Musim Trek, Petani Sawit Padang Lawas Menjerit

www.metrosiantar.com

PALAS-METRO; Saat ini petani sawit di Kabupaten Padang Lawas (Palas) menjerit. Sebab, sejak dua bulan terakhir memasuki musim trek atau buah sawit turun drastis mencapai 50 persen.

Seperti petani sawit di Desa Gading, Galanggang, Bire, Parannapa Jae, Sibontar, Parannapa Dolok, Padang Nahornop dan Paya Bahung, Kecamatan Barumun Tengah (Barteng), Kabupaten Padang Lawas (Palas) yang mengalami musim trek tersebut.

“Payah saat ini. Bayangkan saja hasil panen sawit turun drastis. Misalkan sebelum mengalami musim trek dalam 1 hektare mampu menghasilkan 1 ton sekali panen (1 kali panen dalam 2 minggu, red). Namun sejak mengalami musim trek hasil panen menurun 50 persen. Inilah yang kami hadapi selama ini. Belum lagi uang angkut dan dodosnya, pupuknya lagi. Makanya kalau saat ini kami sangat sulit sekali,” keluh warga, Tongku Hasibuan (50) warga Desa Parannapa kepada METRO, Rabu (30/3), di sela-disela mengurus kebun miliknya seluas 4 hektar di wilayah Pasir Napa.

Selain Tongku ada juga Pinang Harahap, Mual Siregar, Irpan Harahap, Palit Hasibuan dan Murnianto Siregar yang mengutarakan hal yang sama. Menurut mereka, sejak musim trek warga benar-benar merasa menjerit sementara harga sawit saat ini tidak begitu tinggi hanya Rp850 per kilogram untuk tingkat desa, sementara di pasar pengumpul mampu mencapai Rp1.000 per kilogram.

Selain kesulitan membeli pupuk sawit yang rutin harus diberikan pupuk setiap triwulannya, kebutuhan lain seperti keperluan anak-anak sekolah juga berimbas, apalagi saat ini sudah mendesak dengan menjelang penerimaan tahun ajaran baru dan juga masuk kuliah.

Baca Juga :  12 Kecamatan se Tapsel Terima Rp18,5 Milliar Dana PNPM

“Kalau begini terus musim trek buah ini aduh saya khawatir anak saya tidak bisa lanjut lagi sekolahnya ini,” tutur Siti Khoidah Harahap (45) yang saat ini anaknya sedang duduk di kelas III SMP mau menyelasikan studinya.

Belum lagi keperluan kebutuhan anak-anak sekolah, biaya untuk merawat kebun juga harus dikeluarkan, karena tidak mungkin bisa dirawat dengan sendiri kalau tidak minta bantuan pekerja yang harus digaji setiap melakukan pembersihan lahan kebun.

Perlu diketahui, musim trek terjadi setiap tahun dan berlangsung sampai 3 bulan, bahkan 4 bulan dan ini memang sudah fasenya sawit yang selalu mengalami musim trek dan bukan karena penyakit. (amr)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*