/7/2014) pukul 23.05 WIB.

Lama letusan 267 detik. Hujan abu terjadi di beberapa tempat di Karo. Tidak ada penambahan jumlah pengungsi akibat letusan tersebut. (BS-001)/(beritasumut.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Rakyat Berhak Bangga Atas Pemimpinnya

1 Komentar

  1. This has to be my 2nd favourite writing of the week, i’m not able to’t let you know number one, it may offend
    you!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*