Mutasi PNS di Tapteng tidak Manusiawi

Perilaku Pemimpin dan Pejabat Pemkab Tapanuli tengah yang memutasi Guru dan Kepala Sekolah memprihatinkan, karena ada kebijakan yang tidak memperhatikan “Nurani dan Akal sehat”. Kebijakan terjadi  pada berbagai aspek yang mengakibatkan ada “suka dan duka”.

Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Civil Education Society (CES) Manuntun Sinaga, Selasa di Pandan (20/11/2011) kepada sejumlah wartawan.

“Unsur kepentingan yang bermuara pada Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN) muncul jadi opini terbesar  di kalangan masyarakat” kata Direktur CES.

Alumni FKIP Universitas HKBP Nommensen itu menjelaskan, baru baru ini Kabupaten Tapanuli tengah dihebohkan  dengan Pemutasian sejumlah PNS guru dan Kepala sekolah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tapanuli tengah adalah tidak manusiawi, Katanya,

“Ada guru yang diuntungkan, ada yang dirugikan, ada yang berduka ada yang bersuka, ada yang menangis ada yang senang, alasan Bupati adalah demi mutu dan kualitas. Suami dan Istri yang sama sama guru terpaksa berjauhan, Ibu di Kecamatan A, Bapak di Kecamatan B dan anaknya sekolah di Kecamatan C, mereka harus berpisah karena mutasi SK Bupati Tapanuli tengah, itu sama dengan menyiksa para keluarga Guru PNS yang di mutasi, contohnya, PNS yang di Mutasi akan mengeluarkan biaya yang lebih besar, seperti transportasi di perjalanan serta kebutuhan sehari hari, pengeluaran untuk dapur bertambah karena tidak lagi satu kuali, disisi lain kenyamanan Bapak, Ibu dan Anak menjadi terganggu, inikan sudah tidak manusiawi lagi, tidak ada lagi rasa nyaman”, jelas Manuntun Sinaga.

Baca Juga :  Kejagung Tak Respon Kasus Tapsel? Hebat.... ! Hebat....!

Direktur CES menambahkan, jika hal ini tidak diantisipasi maka akan menimbulkan keresahan masyarakat, yang bermuara tidak percaya kepada Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli tengah, Perubahan yang diharapkan masyarakat adalah perubahan yang lebih baik, bukan perubahan mencari cara balas dendam, kata Manuntun Sinaga mengakhiri. (nagabonor33@yahoo.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*