Munmen Serang Warga Tapsel ; Satu Meninggal, 23 Orang Dirawat

Penyakit muntah menceret (Munmen) menyerang warga Desa Aek Badak Kecamatan Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan. Akibatnya satu warga meninggal dan dua puluh tiga orang lainnya terpaksa harus menjalani perawatan intensif di puskesmas setempat.

Informasi dihimpun Analisa, Sabtu (21/8) malam, wabah penyakit munmen ini mulai menyerang warga sejak Jumat (20/8) usai buka puasa ramadan.

“Gejala munmen ini mulai menyerang kami usai berbuka puasa. Satu persatu warga tiba-tiba mengalami muntah diselingi menceret akibatnya badan lemas karena cairan dalam tubuh habis, “ujar Muhammad Sukri (32) salah seorang korban warga Aek Badak Julu ke pada Analisa di Puskesmas Sayurmatinggi.

Dari data Puskesmas Sayurmatinggi, korban meninggal bernama Lukman (9) warga Aek badak Jae sedangkan korban rawat lainnya rata-rata berusia 2 dan 14 tahun. Namun empat korban lainnya berusia 28 hingga 48 tahun.

“Dari puluhan warga yang terserang munmen, belasan lainnya sudah sembuh dan telah diperbolehkan pulang kerumah masing-masing, “terang Kepala Puskesmas Sayur Matingggi Hj.Farida Hanum Daulay.

Dianjurkannya, agar warga yang memiliki gejala-gejala muntaber untuk segera mendatangi posko siaga atau puskesmas guna mendapatkan pengobatan intensif dan untuk penangan dini diharapkan warga yang terkena gejala muntaber untuk meminum oralit.

“Segera datangi posko siaga atau puskesmas jika ada gejal-gejala munmen. Untuk penanganan pertama segera minum orarit, “katanya.

Baca Juga :  Tes CPNS, Tapsel Gandeng USU - Bupati Jamin Fair dan Transparan

Bupati Tapanuli Selatan H. Syahrul M Pasaribu mengaku prihatin dengan peristiwa yang dialami masyarakat Aek Badak tersebut.

“Saya minta Kadis Kesehatan dan jajarannya memberikan pelayanan ekstra cepat kepada para warga sehingga korban dapat diminimalisir, “ujar Bupati disela-sela mengunjungi para korban munmen yang sedang menjalani perawatan di puskesmas setempat.

Bupati berharap posko siaga penanggulangan munmen yang telah didirikan di Desa Aek Badak dapat dikelola secara maksimal sehingga masyarakat dapat benar-benar merasakan makna kehadiran posko siaga tersebut.

“Posko siaga tersebut harus betul-betul siaga bukan siaga-siagaan, “tutur Bupati Syahrul.

Diharapkannya, masyarakat bersabar menjalani cobaan ini dengan mengambil iktibar peristiwa ini.

Sumber; http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=66366:munmen-serang-warga-tapsel–satu-meninggal-23-orang-dirawat-&catid=51:umum

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*