Murid SD di Gunung Tua Baringin Jinjing Sepatu ke Sekolah

Kondisi jalanan yang berlumpur membuat repot murid SD Negeri 102780 di Gunungtua Baringin. Mereka terpaksa menjinjing sepatunya saat berangkat atau pulang dari sekolah agar tapak sepatu tidak dipenuhi lumpur. Pemandangan murid menjinjing sepatu ini langsung disaksikan awak koran ini, Sabtu (26/3) lalu, di Desa Situmba, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Padahal, sekolah yang dipimpin seorang perempuan ini hanya berjarak 10 km dari Sipirok. Selain itu, sekolah yang dihuni 91 murid ini juga berada di seputaran Jalinsum Sipirok-Psp.

“Ironi memang, bila masih ada jalanan yang berlumpur apalagi di sekitaran sekolah. Tapi, memang itu lah kenyataannya. Murid-murid terpaksa menjinjing sepatu biar tidak mengganggu proses belajar dan mengajar,” kata Kepala SDN 102780, Tetty Seri Bulan. Menurut Tetty, kondisi jalan menuju sekolah masih berupa tanah yang pada musim hujan sering mengakibatkan suasana belajar terganggu. Sebab, tidak jarang sebagian murid malas menjinjing sepatu. Akibatnya, lumpur yang menempel di sepatu berserakan di lantai kelas.

Melihat kondisi ini, Tetty berharap pemerintah lebih memprioritaskan pembangunan jalan sepanjang 100 meter yang kerap berlumpur tersebut. “Kalau bisa, selain jalan yang berlumpur, lapangan sekolah juga sebaiknya diperhatikan agar bisa dimanfaatkan,” tukasnya. Sementara itu, sejumlah anak-anak yang ditemui METRO mengaku merasa tidak nyaman bila mengenakan sepatu di jalanan yang berlumpur. “Tapak sepatu jadi tebal dan kita yang membawany jadi berat. Jadi, lebih baik dijinjing bang. Kalau kaki yang kotor masih bisa dicuci. Tapi, kalau sepatu yang kotor, gak mungkin dicuci setiap hari,” ujar salahsatu murid yang diamini murid-murid yang lainnya. (ran) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Julukan Serambi Mekkah bagi Palas Belum Terbukti

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*