Muntaber mewabah di Madina, 2 meninggal

Penyakit muntaber mewabah di Desa Hutatinggi dan sekitarnya, Kec. Puncak Sorik Merapi, Kab. Mandailing Natal. Selain puluhan orang terserang penyakit ini, dalam tiga hari terakhir 2 orang telah meninggal dunia.

Data yang di himpun dari berbagai sumber di Kec. Puncak Sori Merapi mengatakan, penyakit menular ini sebenarnya sudah mulai mewabah sekitar seminggu lalu. Rata-rata usia mereka yang terserang muntaber ini adalah anak-anak, kejadiannya cukup cepat, pagi terserang penyakit  ini sore harinya sudah meninggal dunia. Sedangkan tenaga kesehatan Madina baru turun dua hari ini ke daerah tersebut.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Hutatinggi Abdul Waris, mengatakan, penyakit muntaber ini sudah hampir seminggu menimpa warga Desa Hutatinggi.

Puluhan  orang sudah terserang penyakit mematikan ini dan dua orang meninggal dunia yaitu Suaidah, 11, dan Nurfadilah, 7, keduanya warga Hutatinggi ini.

Sedangkan tenaga medis seperti bidan desa yang ada di daerah ini sepertinya kewalahan. “Alhamdulillah Dinas Kesehatan Kabupaten sudah turun mulai semalam, mereka langsung sosialisasi dan mengadakan pengobatan secara langsung. Walaupun sudah turun, kita menganggap Dinas terkait terlambat menanganinya, ada korban jiwa dulu baru mereka turun,” katanya.

Padahal penyakit ini sangat berbahaya, dalam hitungan jam bisa saja menelan korban jiwa. Belum lagi penularan penyakit ini sangat cepat.

“Bahkan informasi yang kita terima penyakit muntaber ini juga sudah mewabah ke desa sebelah yaitu Desa Hutabaringin. Di desa ini sudah terjangkit dua orang dan saat ini masih dalam tahap pengobatan,” ujarnya.

Baca Juga :  Mobil Masuk Jurang Di Kotanopan, Delapan Orang Tewas

Kepala Desa Hutatinggi Syafaruddin Nasution yang dihubungi membenarkan bahwa warganya saat ini terserang muntaber. “Muntaber sudah hampir seminggu mewabah, dan sudah sempat mengambil korban jiwa.

Kadis Kesehatan Madina, Sakdiah Lubis, saat dimintai tanggapannya terkait mewabahnya penyakit Muntaber di Hutatinggi mengatakan, pihaknya sudah langsung menurunkan tim  ke desa yang dimaksud. “Kita sudah menurunkan tim kesana, semalam dan hari ini. Upaya preventif dan pengobatan sudah langsung kita lakukan terhadap warga yang terjangkit penyakit ini. Selain itu, kita juga telah  mengadakan sosialisasi kepada masyarakat,” katanya.

Anggota DPRD Madina Jafar Rangkuti berharap agar Dinas Kesehatan Madina serius menangani penyakit ini. “Penyakit ini sangat berbahaya dan menular bagi warga lainnya, jadi kita berharap Dinkes harus turun langsung ke daerah tersebut serta langsung menangani yang sakit,” katanya. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*